Banking

Apa Itu CIF Bank dan Bagaimana Cara Nasabah Mengetahuinya

apa itu cif

Ajaib.co.id – Pernahkah kamu mendengar apa itu CIF dalam istilah perbankan? Jika belum, pada artikel berikut ini redaksi Ajaib ingin memberikan penjelasan mengenai pengertian CIF dan juga kegunaannya untuk dunia perbankan.

CIF adalah singkatan dari Customer Information File, di mana CIF ini berisikan seluruh informasi nasabah di suatu bank. Nomor CIF ini merupakan sebuah sistem dari bank yang berfungsi untuk mencatat serta mengetahui data-data pribadi, data keuangan, dan data-data yang terkait nasabah lainnya. Hal-hal tersebut merupakan informasi rahasia di bank.

Selain itu, nomor CIF di bank juga berguna sebagai pemberi penilaian bagi nasabah berdasarkan perhitungan faktor risiko nasabah. Sehingga pihak bank lebih mudah untuk mengetahui apakah nasabah tersebut memiliki riwayat perbankan yang buruk atau tidak.

Apa Itu CIF pada Bank?

Sedikit banyaknya, Ajaib sudah menjelaskan gambaran garis besar mengenai apa itu CIF pada bank di awal artikel ini. Intinya setiap bank harus memiliki nomor CIF (Customer Information File) yang memudahkan mereka untuk mengetahui data-data nasabah mereka di antaranya:

  • Nama
  • NIK (Nomor Identitas Kependudukan) sesuai KTP
  • Tempat, tanggal lahir
  • Jenis kelamin
  • Alamat
  • Nomor telepon/email/HP
  • Besaran penghasilan
  • Nama orang tua
  • Pekerjaan
  • Alamat tempat kerja
  • Nama istri / suami
  • Dan lain sebagainya.

Data-data nasabah bank di atas seringkali digunakan oleh pihak bank saat melakukan validasi data, hal ini biasanya harus kamu lakukan ketika kamu sedang mengurus keperluan kartu kredit, internet banking milikmu terblokir, dan lain sebagainya.

Di mana, kamu bisa mengurus keperluan perbankanmu tersebut melalui telepon saja, setelahnya kamu akan ditanyakan beberapa hal terkait data nasabahmu di bank bersangkutan. Ini menjadi sebuah bentuk pencegahan, proteksi atau perlindungan bagi para nasabah bank dari risiko kejahatan.

Data-data CIF yang Merupakan Informasi Rahasia Milik Bank

Data Pribadi Nasabah

Data-data pribadi yang paling sesuai seperti nama, alamat, tempat tanggal lahir, NIK berdasarkan KTP.

Data Keuangan Nasabah

Data keuangan nasabah berdasarkan seluruh transaksi keuangan yang dilakukan, seperti jumlah rekening yang dimiliki dan juga berapa jumlah dana dari masing-masing rekening tersebut. Misalnya saja deposito, tabungan, giro, saving plan, dan lain-lain.

Hal ini merupakan data keuangan nasabah yang diketahui dan tersimpan dalam sistem Customer Information File (CIF) di suatu bank.

Data Nasabah Terkait Lainnya

Data nasabah terkait riwayat kredit dan lain sebagainya, atau nasabah baru harus dilakukan pengecekkan apakah masuk daftar hitam atau tidak, hal ini disebut BI Checking.

Pihak bank pasti sebelum menyetujui pengajuan pinjaman KPR dan lain sebagainya, pasti akan mencari tahu terlebih dahulu riwayat kredit yang sebelumnya pernah dilakukan di bank-bank lain. Untuk memastikan bahwa calon nasabah tersebut, bersih dari segala praktik fraud dalam perbankan.

Status nasabah yang masuk ke Daftar Hitam Nasional (DHN) seperti punya kolektibilitas BI-nya 5. Di mana, untuk kasus nasabah yang mendapatkan kolektibilitas BI-nya 5, mereka tidak diperbolehkan membuka rekening giro.

Jadi, terdapat 5 status kolektibilitas (perbankan) yang diklasifikan oleh Bank Indonesia (BI), selaku bank sentral Indonesia yakni:

  • Kol-1 = Lancar
  • Kol-2 = Dalam Perhatian Khusus
  • Kol-3 = Kurang Lancar
  • Kol-4 = Diragukan
  • Kol-5 = Macet

Untuk melakukan pengecekkan, apakah kamu masuk daftar hitam atau tidak, kamu juga bisa mengetahuinya melalui Sistem Informasi Debitur (SID). Namun kamu perlu terlebih dahulu untuk mengajukan permintaan Informasi Debitur Individual (IDI) historis pada Biro Informasi Kredit Bank Indonesia.

Kamu bisa datang langsung ke kantor Bank Indonesia terdekat, ataupun mengaksesnya melalui online melalui situs Bank Indonesia dengan mengisi formulir yang diminta dan jika sudah mengisinya, kamu bisa mengecek email-mu.

Setelahnya kamu akan mendapatkan informasi terkait waktu untuk mengambil IDI historis via email, kamu bisa datang ke kantor Bank Indonesia dengan membawa dan mencetak email tersebut dan membawa KTP.

Jika kamu sudah mengambil IDI historis milikmu tersebut, kamu bisa melihat seluruh status kredit yang tercatat di dalam SID.

Ketentuan CIF dalam Perbankan

Seperti diketahui nasabah diberikan kebebasan untuk memilih jenis tabungan, jenis simpanan, dan lain sebagainya di berbagai bank yang ingin dipilih. Namun ketentuan CIF di bank memiliki kebijakan antara lain:

Setiap nasabah hanya diperbolehkan untuk memiliki satu nomor CIF di satu bank. Misalnya kamu memiliki jenis tabungan di dua bank berbeda, berarti kamu akan memiliki 2 nomor CIF dari masing-masing bank tersebut.

Untuk nasabah yang memiliki akun bank yang bersifat joint account (2 atau lebih orang membuka 1 akun), setiap orang tersebut akan diberikan nomor CIF yang berbeda dan harus dihubungkan satu sama lain pada sistem di bank.

Bagaimana Cara Mengetahui Nomor CIF Bank Milikmu?

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin-poin sebelumnya mengenai apa itu CIF, CIF adalah data pribadi nasabah di suatu bank. CIF dibutuhkan bagi pihak bank saat kamu ingin membuka rekening tabungan di bank tersebut. Untuk mengetahui berapa nomor CIF kamu, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:

Cara mengetahui nomor CIF bagi nasabah bank Mandiri

Untuk nasabah bank Mandiri, kamu bisa mengirimkan email langsung ke [email protected] dengan judul subject “CIF REQUEST”.

Jangan lupa untuk mencantumkan informasi seperti nama, tanggal lahir, dan nama ibu kandung pada badan email.

Jika kamu sudah mengirimkan email-nya, kamu hanya tinggal menunggu balasan email dari bank Mandiri yang berisikan nomor CIF milikmu, ketika mereka sudah menemukan nomor CIF milikmu yang sesuai dengan data diri yang kamu cantumkan berdasarkan nama, tanggal lahir, dan nama ibu kandung.

Cara mengetahui nomor CIF untuk nasabah CIMB Niaga

Selain itu, bagi kamu pemilik kartu ATM CIMB Niaga yang memiliki foto dan nama pada kartu, kamu bisa mengetahui dan melihat nomor CIF yang tertera di bagian belakang kartu tersebut, dan terdiri dari 1-6 digit angka. Sebab, CIMB Niaga hanya memuat nomor CIF bagi pemilik kartu ATM CIMB Niaga, yang berjenis kartu baru yang memiliki foto dan nama.

Demikianlah informasi yang bisa Ajaib berikan terkait apa itu CIF bank serta data-data apa saja yang termasuk ke dalam data-data milik nasabah yang diketahui oleh bank. Selain itu kamu juga bisa mengetahui nomor CIF bank milikmu dengan mengikuti langkah-langkah yang sudah Ajaib berikan di atas untuk nasabah Bank Mandiri dan bank CIMB Niaga.

Bacaan menarik lainnya:

Kasmir.(2001). Manajemen Perbankan. Jakarta: PT. Raja Grifindo Persada


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait