Pahami Risiko Tabungan Bank dan Memiliki Uang Tunai

Ajaib: Risiko Uang Tunai dan Tabungan Bank
Ajaib: Risiko Uang Tunai dan Tabungan Bank

Sudah bukan rahasia lagi bahwa berinvestasi adalah cara untuk membangun kekayaan. Banyak opini menyatakan jika menempatkan dana di investasi adalah cara yang jauh lebih cerdas dibandingkan menabung di bank. Ada risiko tabungan bank yang harus ditanggung serta suku bunga yang tidak akan membuatmu menjadi jutawan.

Uang di tabungan yang bertumpuk tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali terpotong biaya administrasi bulanan. Simpananmu itu tidak akan membantum mencapai tujuan keuangan jangka panjang seperti persiapan pendidikan anak, dana pensiun atau biaya membeli aset tambahan.

Menabung di bank memang membuatmu mendapatkan keuntungan akses dana cair yang ringkas dan mudah. Semua orang melakukannya kini karena kemudahan yang ditawarkan. Betapa tidak, uang yang kamu simpan di tabungan tetap bisa digunakan sewaktu-waktu dengan adanya kartu debit.

Kelebihannya juga kamu tidak perlu lagi menyimpan uang tunai di rumah yang tentunya beresiko hilang ataupun dicuri. Keberadaan uangmu aman di bank pilihan yang tentunya dijamin pemerintah melalui lembaga penjamin simpanan (LPS). Namun sebenarnya ada risiko untuk setiap tabungan di rekening bank milikmu saat ini. Apalagi jika kamu berharap jika uangmu nilainya meningkat seiring dengan inflasi.

3 Risiko Tabungan Bank ala Warren Buffet

Investor yang dianggap paling sukses di dunia asal Amerika Serikat, Warren Buffet berpedapat kuat jika menabung di rekening bank maupun menyimpan uang tunai adalah pilihan yang buruk. Akan jauh lebih jika mengalokasikan uangmu pada produk investasi yang potensial jika ingin uang tersebut berkembang.

Hal ini terbukti dalam esai yang ditulisnya sendiri. Dalam artikel tersebut, ada 3 alasan risiko tabungan bank yang dipercaya oleh Warren Buffet antara lain.

1. Setiap investasi dengan return yang lebih rendah dari inflasi adalah investasi yang buruk

Di Indonesia, inflasi secara konsisten lebih tinggi daripada bunga tabungan bank. Setiap tahunnya, Indonesia mengalami tingkat inflasi sekitar 3-4% per tahunnya. Bayangkan apabila kamu hanya menyimpan uang di bank, uangmu memiliki risiko peningkatan yang tidak sejalan dengan tingkat inflasi.

Biasanya, tabungan bank hanya menghasilkan bunga 0,5% setahun. Beberapa tabungan bahkan tidak memberikan bunga sama sekali! Wah, bayangkan kerugianmu bila tidak berinvestasi, dan fakta bahwa menabung di bank atau menyimpan uang tunai begitu saja justru malah mengurangi nilai uangmu.

Jika kamu ingin uangmu bertumbuh, kamu bisa mempertimbangkan untuk mempercayakan uangmu di berbagai instrumen investasi dengan pertumbuhan nilai lebih tinggi dari inflasi. Sebut saja reksa dana, saham, emas, maupun properti.

2. Memegang uang tunai atau menabung di tabungan bank adalah hal paling berisiko yang dapat kamu lakukan karena uang tunai dijamin akan kehilangan nilai seiring waktu

Memang, Rp100.000 di dompet Anda masih Rp100.000 setelah satu tahun – atau Rp100.500 di rekening tabungan bank. Namun, bayangkan saja, harga satu liter bensin sekarang sudah Rp10.400, bukan Rp8.400 lagi!

Jika sebelumnya uang sebesar Rp100.000 bisa membeli kurang lebih 11 liter bensis maka kemudian hanya bisa membeli sekitar 9 liter bensin saja. Ini salah satu tandanya nilai uang tersebut sudah menurun karena inflasi yang terjadi. Dengan demikian, kenaikan uangmu yang hanya Rp500 jika memilih tabungan itu kurang berharga lagi dibandingkan dengan inflasi yang berlaku.

3. Berinvestasi dalam reksa dana adalah investasi dalam aset produktif yang menciptakan kekayaan dari waktu ke waktu

Jika kamu tidak memiliki modal untuk berinvestasi emas, saham, maupun properti, kami menyarankan untuk berinvestasi di reksa dana. Ajaib membuka pintu akses terhadap investasi reksa dana, selebar-lebarnya untuk berbagai kalangan, terutama pemula.

Kalau khawatir soal akses pencairannya, investasi reksa dana online dari Ajaib menghadirkan kenyamanan yang sama dengan menyimpan uang di bank yakni bebas setor dan tarik kapan saja. Dengan demikian, uangmu tetap aman dan gampang diakses namun sekaligus berpotensi berkembang seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Tidak ada risiko tabungan bank yang kamu hadapi, malah peluang mendapatkan untung dari imbal hasil reksa dana.

Ada 3 faktor unik yang membuat investasi reksa dana menarik, yakni:

  • Mudah: Tidak perlu pengetahuan mendalam tentang ekonomi. Para tim profesional (Manajer Investasi) akan mengelola modal agar kamu mendapatkan hasil terbaik.
  • Transparan: Investor dapat melihat nilai investasi yang tercatat di portofolio. Naik-turunnya nilai investasi dapat diamati setiap hari, kapanpun, dan di manapun. Para investor juga mendapatkan dokumen hukum dari bank untuk menunjukkan kepemilikan unit reksa dana mereka.
  • Terjangkau: Tidak perlu memiliki modal besar untuk memulai. Mulai dari Rp 10.000, investor dapat memiliki portofolio yang terdiversifikasi seperti obligasi, saham, dll.

Investasi reksa dana memiliki potensi tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank. Mari bersama mengalahkan inflasi dengan download Ajaib sekarang.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.   

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait