Investor Pemula

4 Jenis Instrumen Pasar Modal yang Wajib Diketahui Investor

Instrumen Pasar Modal

Ajaib.co.id – Jika kamu ingin memulai investasi, tentu harus mengetahui apa itu pasar modal. Pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan yang memperjualbelikan surat-surat berharga, berupa obligasi dan ekuitas atau saham yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan swasta.

Lalu apa saja instrumen pasar modal? Ada beberapa instrumen pasar modal yang memang sudah sangat akrab didengar di dunia keuangan, seperti saham, obligasi, reksa dana, dan derivatif. Sebelum memulai berinvestasi, mari kita pahami betul masing-masing instrumen pasar modal tersebut.

1. Saham

Instrumen pasar modal yang pertama dan paling populer adalah saham. Pengertian saham sendiri merupakan sebuah bukti penyertaan modal berupa kertas yang diterbitkan oleh Perseorangan Terbatas (PT), sebagaimana telah diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada para investor.

Surat berharga saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan dengan adanya modal yang disetor para investor. Pemilik saham atau investor tersebut nantinya akan memperoleh keuntungan dari sahamnya di perusahaan tersebut dalam bentuk dividen.

Semakin besar kepemilikan saham oleh investor di dalam suatu perusahaan, akan berpengaruh juga terhadap kekuasaan pengambilan keputusan di perusahaan tersebut melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Ini karena saham merupakan bagian dari kepemilikan dari suatu perusahaan. Semakin besar saham yang dimilikinya, maka semakin besar pula kekuasan di perusahaan tersebut.

Terdapat dua jenis saham yang diperjualbelikan di Bursa Efek, yaitu Saham Biasa (Common Stock) dan Saham Preferen (Prefered Stock). Saham Biasa adalah saham yang biasa kita lihat diperjualbelikan di Bursa Efek, yang keuntungannya berupa dividen dan capital gain.

Sedangkan Saham Preferen adalah saham yang punya prioritas lebih dari saham biasa untuk pembagian dividen, bersifat kumulatif, dan bisa ditukar dengan saham biasa dengan syarat tertentu.

2. Obligasi

Jenis instrumen pasar modal selanjutnya adalah obligasi, yaitu surat tanda meminjamkan sejumlah dana yang mempunyai jangka waktu tertentu. Surat tanda meminjam atau bisa juga disebut surat tagihan tersebut merupakan surat yang dibuat atas beban atau tanggungan pihak yang menerbitkan atau mengeluarkan obligasi.

Obligasi juga bisa disebut sebagai surat pengakuan utang jangka panjang yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan dengan tujuan memperoleh dana. Bukan hanya perusahaan swasta, tapi pemerintah juga biasa menerbitkan obligasi berupa Obligasi Negara Ritel (ORI). ORI merupakan salah satu dari instrumen pasar modal yang ada di Indonesia.

Tujuan diterbitkannya obligasi yang dibuat oleh pemerintah adalah untuk memperoleh dana pembangunan. Misalnya dana untuk memperbaiki jalan besar yang rusak, gedung sekolah, atau fasilitas umum lainnya.

Nantinya pemegang obligasi akan mendapatkan keuntungan yang terbagi atas fixed coupon dan floating coupon pada saat jatuh tempo. Selain itu, pemegang surat obligasi juga mendapat keuntungan dari selisih jual dari harga beli.

Meski keuntungannya besar, tapi risiko obligasi juga tetap ada, bahkan jika obligasi ini dikeluarkan oleh pemerintah dan dilindungi oleh undang-undang dalam pembayaran pokok dan kuponnya. Namun, dibandingkan saham, obligasi tetap lebih aman, sehingga cocok untuk para investor pemula.

3. Reksa Dana

Reksa dana merupakan salah satu instrumen pasar modal alternatif bagi kamu yang tidak ahli dalam menghitung risiko investasi. Banyak investor junior yang awalnya mencoba reksa dana dalam dunia investasi. Pasalnya, kamu hanya tinggal mempercayakan dana kamu pada Manajer Investasi, dan mereka akan bekerja untuk mengembangkan dana kamu.

Jika suatu saat kinerja Manajer Investasi yang kamu pilih kurang memuaskan, kamu bisa beralih ke Manajer Investasi lainnya untuk mengurus dana kamu. Setidaknya ada empat jenis reksa dana yang harus diketahui oleh para investor, yaitu:

–       Reksa dana pasar uang, yaitu dana akan diinvestasikan pada produk-produk pasar uang, seperti deposito, SBI, dan lainnya.

–       Reksa dana pendapatan tetap, yaitu 80% dana akan dibelanjakan untuk instrumen investasi berupa obligasi.

–       Reksa dana campuran, yaitu dana kamu akan diinvestasikan ke saham dan obligasi, dan sisanya ke pasar uang.

–       Reksa dana saham, 80% dana akan diinvestasikan ke produk saham.

Masing-masing jenis reksa dana di atas memiliki term dan keuntungan serta risiko yang berbeda. Walaupun kamu hanya tinggal duduk manis dan menerima hasil kerja dari Manajer Investasi kamu, tapi kamu tetap harus mempelajari keempat jenis reksa dana di atas ya.

Nah, jika kamu mencari Manajer Investasi dengan produk-produk reksa dana yang terjangkau, kamu bisa memilih Ajaib sebagai Manajer Investasi kamu. Selain dana kamu akan aman karena diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, Ajaib juga sangat fleksibel, dana kamu dapat diambil kapan saja dan dimana saja lewat smartphone kamu.

4. Derivatif

Yang terakhir dari instrumen pasar modal adalah derivatif. Instrumen yang satu ini memang tidak sepopuler tiga instrumen lainnya di atas.

Tapi biasanya para Manajer Investasi akan menggunakan derivatif sebagai salah satu instrumen pasar modal untuk melindungi nilai investasi terhadap risiko yang timbul akibat pergerakan harga saham, suku bunga, nilai tukar rupiah, dan beberapa faktor lainnya.

Derivatif sendiri merupakan surat berharga turunan dari saham obligasi. Hal inilah yang menyebabkan pergerakan harga di pasar modal yang lain, tapi tanpa mempengaruhi nilai produk acuan. Dari pengertian derivatif tersebut, setidaknya ada beberapa jenis derivatif yang harus diketahui, yaitu:

–       Opsi: merupakan surat pernyataan dari pihak yang memberikan hak pada pemegang saham untuk menjual sahamnya sesuai harga yang disepakati.

–       Right: Merupakan surat berharga yang menyatakan mengenai pemberian hak bagi pemodal untuk membeli saham baru dengan harga dan waktu yang disepakati.

–       Warrant: merupakan surat yang dikeluarkan oleh perusahaan yang menyatakan bahwa pemegangnya mempunyai hak untuk membeli saham dengan syarat-syarat yang sudah disepakati.

Mungkin kamu bingung dengan instrumen yang satu ini. Kamu bisa memahaminya lewat contoh kasus yang satu ini.

Kamu memiliki surat pernyataan bahwa kamu bisa membeli saham A di tanggal 30 Mei nanti dengan harga Rp2.000. Ketika tanggal 30 Mei tiba, ternyata harga saham A naik menjadi Rp2.300. Dengan adanya derivatif tadi, kamu boleh membelinya dengan harga tetap, yaitu Rp2.000.

Itulah beberapa instrumen pasar modal yang harus diketahui oleh para investor sebelum mulai terjun ke dunia investasi. Semua kembali ke diri masing-masing, instrumen mana yang cocok untuk kamu.

Namun, sebelum memilih, kamu perlu memahami secara cermat manfaat dan risiko yang terdapat pada instrumen-instrumen tersebut, ya.

Artikel Terkait