Dunia Kerja

Apa Itu Definisi Serta Penyebab Likuidasi Bisa Terjadi

Tentu saja kamu pasti pernah melihat atau mendengar informasi bahwa ada sebuah perusahaan yang dibubarkan gara-gara terkait masalah finansial seperti terlilit utang, surat izin yang tidak diperpanjang, dll.

Dalam dunia ekonomi, istilah ini disebut “likuidasi”, apakah kamu sebelumnya pernah mendengar istilah ini? Tentu masih banyak dari kamu yang belum pernah mendengarnya dan terasa masih asing di telingamu. Ini suatu hal yang lumrah, karena memang istilah tersebut memang sering dianggap sama dengan pailit.

Nah biar kamu bisa mengetahui perbedaannya dengan pailit, kamu bisa simak artikel berikut yang membahas mengenai definisi, jenis, hingga faktor penyebab mengapa likuidasi bisa terjadi di sebuah perusahaan.

Definisi Menurut KBBI?

Pengertian menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yaitu pembubaran perusahaan sebagai badan hukum yang meliputi pembayaran kewajiban kepada para kreditor dan pembagian harta yang tersisa kepada pemegang saham (persero).

Secara sederhana, likuidasi yang terjadi di perusahaan melalui penjualan aset yang dimiliki bertujuan untuk membayar kewajiban perusahaan kepada kreditor dan pemegang saham, dan jika pada proses akhir likuidasi, terdapat aset yang tidak diklaim, aset ini akan menjadi milik negara.

Jenis-Jenis Likuidasi

Dalam penyelesaian proses likuidasi di sebuah perusahaan, terdapat tiga jenis yang bisa dipertimbangkan untuk dilakukan , yaitu sukarela, wajib, dan sementara.

·        Likuidasi Sukarela, terdapat suatu pihak yang mengajukan petisi di pengadilan dan sepakat untuk menyelesaikan urusan atau proses likuidasi secara sukarela melalui pemungutan suara putusan dewan, dimana terdapat direktur dan 75% dari pemegang saham harus menyetujuinya dan secara sukarela baru bisa dijalankan.

·        Likuidasi Wajib, terdapat banyak pihak yang secara hukum memiliki hak untuk mengajukan petisi. Biasanya, pihak-pihak yang mengajukan petisi likuidasi wajib ini seperti perusahaan itu sendiri, kreditor, pemegang saham, penerima resmi, sekretaris negara atau setara.

·        Likuidasi Sementara, jenis likuidasi ini dipilih untuk melindungi aset perusahaan sebelum adanya putusan hasil sidang, atau tetap bertahan dengan status aset yang dimiliki saat ini hingga adanya putusan hasil sidang itu sendiri.

Tahap-Tahap Likuidasi Perseroan Terbatas

Dalam prosesnya di Perseroan Terbatas (PT) adanya tahapan-tahapan yang perlu dijalankan di antaranya:

·        Tahap pemberitahuan dan pengumuman pembubaran perseroan.

·        Tahap pembagian dan pencatatan harta kekayaan.

·        Tahap pengajuan keberatan kreditor.

·        Tahap pertanggung jawaban oleh likuidator yang telah ditunjuk dan diangkat sebagai penyelenggara likuidasi.

·        Tahap pengumuan hasil likuidasi.

Pada proses akhirnya harus melalui rapat akhir anggota, rapat akhir kreditor dan anggota, dimana hasil rapat akhir ini biasanya perlu dilaporan kepada Panitera dan pengadilan.

Setelah itu, perusahaan dapat dibubarkan, namun pengadilan memiliki kekuasaan untuk membatalkan jika ada sengketa atau masalah bisnis yang belum terselesaikan oleh pihak perusahaan.

Orang yang diangkat dan ditunjuk menjadi penyelenggara likuidasi disebut “likuidator”, dan kreditor adalah pihak yang memiliki tagihan kepada pihak lain.

Bagaimana Bisa Terjadi pada Persekutuan dan Perseroan?

Likuidasi kerap terjadi di sebuah perusahaan karena disebabkan oleh hal-hal berikut:

·        Keputusan atau kehendak yang diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

·        Izin berdirinya perusahaan sudah habis dan tidak diperpanjang kembali.

·        Keputusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum.

·        Hasil merger atau konsolidasi perusahaan yang membutuhkan likuidasi.

Likuidasi memang sangat erat dikaitkan dengan masalah finansial yang sedang dihadapi oleh perusahaan yang bersangkutan yang membuat kondisi perusahaan tidak stabil. Salah satu penyebabnya adalah tidak bisa membayar utang, utang menjadi momok bagi perusahaan.

Bagaimana tidak? Pada dasarnya, berdirinya sebuah perusahaan pasti menargetkan cuan walaupun tidak dalam jangka waktu yang cepat, biasanya perusahaan sudah memiliki metode perhitungan melalui metode break even point (BEP) atau titik impas.

Jadi, jika perusahaan tidak bisa membayar utang yang memang menjadi kewajibannya berarti jalan satu-satunya adalah meminjam dana kembali dari pihak lain untuk menutupi utang perusahaan. Tentu saja, hal ini hanya akan berlangsung sementara waktu hingga akhirnya perusahaan tersebut akan mengalami pembubaran.

Perbedaannya dengan Pailit

Setelah mengetahui serba-serbi dari likuidasi, yang menjadi pertanyaan saat ini adalah apa yang membedakannya dengan pailit?

Dikutip dari Hukumonline.co.id, likuidasi dan pailit memiliki perbedaan, yaitu likuidasi dilakukan dalam rangka untuk pembubaran badan hukum, sedangkan kepailitan tidak dilakukan dalam rangka pembubaran badan hukum. Dan, tidak akan berimbas terhadap bubarnya badan hukum yang dipailitkan tersebut.

Didominasi oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Dikutip dari Antaranews.com, sejak mulai resmi beroperasi pada tahun 2005 hingga September 2019, setidaknya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah melakukan likuidasi 101 bank yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dari 101 bank tersebut mayoritas bank yang dilikuidasi merupakan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Dimana LPS menjamin ganti rugi bagi simpanan nasabah yang terdapat di 101 bank yang dilikuidasi tersebut, yaitu LPS menjamin hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank. Namun, LPS akan menjamin ganti rugi bagi nasabah sesuai dengan ketentuan 3T, yaitu Tercatat pada pembukuan bank, Tingkat bunga simpanan tidak melebihi bunga penjaminan LPS, dan Tidak melakukan tindakan yang bisa merugikan pihak bank.

Dari 101 bank yang dilikuidasi oleh LPS, total simpanan nasabah mencapai Rp1,911 triliun berasal dari 254.824 rekening, namun tidak semua rekening tersebut dikaregorikan layak untuk diganti, karena ada rekening yang memiliki bunga simpanan di atas bunga penjaminan LPS, bank tidak sehat, dan tidak ada aliran dana yang masuk.

Itulah serba-serbi dari likuidasi yang dianggap banyak orang sama dengan kepailitan, namun sebenarnya tidaklah sama. Jadi, melalui artikel ini kamu bisa mengerti apa itu likuidasi dan perbedaannya dengan kepailitan yang terjadi di sebuah perusahaan.

Bacaan menarik lainnya:

Smith, K.K. & Berg, D.N. (1987), Paradoxes of Group Life: Understanding Conflict, Paralysis, and Movement in Group Dynamics, San Francisco, CA: Jossey-Bass.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait