8 Lokasi dengan Penambangan Emas Terbesar di Indonesia

penambangan-emas-terbesar
penambangan emas terbesar

Emas merupakan salah satu logam mulia yang paling disukai orang. Selain karena banyak dijadikan perhiasan mempercantik diri, emas juga baik untuk investasi. Hal ini karena harganya yang relatif stabil bahkan terus naik setiap tahun. Emas didapatkan dengan cara ditambang dari perut bumi baik secara manual maupun dengan bantuan mesin di berbagai penambangan emas terbesar.

Penambangan manual dilakukan secara tradisional oleh para penambang emas di lokasi. Namun, hal ini sudah dilarang dan semakin dikurangi perlahan karena risikonya yang cukup tinggi. Sebagian besar yang beroperasi kini merupakan penambangan skala besar dengan bantuan mesin oleh perusahaan. Indonesia sendiri dikenal memiliki emas dengan kualitas dan kadar yang baik sehingga diminati dunia. Berikut ini adalah 5 penambangan emas terbesar di Indonesia antara lain:

Grasberg, Papua

Penambangan emas di Indonesia tak mungkin tidak menyebutkan Tambang Grasberg, tambang emas terbesar di dunia yang terletak di puncak pegunungan Jaya Wijaya, Papua. Tambang ini kerap dibahas di media karena pengelolaanya yang dipegang oleh perusahaan Amerika Serikat yakni Freeport Mcmoran. Lokasi ini memiliki cadangan emas yang sangat tinggi hingga 54,8 juta ounce emas. Hanya saja, berdasarkan laporan yang dirilis pada 2014 lalu kini hanya tersisa sekitar 28,2 juta once emas Grasberg.

Kini, tambang emas Grasberg di Papua berhasil diakuisi 51 persen sahamnya oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) pada 21 Desember 2018. tercapai pada hari Jumat (21/12/2018).

Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat

Tambang emas Batu Hijau terletak di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Perusahaan tambang emas ini baru dibuka pada tahun 2000 dan telah menghasilkan sekitar 100 Kilo Oz emas dan 197 juta poun tembaga dalam setahun. Diperkirakan kandungan emas di tambang ini masih cukup banyak dan berpotensi mensejahterakan masyarakat apabila dikelola dengan baik. Penambangan di daerah ini dimiliki oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara dan sudah melakukan fase tujuh atau tahap terakhir untuk menambang di batu hijau.

Berdasarkan laporan PT Medco Energi Internasional Tbk, induk usaha Amman Mineral, fase tujuh bisa menggenjot produksi hingga 4,47 miliar pon tembaga dan 4,12 juta ounce emas pada akhir 2020 atau awal 2021.

Batang Toru, Sumatera Utara

Tambang emas dari Sumatera ini berada di bawah kendali PT United Tractors Tbk (UNTR), salah satu anak usaha Astra Group sejak Agustus 2019. Dengan metode akuisisi, UNTR resmi menjadi 95% pemilik saham PT Agincourt Resources yang mengelola tambang emas Martabe.

Produksi di tambang emas ini ada di kisaran level 300.000-350.000 ons/tahun. Iwan Hadiantoro, Direktur Keuangan United Tractors mengatakan jumlah produksi di tambang ini mengalami stagnan selama 2 tahun berturut-turut, sehingga perusahaan memproyeksikan produksi di tahun 2020 ini masih akan sama.

Kencana, Maluku Utara

Tambang emas Kencana menjadi salah satu tambang sumber alam dengan risiko yang sangat tinggi. Penyebabnya adalah bentuk penambangannya yang berupa lorong di bawang tanah dan berisiko longsor. Jika salah langkah, penambang emas bisa terkubur hidup-hidup dan tewas seketika. Penambangan ini telah terbukti menghasilkan 4,63 juta ons emas murni.

Pujon, Kalimantan Tengah

Kalimantan dikenal sebagai pulau dengan sumber daya alam yang sangat banyak dengan jumlah penambangannya sekaligus produksi emasnya. Salah satu yang paling bernilai adalah tambang emas Pujon yang berlokasi di wilayah Kapuas. Lokasinya sendiri sangat jauh dari pemukiman dan terpelosok. Meskipun belum bisa dihitung dengan akurat, dipastikan kandungan biji emas di lokasi ini tersedia hingga jangka panjang.

Tujuh Bukit, Banyuwangi

Pulau Jawa juga memiliki lokasi penambangan emas meski terbatas dibandingkan pulau lainnya di Indonesia yang berlokasi di ujung timurnya. Namun, kapasitasnya sangat besar sehingga diklaim sebagai kedua terbesar di Indonesia setelah Grashberg dan salah satu yang terbesar di dunia. Tambang ini diperkirakan memiliki kandungan emas hingga 28 juta ons emas dan saat ini dikelola oleh PT Bumi Suksesi Indo.

Pongkor, Jawa Barat

BUMN juga memiliki tambang emas besar di daerah Pongkor, Jawa Barat dan dikendalikan langsung oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Namun, tambang ini akan habis kontrak pada tahun 2021 nanti. Arie Prabowo Arietedjo mengatakan bahwa, meski kontraknya akan segera habis, mereka masih mencoba melakukan eksplorasi di Tambang Pongkor, penambangan emas yang telah beroperas sejak tahun 1994.

Poboya, Palu

Pada Oktober 2019 lalu, anak usaha Bakrie Group mengumumkan rencana produksi tambang emas mereka di Poboya, Palu, Sulawesi Tengah.  Penambangan ini digarap oleh PT Bumi Resources Minerals (BRMS), di mana 36% sahamnya dipegang PT Bumi Resources (BUMI).

Menurut Suseno Kramadibrata, CEO dan Direktur Utama BRMS mengatakan bahwa proyek ini memiliki cadangan emas sekitar 3,9 juta ton bijih dan jumlah sumber daya sekitar 7,9 juta ton bijih. Di mana, menurut hitungannya, tiap ton ore yang ditambang berpotensi memberikan 4,3 gram emas murni.

Produksi di tahun pertama diestimasikan bisa menghasilkan 100.000 ton bijih. Di mana, level produksi tersebut diharapkan dapat naik menjadi 180.000 ton bijih di tahun kedua. Dan jika proses penambangan ini berjalan lancar, produksi emas dari tambang ini bisa naik hingga 600.000 ton ore dalam beberapa tahun mendatang.

Bacaan menarik lainnya:

Sartono, Agus. (2010). Manajemen keuangan : Teori dan Aplikasi, Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait