Ingin Investasi tapi Takut Rugi, Ini Investasi Risiko Kecil

Investasi Risiko Kecil

Saat ini, sudah mulai banyak bermunculan berbagai ragam investasi risiko kecil yang akan memudahkan kamu mendapatkan keuntungan. Namun sayangnya ragam instrumen investasi yang tersedia tidak berbanding lurus dengan munculnya peminat atau investor baru.

Adapun alasan orang-orang yang enggan melakukan investasi adalah dengan alasan takut merugi dan menganggap investasi yang dilakukan memerlukan banyak uang. Jika kamu seorang investor pemula, sudah banyak tersedia investasi risiko kecil. Investasi risiko kecil tersebut bisa kamu pilih sesuai gaya hidup dan kemampuan.

Di antara investasi yang risikonya kecil tersebut beberapa membutuhkan modal sangat sedikit yakni ratusan ribu untuk terjun berinvestasi atau jadi investor. Namun ada juga investasi yang membutuhkan modal yang cukup banyak, namun dengan risiko yang tinggi juga.

Saat menginginkan investasi yang risikonya kecil, tentunya return atau keuntungan yang dihasilkan kamu juga kecil. Namun tidak apa, jika kamu seorang pemula, hal ini akan jauh lebih baik daripada sama sekali tidak mulai melakukan investasi sama sekali.

Dengan komitmen mulai melakukan investasi minim risiko, kamu bisa learning by doing, yakni mempelajari bagaimana cara kerja investasi. Dengan begitu, di masa mendatang kamu menjadi jauh lebih berani dalam melakukan pengambilan investasi high return-high risk.

Lantas, apa saja investasi minim risiko yang bisa membuat investor pemula kaya? Simak beberapa ulasan ini.

1. Reksa Dana Pasar Uang

Investasi Saham atau Reksa Dana merupakan investasi minim risiko. Jika kamu seorang investor pemula, tentunya sudah sering mendengar investasi minim risiko ini. Instrumen investasi ini memang banyak diincar para investor, karena risikonya yang diklaim tidak terlalu besar.

Namun, pada dasarnya, investasi reksa dana terbagi menjadi empat yakni, reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham. Semua jenis reksa dana tersebut, memiliki keuntungan dan risiko yang berbeda.

Jika kamu investor pemula yang menginginkan investasi dengan minim risiko, memiliki reksa dana pasar uang bisa jadi pilihanmu. Sebuah reksa dana pasar uang memiliki risiko rendah karena mayoritas dananya akan dialihkan ke deposito atau surat berharga lain yang jatuh tempo di bawah satu tahun.

Return atau imbal hasil yang diperoleh juga lumayan, meskipun tidak sebesar saham namun biasanya masih lebih besar daripada deposito.

2. Obligasi Milik Pemerintah

Lalu, apa perbedaan antara investasi saham dan Obligasi? Bentuk Investasi yang minim risiko berikutnya adalah Obligasi. Meski demikian, obligasi bukan sembarang obligasi melainkan obligasi yang dikeluarkan pemerintah atau Obligasi Negara Ritel (ORI).

Sistem keuangan Indonesia secara berkala mengeluaran ORI dan produk-produk terbarunya. Misal saja ORI015 menjadi seri terbaru yang baru saja diterbitkan oleh Bank Indonesia.

Obligasi ORI ditawarkan kepada individu atau perorangan WNI melalui mitra distribusi di pasar perdana. Setiap orang bisa memiliki ORI, mulai dari PNS, pegawai swasta, ibu rumah tangga hingga anak generasi milenial.

Pada dasarnya imbal hasil yang ditawarkan dari obligasi ORI cukup menggiurkan, untuk ORI015 saja kamu bisa mendapatkan kupon 8,25% per tahun dengan jatuh tempo 3 tahun atau 36 bulan. Meski demikian kamu tidak perlu khawatir, ORI sendiri hanya bermodalkan minimal Rp1 juta. Ini cukup terjangkau, bukan?

Di sisi lain, ORI juga diklaim sebagai investasi minim risiko karena pembayaran kupon dan pokok dijamin oleh negara, jadi tidak ada risiko gagal bayar.

3. Peer-to-Peer Lending (P2P)

Bentuk bisnis Peer-to-Peer Lending (P2P) menjadi investasi minim risiko selanjutnya yang bisa investor pemula pilih. Lalu, apa itu bisnis Peer-to-Peer Lending? Secara sederhana, ini merupakan sebuah marketplace yang menghubungkan antara pendana dan peminjam yang ingin mewujudkan tujuan keuangannya masing-masing.

Jika kamu merupakan seorang investor, maka kamu akan memiliki kesempatan untuk meminjamkan uang kepada individu atau pelaku. Dalam melakukan investasi di bisnis P2P, kamu tidak memerlukan modal besar. Kamu bisa secara langsung menjadi investor hanya dengan Rp100.000

Tidak hanya sekedar itu, imbal hasil yang ditawarkan juga besar, bisa sampai 21,32%. Terkait keamanan, bisnis ini sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tentunya jadi lebih terpercaya..

4. Investasi Emas

Sebuah investasi dengan risiko yang minim, sudah tidak diragukan lagi adalah investasi emas. Investasi emas sudah menjadi primadona sejak zaman dahulu kala. Bisa kita lihat dari orang tua dahulu hingga kaum milenial, semua berbondong-bondong melakukan jenis investasi ini.

Meskipun investasi emas terkesan konvensional dan klasik, namun investasi ini bisa dibilang minim risiko dan relatif aman.

Mempunyai investasi emas adalah investasi jangka panjang. Tak heran cara berinvestasi ini sangat populer di kalangan orang-orang yang berniat melakukan investasi lebih dari 5 tahun ke depan.

Bacaan menarik lainnya:

Gerbino, K. (2012). Investing in Gold Producers as a Safeguard of Value. The Wall Street Transcript


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait