Perencanaan Keuangan, Properti

Apakah Kondisi Finansialmu Mampu untuk Merenovasi Rumah?

Ajaib.co.id – Bagi kebanyakan orang, rumah adalah impian di masa depan, target finansial, dan kerap menjadi simbol kesuksesan, mengingat tempat berlindung dari panas dan hujan tersebut merupakan salah satu kebutuhan utama, bersanding dengan makanan dan pakaian. Akan menjadi kebanggan sendiri bagi individu jika mampu membeli rumah impiannya. Namun, perjalanan belum berakhir. Terkadang individu ingin merenovasi rumah agar terasa lebih lega karena berencana memiliki anak.

Sebelum mengambil keputusan skala besar dan berujung penyesalan, kamu bisa menjawab pertanyaan ini: apakah kondisi finansialmu mampu untuk merenovasi rumah? Memutuskan untuk membuat rumah menjadi lebih besar adalah keputusan yang sulit, karena banyak pertimbangan yang harus dibuat, misalnya perlukah merenovasi rumah? Apakah biaya renovasi tidak akan mengganggu kondisi finansial di kemudian hari? Di mana kamu akan tinggal ketika rumah sedang direnovasi?

Bayangkan skenario ini: kamu memiliki rumah yang nyaman di kawasan BSD dan tinggal bersama pasangan selama dua tahun terakhir. Kamu dan pasangan sama-sama bekerja dan sepertinya tahun depan berencana untuk memiliki anak, tapi satu dan lain hal, orang tua kamu terpaksa untuk tinggal denganmu tahun depan. Salah satu solusi yang paling masuk akal adalah merenovasi rumah dengan menambah kamar tidur atau membeli rumah baru dengan ukuran yang lebih besar. 

Seperti kita tahu, merenovasi rumah atau membeli rumah berukuran besar membutuhkan biaya yang cukup besar, terlebih jika kamu memutuskan untuk membeli rumah yang ukurannya lebih besar di area yang penduduknya sudah mulai padat, seperti BSD atau Bintaro. Mungkin kondisi finansialmu mampu untuk merenovasi atau membeli rumah baru, tapi kamu harus mengingat untuk melakukan perampingan di sejumlah sektor agar perencanaan keuangan tentang efektif. Berikut pekerjaan rumah yang harus kamu selesaikan sebelum akhirnya mengambil keputusan.

Menghitung KPR Baru

Jika kamu memutuskan untuk membeli rumah yang lebih besar alih-alih renovasi, kamu bisa memulai dengan memeprtimbangkan KPR-nya. Apakah kamu mampu untuk membayar uang mukanya dan membayar biaya bulanan yang lebih tinggi? 

Untuk mengetahuinya, lihat harga rumah tersebut, cari tahu berapa uang muka yang harus dibayar, periode amortisasinya, dan suku bunga yang sekiranya sesuai dengan kondisi finansial lalu kemudian hitung semuanya di kalkulator KPR. Metode ini akan memberikan gambaran lebih besar berapa uang yang akan kamu habiskan untuk rumah tersebut. 

Bank-bank yang menyediakan KPR biasanya memiliki kalkulator KPR untuk membantu calon pembeli rumah mengetahui berapa biaya yang akan mereka keluarkan. Kamu juga bisa meminta bantuan dari makelar properti untuk menjual rumah yang sekarang sebagai modal uang muka membeli rumah baru. Pertimbangkan untuk membayar uang muka setidaknya 50% hingga 75% untuk mendapatkan biaya bulanan yang nyaman dan pembayaran KPR bisa lunas lebih cepat. 

Hal lain yang perlu kamu perhatikan adalah kenaikan suku bunga. Jika kamu mengambil KPR, kamu harus paham bahwa cicilan bulanan bisa meningkat ketika suku bunga naik. Kamu harus memastikan kondisi finansial tetap stabil di saat cicilan bulanan meningkat karena suku bunga naik sebelum memutuskan membeli rumah yang lebih besar.

Biaya-biaya Tambahan

Jika kamu punya dana berlebih dan mampu untuk merenovasi rumah, pertimbangkan membuat estimasi uang yang harus kamu keluarkan dengan Rencana Anggaran Bangunan (RAB), misalnya untuk membayar jasa tukang atau tenaga kerja, apakah kamu akan membayar dengan sistem harian, borongan jasa, atau borongan penuh? Menggunakan jasa borongan penuh akan memberi kamu keleluasaan karena bahan material sudah diatur oleh pemborong, sedangkan untuk sistem harian kamu perlu membayar upah pekerja per hari belum termasuk biaya material.

Setelah menentukan bagaimana membayar tenaga kerja, kamu bisa beralih ke biaya bahan bangunan yang tergantung grade dan jenis material yang sesuai tipe rumah. Kamu tidak perlu memikirkan biaya bangunan jika menggunakan sistem borongan penuh. Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan biaya lain jika bahan bangunan kurang selama proses pengerjaan. Sediakan sekitar 10% dari keseluruhan biaya renovasi yang sudah dihitung di RAB.

Lain renovasi, lain membeli rumah baru, selain dari biaya notaris dan transfer tanah yang sejalan dengan pembelian rumah, ada biaya lain yang belum dihitung ketika memutuskan untuk pindah, seperti biaya utilitas dan pajak properti yang lebih tinggi. Kamu juga harus membuat perhitungan terkait biaya transportasi rumah tangga, yang bisa saja naik atau turun tergantung jarak rumah baru kamu ke tempat kerja. Properti yang lebih besar juga membutuhkan lebih banyak perabotan dan pemeliharaan yang berkelanjutan. 

Memperhatikan Perencanaan Keuangan yang Lebih Besar

Katakanlah kondisi finansialmu mampu untuk renovasi rumah atau membeli rumah yang lebih besar, tetapi dengan adanya biaya tambahan seperti yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya, pengeluaran tersebut akan mempengaruhi aspek lain di perencanaan keuangan secara keseluruhan. Jika kamu membayar KPR lebih besar, apakah kamu akan tetap berlibur dua kali selama setahun? Apakah kamu akan tetap membeli spare part untuk hobi sepedamu?

Meskipun membeli rumah yang lebih besar merupakan salah satu investasi dan dilakukan banyak masyarakat agar kehidupan setelah pensiun lebih nyaman dan bisa dijual suatu waktu, kamu tidak akan pernah tahu berapa harga properti di masa yang akan datang. Tentu kamu masih ingat dengan jatuhnya harga properti di Amerika Serikat akibat kasus Subprime Mortgage dan menimbulkan resesi ekonomi global, bukan?

Merasa mampu untuk merenovasi rumah atau membeli rumah yang lebih besar belum cukup, sebab kamu harus yakin keputusan tersebut tidak akan menghambat target finansial yang sudah ditetapkan sejak awal.

Sumber: Can You Afford to Upsize?, dengan perubahan seperlunya.

Artikel Terkait