4 Prinsip Penting Investasi di Usia 20-an

Usia 20-an adalah tahap yang sangat penting ketika Anda memiliki kendali yang lebih besar atas arus kas Anda. Usia sebelum Anda memiliki anak dan pusing membayar biaya rumah tangga.

Sepuluh tahun setelah Anda lulus kuliah adalah waktu yang sangat produktif untuk Anda. Karir Anda berkembang dengan pesat atau bisnis baru Anda sukses mendatangkan banyak profit. Maka dari itu, usia ini adalah usia yang sangat tepat untuk mulai berinvestasi. Mari kita lihat bagaimana Anda bisa menggunakan tahun-tahun emas Anda untuk menyiapkan diri untuk beberapa dekade mendatang.

Manfaatkanlah Waktu Anda

Saat Anda mulai berinvestasi di usia 20-an, waktu adalah sahabat Anda. Kekuatan compounding akan membantu melipatgandakan uang Anda dan hal ini tidak akan terjadi ketika Anda memasuki usia 30.

Bagi yang kurang familiar, efek compounding atau umum disebut bunga berbunga atau bunga bergulung adalah bunga yang didapat dari hasil investasi sebelumnya diinvestasikan kembali ke instrumen investasi sehingga bunga yang sebelumnya diinvestasikan kembali menghasilkan bunga.

Simak kalkulasi berikut. Jika Anda mulai menabung sebanyak 12 juta per tahun, atau 1 juta per bulan, mulai dari usia 25, saat usia Anda mencapai 65 Anda akan memiliki 1,86 miliar dengan asumsi tingkat pengembalian sebesar 6%.

Namun jika Anda menunda waktu mulai menabung selama 10 tahun dan 12 juta tadi mulai Anda tabung mulai dari usia 35 sampai 65 dengan tingkat pengembalian yang sama, Anda hanya akan mendapatkan 948 juta. Angka ini hanya setengah dari 1,86 miliar yang bisa Anda dapatkan jika Anda mulai menabung 10 tahun lebih awal.

Menabunglah Lebih Banyak

Mungkin sekarang akan terasa berat untuk menyisihkan 20% dari pemasukan Anda untuk ditabung. Tetapi kondisi Anda yang berada di usia 20-an adalah kondisi yang paling tepat untuk menabung sebanyak-banyaknya.

Saat Anda menginjak usia 40 atau 50 tahun, Anda sudah memiliki keluarga termasuk anak yang sudah mulai bersekolah. Anda hanya bisa menyisihkan sejumlah kecil pemasukan Anda untuk ditabung atau bahkan tidak sama sekali.

Oleh karena itu, menabunglah selagi Anda bisa menabung. Prinsip menabung yang baik adalah jangan tabung apa yang tersisa setelah pengeluaran Anda, tapi belanjakanlah uang yang tersisa setelah Anda menabung.

Salah satu tips untuk menabung adalah menambah pemasukan atau mengurangi pengeluaran Anda. Prioritaskan untuk meningkatkan pendapatan daripada harus mengurangi pengeluaran. Lebih penting untuk menumbuhkan semangat Anda daripada menghapus impian Anda.

Lakukan Investasi Agresif

Menurut hasil survei yang dilakukan terhadap 1000 penduduk Indonesia, mereka yang berada di usia 20 lebih senang menginvestasikan uang mereka di pasar uang atau instrumen investasi yang bersifat stabil.

Padahal jika dihitung secara cermat, tidak banyak perubahan yang terjadi pada uang tersebut jika dibandingkan dengan peningkatan inflasi yang terjadi setiap tahunnya. Investasi tersebut hanya sedikit lebih menguntungkan daripada Anda menaruh uang Anda di lemari.

Mungkin menginvestasikan uang Anda di pasar modal memiliki risiko yang lebih tinggi, namun juga memberikan Anda pengembalian yang lebih tinggi. Usia 20 adalah saat Anda masih bisa menghadapi risiko ini. Dengan menghindari risiko investasi, Anda juga berisiko kehilangan keuntungan dari pasar modal dan membahayakan kondisi tabungan Anda.

Jangan Pelit untuk Berinvestasi terhadap Diri Sendiri

Jika Anda ingin menjadi kaya, Anda harus mengembangkan visi. Anda harus berpandangan jauh ke depan. Oleh karena itu, jangan habiskan uang Anda untuk membeli ponsel terbaru seharga jutaan rupiah atau mengunjungi kafe-kafe yang sedang populer. Sisihkan juga uang Anda untuk mengembangkan diri dengan membeli buku-buku, seminar atau pelatihan bersertifikasi yang bisa meningkatkan kemampuan personal Anda.

Banyak orang-orang yang saat ini telah meraih suksesnya mengatakan bahwa kebiasaan membaca adalah kunci dari kesuksesan mereka. Membaca adalah kebiasaan yang baik dan bisa mengubah hidup Anda. Ingatlah, perbedaan antara orang sukses dan tidak terletak pada bagaimana mereka memanfaatkan waktu mereka.

Kini Anda telah mengetahui prinsip-prinsip penting berinvestasi, mulailah rencanakan masa depan Anda. Ingat, masa depan Anda diciptakan dari yang Anda lakukan sekarang, bukan besok.

Share to :
Tags: , ,
Artikel Terkait