Apa Bahaya Menyimpan Uang Tunai Terlalu Banyak?

test alt text
Kebanyakan orang masih minim dalam memiliki tabungan untuk dana darurat. Mayoritas masih kekurangan dana yang dibutuhkan untuk menutupi biaya hidup selama enam bulan.
Tetapi apa yang terjadi ketika Anda sudah memiliki dana darurat tersebut? Apakah Anda membutuhkan lebih banyak uang tunai dari itu?
# Daya Tarik Uang Tunai
Mengapa begitu banyak orang berpegang erat pada uang? Bagi banyak orang, ini adalah faktor ketenangan pikiran. Tidak seperti saham dan obligasi yang membawa risiko investasi, ketika Anda menyimpan uang Anda dalam bentuk tunai, Anda tidak berisiko kehilangan uang Anda. Dan hal ini saja mendorong banyak orang untuk melupakan pengembalian demi keamanan.
Saya percaya masih banyak orang yang belum melakukan investasi. Alasannya, bukan ain karena menyimpan uang secara tunai membuat Anda memiliki akses yang lebih mudah pada uang Anda. Sementara itu, sebagian yang lain masih berpegang pada uang tunai karena mereka tidak tahu cara berinvestasi.
# Bahaya Memiliki Terlalu Banyak Uang Tunai
Namun, masalah dengan terlalu banyak uang tunai adalah Anda kehilangan kesempatan untuk menghasilkan keuntungan dari uang itu. Saat ini, Anda akan mendapatkan bunga 1% dari rekening tabungan pada hari yang baik. Anda dapat mendapatkan pengembalian yang lebih baik dengan sertifikat deposito yang mampu mencetak 3 hingga 6% untuk jangka waktu satu tahun, tetapi itu masih jauh dari apa yang mungkin diberikan portofolio saham kepada Anda. Dan sementara itu mungkin tidak membuat banyak perbedaan selama periode satu tahun, namun itu bisa membuat perbedaan besar dalam jangka panjang.
Bayangkan Anda duduk dengan uang tunai 10 juta Rupiah. Mari kita optimis dan anggap suku bunga naik untuk rekening tabungan dari waktu ke waktu sehingga selama 30 tahun ke depan, Anda mencetak pengembalian tahunan 2% rata-rata. Setelah 30 tahun, Anda akan menumbuhkan uang Anda menjadi 18,1 juta Rupiah.
Tetapi perhatikan apa yang terjadi ketika kita menginvestasikan 10 juta Rupiah dalam saham sebagai gantinya. Rata-rata historis pasar saham kira-kira 12.5%, tetapi mari kita menjadi pesimis dan menganggap kita tidak melakukannya dengan baik. Jika kami bekerja dengan pengembalian investasi rata-rata 10% per tahun, setelah 30 tahun, Anda akan memiliki 174,5 juta Rupiah. Kesenjangan 156 juta Rupiah yang kita lihat. Jadi, jika Anda menyimpan uang tunai, tanyakan pada diri sendiri: Apakah tambahan 156 juta Rupiah baik untuk Anda? Jika demikian, maka pertimbangkan untuk menggunakan uang Anda dengan menginvestasikannya daripada bermain aman.
# Menentukan Uang Tunai yang Harus Anda Miliki
Bagi kebanyakan orang, tingkat minimum uang tunai yang harus dimiliki adalah dana darurat untuk setidaknya enam bulan, sebagaimana telah disebutkan secara sepintas di atas. Dana darurat memungkinkan Anda untuk melewati bencana atau kejutan yang tidak diharapkan tanpa harus menjual aset Anda dan terkadang berpotensi tidak menguntungkan bagi kepentingan terbaik Anda.
Ada banyak alasan untuk memiliki tabungan untuk biaya tidak terduga. Keadaan darurat seperti kecelakaan, perbaikan rumah, perbaikan mobil, dan dipecat dari pekerjaan Anda adalah beberapa alasan untuk memiliki dana darurat. Dana tabungan darurat sangat penting untuk kesehatan individu. Hidup dengan rasa takut tidak aman secara finansial untuk masa depan menyebabkan tekanan yang tidak perlu. Stres dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, dan masalah kesehatan dapat menyebabkan hilangnya pendapatan. Karena itu, dana tabungan dapat membantu menghilangkan stres dan memungkinkan seseorang untuk hidup lebih damai dan nyaman.
Jadi, jika Anda membutuhkan 5 juta sebulan untuk membayar semua pengeluaran Anda, maka Anda harus berusaha mengakumulasi 30 juta dalam rekening tabungan darurat Anda. Mungkin kedengarannya seperti banyak uang, tetapi jika jumlah tertentu disisihkan secara tetap, maka konsistensi Anda akan membuahkan hasil.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan seseorang untuk menghemat uang. Salah satu caranya adalah mulai mengurangi hal-hal yang tidak diperlukan. Misalnya, seseorang dapat berhenti makan di luar setiap hari atau membeli barang yang tidak diperlukan. Uang yang disimpan dapat ditempatkan ke dalam rekening tabungan setiap minggu. Rekening Anda akan terus tumbuh saat Anda terus memotong pengeluaran yang tidak perlu.
# Mulai Berinvestasi
Alasan besar mengapa banyak orang lebih suka menyimpan uang tunai adalah karena mereka tidak yakin bagaimana cara menginvestasikannya. Dan sementara ada panduan pemula di luar sana yang akan menunjukkan kepada Anda bagaimana memulai dengan investasi Anda. Anda bisa memulai dengan reksadana yang lebih mudah untuk dipahami dari investasi lainnya.
Tidak ada yang salah dengan memiliki uang tunai yang Anda inginkan yang tidak diperuntukkan hanya untuk keadaan darurat. Bahkan, sebenarnya adalah langkah pintar untuk menyimpan uang tunai di akun sekuritas Anda sehingga jika ada peluang investasi, Anda tidak perlu menjual posisi lain untuk mengejar prospek investasi itu. Namun, terlalu banyak menyimpan uang tunai dalam portofolio Anda akan membuat Anda kehilangan kesempatan untuk melipatgandakan uang Anda. Jadi mulailah investasikan uang berlebih Anda.
Share to :
Artikel Terkait