Analisis Saham

Bedah Saham AGII di 2023, Layak untuk Dikoleksi?

Ajaib.co.id – PT Aneka Gas Industri Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di industri gas Indonesia. Perusahaan yang memiliki kode saham AGII ini didirikan pada tahun 1916. Kegiatan utama bisnis AGII adalah memproduksi oksigen, argon, nitrogen, karbon dioksida, asetilen, hidrogen, nitrous oxide, udara sintesis, gas campuran, hingga konstruksi maupun instalasi peralatan gas.

Produk dari AGII sudah banyak digunakan oleh berbagai industri seperti medis, metalurgi, energi, infrastruktur, dan masih banyak lainnya. Pabrik AGII tersebar di beberapa wilayah Indonesia meliputi Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Bali, hingga Sulawesi Selatan.

Saham AGII pertama kali diperdagangkan secara publik melalui bursa pada tahun 2016 dengan harga penawaran Rp1.100 per lembar saham.

Pergerakan saham AGII saat ini memang sedang melemah, namun tetap dalam kondisi yang positif. Mengingat, harganya yang berada di atas harga penawaran yaitu Rp1.885 per lembar saham pada penutupan perdagangan 25 Agustus 2023.

Lalu, bagaimana dengan fundamental perusahaan dan prospek bisnis ke depannya sehingga saham AGII layak untuk dikoleksi? Mari bedah kinerja saham AGII.

Kinerja Keuangan AGII

Saham AGII pertama kalinya diperdagangkan melalui bursa sejak tahun 2016. Kinerja keuangan perseroan terus catatkan hal positif dalam empat tahun terakhir. Di mana, penjualan yang terus meningkat, begitupun dengan laba yang terus diraih oleh AGII.

Berikut data ikhtisar keuangan berdasarkan informasi finansial perseroan yang bisa dilihat (dalam rupiah).

Komponen2022202120202019
Pendapatan2,61 triliun2,73 triliun2,18 triliun2,20 triliun
Laba Kotor1,10 triliun1,18 triliun933,43 miliar997, 79 miliar
Laba Bersih99,33 miliar204,18 miliar96412100971
Total Aset8,04 triliun8,16 triliun7,12 triliun7,02 triliun
Total Liabilitas4,34 triliun4,58 triliun3,79 triliun3,77 triliun
Total Ekuitas3,69 triliun3,58 triliun3,32 triliun3,24 triliun

PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) telah mengumumkan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021. Per akhir 2022, total penjualan AGII mencapai Rp2,61 triliun, laba bruto mencapai Rp1,16 triliun, dan laba tahun berjalan tercetak positif di level Rp103,89 miliar.

Total penjualan AGII selama 2022 menurun 4,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, penjualan kuartal keempat 2022 perusahaan meningkat 11,6% dibandingkan penjualan kuartal III-2022.

Direktur Utama AGII Rachmat Harsono dilansir dari Kontan menyampaikan bahwa tahun 2022 adalah tahun di mana perusahaan membuktikan ketangkasan dan ketangguhannya. Berbagai langkah strategis telah AGII lakukan dan kembangkan untuk menghadapi business landscape yang kian berubah, mulai dari masa pasca-pandemi, kebangkitan industri dan proyek hilirisasi, hingga kepekaan bisnis terhadap nilai sosial dan lingkungan.

Model bisnis AGII yang mengelola basis pelanggan terdiversifikasi telah membuat AGII mampu tumbuh pada berbagai sektor pelanggan, termasuk dari sektor barang konsumsi, infrastruktur, dan manufaktur lainnya, di mana perusahaan secara proaktif hadir sebagai mitra dalam kegiatan industrialisasi nasional.

Riwayat Pembagian Dividen Saham AGII

Saham AGII memutuskan membagikan diividen tunai tahun 2023 sebesar Rp14.904.000.000 atau Rp4,86 per saham akan dibayarkan kepada pemegang saham.

Pembagian dividen didasarkan pada data keuangan per 31 Desember 2022 yang mencakup Laba Bersih senilai Rp99.33 miliar yang diatribusikan kepada entitas induk. Tidak hanya di tahun ini saja, saham AGII juga telah membagikan saham sejak 2019 dan hanya absen membagikan dividen per 2020.

DividenDividenJenisImbal Hasil
20234,86Tahunan0,26%
202210,063Tahunan0,43%
20213,15Tahunan0,21%
20193,25Tahunan0,63%

Prospek Bisnis AGII

Untuk kinerja kuartal II/2023, SRTG akan mendapatkan tambahan tenaga dari pembagian dividen beberapa portofolio sahamnya. Deretan saham SRTG yang bagi dividen antara lain, TBIG, ADRO, MPMX, AGII, dan NRCA.

Dalam riset BRI Danareksa Sekuritas berjudul Making the most of dividend windfall mencatat dengan adanya penurunan utang yang signifikan, berarti SRTG punya ruang lebih besar untuk meningkatkan rasio leverage untuk mendukung aksi investasi ke depannya.

Saat ini, rasio utang bersih terhadap NAV SRTG hanya 0,6 persen dibandingkan dengan 1,1 persen pada 2022. Jika SRTG mau meningkatkan rasio leverage-nya, berarti ada potensi ada aksi investasi besar ke depannya yang bisa dilakukan.

Di sisi lain, menurut riset BRI Danareksa tersebut, SRTG tengah berinvestasi di perusahaan kosmetik, klinik ZAP. Saat ini, tingkat kepemilikan SRTG disebut masih minoritas di sana.

ZAP sendiri telah mengoperasikan sekitar 73 klinik di seluruh Indonesia. Selain itu, kelebihan ZAP telah menyediakan sistem pemsanan dan data online di semua cabang sehingga akses pelanggan untuk perawatan ke setiap lokasi ZAP manapun lebih mudah.

Selain itu, SRTG juga telah meningkatkan kepemilikan di MGM Bosco Logistic, sebuah perusahaan logistik supply chain pendingin untuk sektor konsumer. MGM Bosco Logistic dikabarkan akan ekspansi menambah fasilitas pendinginnya yang saat ini tersedia 4 unit.

Di sisi lain, menurut riset BRI-Danareksa, posisi harga saham SRTG ini sudah berada 50 persen di bawah dari net asset value (NAV) seluruh aset SRTG.

Mulai Investasi di Ajaib Sekuritas Sekarang!

Sebagai aplikasi trading saham terbaik, Ajaib Sekuritas hadir untuk memberikan pengalaman trading yang lebih cepat, aman, dan handal. Yuk #JadiTraderHandal bersama Ajaib sekarang! Proses pendaftarannya mudah dan 100% online.

Ada berbagai fitur menarik yang tersedia untuk membantu Anda memaksimalkan potensi profit dari trading saham, salah satunya X-TRA Day Trading. Anda dapat menikmati X-TRA buying power hingga 7x lipat untuk maksimalkan potensi cuan.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, download aplikasi Ajaib sekarang! Untuk investor crypto, Anda juga dapat mendownload aplikasi trading Ajaib Kripto di Play Store dan App Store


Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait