6 Kesalahan Belanja yang Dilakukan Orang tua di Ajaran Baru

6 Kesalahan Belanja yang Dilakukan Orang tua di Ajaran Baru
6 Kesalahan Belanja yang Dilakukan Orang tua di Ajaran Baru

Ritual tahunan membeli perlengkapan sekolah, elektronik dan pakaian baru bisa menyenangkan, bahkan mengasyikkan, dan banyak keluarga terjebak pada saat itu. Tapi pusing ketika tagihan mulai datang. Inilah pelajaran yang banyak dipelajari orang tua dengan cara yang sulit: belanja untuk  tahun ajaran baru dapat merusak anggaran rumah tangga. Berikut adalah 5 kesalahan belanja tahun ajaran baru yang sering terjadi:

Membeli barang yang sudah dimiliki

Sebelum kamu mengisi keranjang belanja, pastikan kamu tidak membuang-buang uang untuk barang-barang yang sudah dimiliki anak-anak kamu. Jika kamu cek ulang ke kamar anak-anak – kamu mungkin menemukan notebook yang kosong dan tidak terpakai, sekotak pensil atau krayon, dan pensil warna masih dalam kondisi baik yang dapat digunakan pada tahun ajaran baru.

Periksa sepatu anak-anak kamu. Apakah mereka masih sehat? Bisakah mereka bertahan beberapa bulan lagi? Jika anak-anak kamu diharuskan mengenakan seragam, cari lubang yang bisa diperbaiki atau jahitan yang bisa dikeluarkan.

Tujuannya adalah untuk membeli hanya apa yang benar-benar dibutuhkan, dan menghabiskan persediaan yang sudah kamu miliki. Kamu dapat membeli pengganti yang diperlukan di akhir tahun, setelah sekolah menjalankan programnya.

Tidak membeli dalam jumlah besar

Untuk bahan-bahan sekolah yang dibutuhkan anak-anak kamu dalam persediaan yang stabil sepanjang tahun, adalah ide bagus untuk membeli dalam jumlah besar.

Toko peralatan kantor dan toko buku khusus memiliki buku yang lebih murah selusin, kotak pensil, dan paket kertas yang bisa kamu dapatkan dengan harga lebih murah jika kamu membeli dalam jumlah besar daripada satu atau dua sekaligus.

Tidak bertanya tentang pencocokan harga

Tidak ada pengecer yang memiliki semua penawaran terbaik. Kamu ingin membandingkan toko untuk penjualan, diskon dan kupon di beberapa toko retail online maupun offline. Dan, sementara kamu berada di sana, cari tahu apakah toko menawarkan harga yang sama. Ini menjadi lebih umum, dan jika kamu tidak menanyakannya, kamu bisa kehilangan banyak uang.

Berikut ini contoh cara kerjanya: Katakanlah kamu berbelanja di TransMart atau Lotte Mart, dan kamu mengeluarkan ponsel kamu dan menemukan harga online yang lebih baik untuk sesuatu yang kamu rencanakan untuk dibeli. Cukup tunjukkan rekan toko, dan biasanya karyawan akan mencarikan barang dengan harga yang lebih rendah.

Tidak menjadikannya ‘momen mengajar’

Jangan sia-siakan kesempatan untuk mengajar anak-anak kamu pelajaran berharga dalam pengeluaran. Buat mereka terlibat dalam penganggaran untuk belanja tahun ajaran baru. Bicaralah dengan anak-anak kamu untuk menetapkan batas pengeluaran di sekolah. Anak-anak akan selalu menginginkan barang-barang khusus seperti tas ransel Disney, jadi beri tahu mereka bahwa mereka perlu berkompromi dan menerima beberapa barang yang tidak bermerek.

Berbelanja dengan anak-anak

Meskipun pintar untuk mendapatkan bantuan anak-anak kamu dengan daftar belanja, kamu tidak perlu membawanya bersama kamu ke toko. Jika kamu meninggalkan mereka di rumah, mereka tidak akan membuat keributan dan bersikeras pada buku catatan putri Disney atau pensil Toy Story, yang dijamin lebih mahal daripada perlengkapan sekolah biasa. Melakukannya sendiri akan memberi kamu kesempatan untuk membeli barang generik yang lebih murah. 

Akhirnya, jangan terganggu dengan kesepakatan tentang hal-hal yang tidak benar-benar dibutuhkan anak-anak kamu. Perencanaan yang baik adalah salah satu kunci untuk berbelanja kembali ke sekolah yang bebas stres dan ramah dompet, jadi patuhi daftar dan anggaran kamu.

Belanja Online dengan Kartu Kredit

Sekarang zamannya digital, semuanya bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, salah satunya belanja online. Kesalahan ini paling sering terjadi di era digital seperti saat ini. Terutama jika ada bantuan dari kartu kredit, banyak orang yang suka ‘keterusan’ dan membeli semua barang yang ia inginkan, bukan butuhkan.

Itulah beberapa kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika momen belanja di akhir tahun. Jadi, sebelum berbelanja, pastikan kamu memilih produk yang tepat dan sesuai kebutuhan kamu ya. Dengan begitu, kamu bisa menabung untuk keperluan lainnya, seperti tabuangan pendidikan untuk anak ataupun investasi lain. Yuk mulai nabung dan investasi sekarang!

Bacaan menarik lainnya:

Mace, Janice. (2007). Trip of a lifetime Money Management.
Gitman, Lawrence J. (2000). Principles of Managerial Finance. United States : Pearson Education Inc.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait