Berita

Alasan Terjadinya Kenaikan Harga Sembako Menjelang Ramadan

Kenaikan Harga Sembako Jelang Ramadan

Ajaib.co.id – Bukanlah hal yang mengherankan terjadinya kenaikan harga sembako menjelang ramadan. Tentu ini sangat memberatkan bagi sebagian ibu rumah tangga, terutama mereka yang hidup pada taraf ekonomi menengah ke bawah. Apalagi intensitas memasak warga di bulan puasa meningkat.

Kenaikan harga kebutuhan pokok seakan menjadi sebuah tradisi menjelang ramadan. Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kenaikan harga barang atau sembako selalu terjadi menjelang ramadan?

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan harga sembako menjelang ramadan. Mari kita urai satu per satu.

Kenaikan Harga Sembako Menjelang Ramadan

1. Permintaan Meningkat

Seperti yang dikatakan di atas, setiap bulan ramadan kebutuhan akan bahan pangan selalu meningkat. Hal ini dikarenakan aktivitas memasak ibu rumah tangga cukup meningkat.

Dengan permintaan kebutuhan pokok yang meningkat tersebut, pedagang tentu tidak bisa menghindari hukum dasar ekonomi penawaran dan permintaan. Jika permintaan meningkat dan penawaran tidak berubah, maka itu mengarah pada harga keseimbangan yang lebih tinggi dan kuantitas yang lebih tinggi.

2. Ketersediaan Bahan Pokok

Poin kedua yang mempengaruhi terjadi kenaikan harga sembako menjelang ramadan adalah ketersediaan bahan pokok. Dengan permasalahan yang timbul di poin pertama, tidak diikuti dengan ketersediaan bahan pokok yang memadai. Tentu ini membuat harga bahan pokok meningkat pesat.

3. Distribusi Bahan Pokok yang Panjang

Dengan permintaan yang meningkat menjelang bulan ramadan, pasokan bahan pokok tentunya akan cepat menipis. Demi memenuhi kebutuhan pokok para ibu rumah tangga, dilakukanlah distribusi bahan pokok dari beberapa daerah lain, bahkan daerah yang lebih jauh dari biasanya.

Hal inilah yang membuat harga bahan pokok akan melonjak dikarenakan rantai distribusi yang lebih panjang.

4. Pengaturan Harga

Selain beberapa faktor teknis di atas, ternyata permainan harga juga menjadi salah satu faktor kenaikan harga sembako menjelang ramadan. Hal ini dilakukan oleh gabungan beberapa produsen independen. Biasanya mereka akan meraup hasil panen petani dalam jumlah yang besar.

Setelah itu, hasil tersebut akan ditimbun dan disimpan hingga persediaan pasar menipis. Lalu mereka akan menjualnya dengan harga yang sangat tinggi.

Mungkin cara kerja yang seperti ini sudah tidak asing lagi bagi kita. Apalagi setelah mendengar penimbunan masker yang terjadi belum lama ini sehingga harganya menjadi beberapa kali lipat dari harga normal.

Pada tahun 2018 yang lalu, dikutip dari Medcom, setidaknya terdapat 390 orang yang ditetapkan sebagai tersangka pelaku penimbunan sembako. Tentu hal ini jangan sampai ditiru, karena tindakan ini termasuk ke dalam tindakan pidana.

Lalu Apa yang Harus Dilakukan untuk Menekan Harga Sembako?

Dikutip dari Detik.com, menurut Pengamat Pertanian Khudori ada tiga hal yang mempengaruhi kenaikan harga sembako menjelang ramadan , yaitu ketersediaan bahan pokok, pengaturan harga, dan pengawasan distribusi. Sayangnya, tiga hal tersebut tidak berjalan dengan baik untuk membuat harga sembako menjadi normal ketika ramadan.

Khudori menambahkan, ada tiga kunci untuk menekan harga kenaikan sembako ketika menjelang ramadan, pertama antisipasi sejak dini terhadap ketersediaan bahan pokok. Kedua, intervensi atau pengaturan harga sejumlah komoditas yang diatur dengan harga acuan atau Harga Eceran Tertinggi (HET).

Untuk pengawasan distribusi sendiri menurut Khudori sebenarnya hingga saat ini belum berjalan efektif. Ini disebabkan kehadiran satgas pangan yang dinilai justru membuat ketidakefisienan pada rantai distribusi dan membuat inefisiensi distribusi beberapa komoditas malah makin besar.

Beberapa pelaku usaha dan distribusi juga malah ketakutan akan kehadiran satgas yang membuat kurang sehat untuk bisnis. 

Ia pun menyarankan agar pemerintah untuk memperbaiki tiga hal tersebut juga melakukan pendataan stok dengan baik. Pemerintah juga diminta untuk memantau harga dengan teliti hingga akhirnya harga sembako saat puasa dapat terkontrol.

Pemerintah pun tidak tinggal diam menanggapi kenaikan harga sembako. Beberapa langkah antisipasi dilakukan dari tahun ke tahun demi menekan kenaikan harga sembako.

Seperti membuat pasar murah dimana menjadi agenda rutin pemerintah pusat maupun daerah. Di pasar ini harga sembako jauh lebih murah dari harga pasaran dan segala jenis kebutuhan pun tersedia.

Lalu, dikutip dari Okezone.com, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdalifah Mahmud mengatakan setiap kali ada perayaan hari raya Idul Fitri, pemerintah saling koordinasi untuk menyiapkan stok karena jumlah permintaan seperti cabai, bawang merah, daging, ayam potong, dan lain-lainnya meningkat.

Mereka pun berkoordinasi dengan berbagai direktorat jenderal terkait pangan agar mencukupi kebutuhan konsumen yang meningkat 10-20%, baik telur, daging hingga cabai merah.

Untuk permasalahan stok sembako sendiri, Kemenko Perekonomian berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk mengetahui stok beras dan berapa jumlah yang ada di Bulog. Lalu, untuk mengantisipasi permintaan cabai, bawang merah dan lainnya dikoordinasikan dengan Direktorat Jenderal Hortikultura dengan permintaan tambahan penanaman selama empat bulan sebelum bulan ramadhan.

Sekarang kamu sudah tahu kan kenapa selalu terjadi kenaikan harga sembako menjelang ramadhan. Ternyata ada beberapa faktor yang membuat harga sembako naik dan pemerintah pun melakukan beberapa kebijakan agar harga sembako di pasar tradisional dapat ditekan.

Nah, untuk kamu yang ingin berinvestasi dengan budget terbatas, kamu bisa memulainya lewat Ajaib yang memiliki produk-produk reksa dana. Jangan takut, karena Ajaib telah terdaftar dan diawasi oleh OJK juga lhoh. Yuk, segera hubungi kami.

Artikel Terkait