Saham

Apa Itu Transaksi T+2 Dalam Investasi Saham?

https://pixabay.com/id/photos/rantai-blok-pribadi-berjabat-tangan-2850276/

Ajaib.co.id – Istilah transaksi T+2 sering muncul dalam diskusi tentang peraturan perdagangan saham. Platform trading saham juga biasanya menampilkan kolom tersendiri untuk data T+2, berdampingan dengan sisa saldo rekening investor dan nilai portofolio saham saat ini. Apa itu T+2 dalam saham?

Pengertian T+2 dalam Saham dan Contohnya

T+2 adalah kependekan dari “trade date plus 2 days (hari perdagangan ditambah 2 hari)”. Peraturan bursa mengharuskan penyerahan efek oleh pihak penjual dan penyerahan dana oleh pihak pembeli diselesaikan dua hari kerja setelah transaksi jual atau beli terjadi di bursa. Lengkapnya, istilah ini dikenal sebagai “proses transaksi T+2” atau “siklus penyelesaian bursa T+2” di Indonesia. 

Untuk memahami proses transaksi saham, pertama-tama kamu harus mencermati bahwa jual/beli saham tidak dilakukan secara tatap muka antara pembeli dan penjual. Penjual dan pembeli tidak langsung bertukar saham dan uang seperti proses jual/beli di supermarket. Transaksi jual/beli saham dilaksanakan secara elektronik melalui perantaraan beberapa pihak, termasuk perusahaan sekuritas sebagai Anggota Bursa, Bursa Efek Indonesia (IDX), KPEI dan KSEI; sedangkan dana nasabah disimpan dalam rekening khusus di bank kustodian.

Setelah pendaftaran rekening efek seorang investor disetujui oleh perusahaan sekuritas, ia akan menerima nomor rekening dana nasabah (RDN) atau rekening dana investasi (RDI). Ia perlu menyetorkan modal awal investasi ke dalam rekening tersebut terlebih dahulu agar dapat membeli saham. Tapi ketika ia membeli saham, maka dana yang dibutuhkan untuk pembelian itu tidak akan langsung dikurangkan dari saldo RDN.

Umpamanya ia membeli saham Bank Jatim (BJTM) senilai total Rp1 juta hari ini, maka dana sebesar itu akan di-hold dulu oleh perusahaan sekuritas. Dana sebesar Rp1 juta baru akan diambil dari saldo RDN untuk diserahkan kepada penjual dalam tempo dua hari ke depan. Saham BJTM juga baru akan dicatat sebagai milik sang investor di KSEI dalam dua hari ke depan.

Contoh yang lebih jelas dapat dilihat pada transaksi penjualan. Umpama kelak sang investor butuh uang dan ia harus menjual kembali saham BJTM tersebut senilai Rp1,2 juta, maka dana tersebut tidak akan langsung masuk ke saldo RDN. Ia harus menunggu hingga dua hari ke depan agar dana masuk ke dalam RDN dan dapat ditarik dari rekening.

Hari pertama dari periode T+2 dimulai pada hari kerja berikutnya setelah hari transaksi. Contohnya sang investor mengirim order jual saham BJTM pada perdagangan bursa sesi kedua hari Jumat. Hari Sabtu dan Minggu bukanlah hari kerja, sehingga hitungan T+2 baru akan dimulai pada hari Senin. Dana hasil penjualan saham BJTM itu baru akan masuk ke RDN investor pada hari Selasa.

Mengenal Awal Mula Proses Transaksi T+2

Pada era 1700-an, bursa Amsterdam Stock Exchange memiliki kerjasama erat dengan London Stock Exchange. Tapi butuh waktu lama untuk menyelesaikan transaksi lintas bursa pada masa itu. Pengiriman sertifikat efek dan transfer dana dari Amsterdam ke London atau sebaliknya, mengharuskan kurir khusus untuk melaksanakan perjalanan via kapal dan kuda. Hal ini melahirkan siklus penyelesaian transaksi bursa selama 14 hari.

Seiring berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, berbagai bursa berupaya untuk mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan transaksi jual/beli saham. Mulai dari T+7, T+5, T+3, hingga bursa Inggris memelopori adopsi proses transaksi T+2 pada Oktober 2014.

Bursa efek Indonesia pernah menjalankan siklus penyelesaian transaksi T+3 selama beberapa tahun. Sosialisasi untuk perubahan siklus dari T+3 menjadi T+2 baru dimulai pada pertengahan tahun 2018. Implementasi T+2 terlaksana efektif mulai hari Senin, 26 November 2018, dengan penyelesaian transaksi hari pertama dengan siklus T+2 jatuh pada hari Rabu, 28 November 2018.

Bursa Efek Indonesia menjelaskan lebih lanjut tentang manfaat mempersingkat proses transaksi T+3 menjadi proses transaksi T+2 dalam edarannya. Manfaat-manfaat itu adalah:

Efisiensi proses penyelesaian

Siklus Penyelesaian T+2 merampingkan proses penyelesaian saat ini sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan penurunan biaya penyelesaian bagi pelaku secara jangka panjang.

Penyelarasan waktu penyelesaian dengan bursa dunia

Berbagai bursa dari kawasan Eropa, Asia Pasifik, Australia, New Zealand, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Kanada sudah menerapkan Siklus Penyelesaian T+2. Bursa-bursa lain juga telah mengumumkan rencana untuk mempercepat Siklus Penyelesaian mereka.

Likuiditas pasar menjadi lebih tinggi

Dengan waktu penyelesaian yang lebih cepat, efek yang telah dibeli oleh investor dapat dijual kembali dalam waktu yang lebih singkat sehingga pasar menjadi lebih likuid.

Perputaran dan pemanfaatan dana yang lebih cepat

Sama halnya dengan efek, penjual akan menerima dana dan merealisasi gain 1 hari lebih cepat serta mempermudah investor untuk melakukan switching ke instrument investasi lainnya.

Penurunan risiko counterparty dan pasar

Semakin lama waktu penyelesaian transaksi, semakin besar risiko yang akan dihadapi oleh kedua belah pihak. Mempercepat siklus penyelesaian akan membantu memitigasi risiko pasar dengan mengurangi exposure antara pihak yang bertransaksi dan Lembaga Kliring dan Penjaminan itu sendiri.

Kesimpulan

Nah, dari penjelasan di atas, tentu kamu sudah memahami proses transaksi T+2 dalam saham serta alasan mengapa bursa harus menjalankannya. Proses penyelesaian transaksi jual/beli saham membutuhkan waktu beberapa hari, karena setiap pihak yang terlibat di dalamnya akan membutuhkan waktu pula guna memproses dokumen dan dana.

Saat ini, proses transaksi T+2 merupakan standar siklus penyelesaian bursa dunia. Apakah kelak proses akan dipersingkat lebih lanjut menjadi T+1 atau T+0? Dari sudut pandang investor, tentu proses transaksi yang semakin singkat akan semakin menguntungkan. Sayangnya, situasi pasar sekarang belum memungkinkan realisasi hal itu. Tapi seiring dengan kemajuan teknologi, perubahan apa pun bisa terjadi di masa depan.

Artikel Terkait