Risiko Uang Tunai dan Tabungan Bank

Ajaib: Risiko Uang Tunai dan Tabungan Bank
Ajaib: Risiko Uang Tunai dan Tabungan Bank

Mengapa menabung di uang tunai atau di tabungan bank buruk? Mengapa berinvestasi pilihan terbaik untuk kebanyakan orang?

Dalam esai terbarunya, Warren Buffet berpendapat bahwa:

1. Setiap investasi dengan return yang lebih rendah dari inflasi adalah investasi yang buruk.

Di Indonesia, inflasi secara konsisten lebih tinggi daripada bunga tabungan bank. Contohnya, suku bunga simpanan tahapan bank BCA menghasilkan 0.5% saat ini untuk saldo Rp 50 juta – Rp 500 juta. Namun, nilai inflasi berada pada 3.8%. Akibatnya, uang Anda kehilangan 3.3% setiap tahun karena inflasi. Ini pada dasarnya berarti, jika Anda mulai dengan Rp 10 juta, pada akhir periode 10 tahun, daya beli uang Anda akan menjadi Rp 7.1 juta.

2. Memegang uang tunai atau menabung di tabungan bank adalah hal paling berisiko yang Anda dapat lakukan karena uang tunai dijamin akan kehilangan nilai seiring waktu.

Memang, Rp 100.000 di dompet Anda masih Rp 100.000 setelah satu tahun – atau Rp 100.500 di rekening tabungan bank – tetapi satu liter bensin sekarang sudah Rp 10.400, bukan Rp 8.400 lagi!

3. Berinvestasi dalam saham dan Reksa dana adalah investasi dalam aset produktif yang menciptakan kekayaan dari waktu ke waktu.

Di Ajaib, kami juga setuju. Oleh karena itu, kami membuka pintu akses terhadap investasi reksa dana, selebar-lebarnya untuk berbagai kalangan, terutama pemula. Investasi reksa dana online dari Ajaib menghadirkan kenyamanan yang sama dengan menyimpang uang di bank, yakni bebas setor dan tarik kapan saja.

Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank. Mari bersama mengalahkan inflasi dengan download Ajaib sekarang.

Share to :
Tags: , ,
Artikel Terkait