Saham

Tips Aman Trading Saham Gorengan

Tips trading saham gorengan
Tips trading saham gorengan

Ajaib.co.id – Bertransaksi atau trading saham gorengan bisa mendatangkan keuntungan yang menggiurkan bagi sebagian orang, dengan catatan trader tersebut sudah mahir dan terbiasa bertransaksi pada saham tersebut.

Saham gorengan banyak diperbincangkan sejak mencuatnya skandal asuransi Jiwasraya. Tak tanggung-tanggung, Presiden Joko Widodo bahkan secara langsung menyoroti masalah saham tersebut sebagai hal negatif yang perlu diwaspadai di bursa saham Indonesia.

Bagi kamu yang masih awam, sebaiknya hindari saham-saham ini, meski memiliki potensi keuntungan yang besar, risiko yang akan kamu tanggung juga sama besarnya.

Yukk, kenali dulu apa itu saham gorengan.

Apa itu Saham Gorengan?

Istilah “saham gorengan” mengacu pada saham-saham yang mengalami kenaikan harga pesat tanpa basis fundamental perusahaan yang kuat. Saham-saham gorengan naik dengan cepat, tetapi juga akan merosot dengan laju sama cepatnya. Ini seringkali merupakan hasil dari manipulasi bandar yang ingin memperoleh keuntungan jangka pendek maupun untuk tujuan window-dressing pada saham-saham lapis dua dan lapis tiga.

Ada tiga (3) karakteristik utama saham gorengan yang perlu diketahui trader dan investor, yaitu:

  1. Kinerja keuangan tidak selaras dengan fluktuasi harga saham: Harga saham meningkat/menurun secara drastis tanpa katalis yang jelas, gegara rumor yang tidak dikonfirmasi oleh perusahaan, maupun justru berlawanan dengan laporan keuangan perusahaan.
  2. Fluktuasi harga saham terlalu ekstrim hingga masuk daftar Unusual Market Activity (UMA): Bursa efek Indonesia memiliki peraturan tentang maksimum kenaikan/penurunan harga saham harian. Apabila fluktuasi harga saham mencapai batas tersebut, maka perdagangannya akan dihentikan atau mengalami Auto Reject. Ini merupakan peringatan awal bagi kita tentang kemungkinan saham sedang dimainkan oleh bandar.
  3. Volume transaksi harian tidak wajar: Volume perdagangan mendadak melonjak pesat, atau jumlah volume bid dan offer sangat kecil. Dalam perdagangan saham normal, kita akan menyaksikan bid/offer dengan volume ratusan atau ribuan per tingkat harga bid/offer. Namun, volume per tingkat harga bid/offer saham gorengan bisa jadi jauh lebih rendah karena akan memudahkan bandar untuk bermain.

Apa yang dapat dilakukan oleh trader saat menemukan saham-saham yang memenuhi kriteria gorengan tersebut? Perumpamaannya seperti makanan gorengan yang lazim dijual di rumah makan seperti mendoan. Makanan gorengan sangat disukai banyak kalangan, tetapi mengandung kolesterol tinggi yang dapat membahayakan kesehatan konsumennya. Kita dapat mengonsumsi makanan gorengan, tetapi sebaiknya dalam jumlah terbatas dan jangan terlalu banyak. Demikian pula dengan saham gorengan.

Tips Mencoba Saham Gorengan

Boleh saja jika kamu mau mencoba bertransaksi di saham gorengan untuk mendapatkan pengalaman. Satu hal perlu dicatat sebelum kamu mulai trading saham gorengan: kita tidak dapat ikut mengatrol harga maupun menekannya.

Posisi trader kecil seperti kita hanya “menumpang” aksi bandar saja. Tidak peduli seberapa besar anggaran yang kita keluarkan untuk membeli saham gorengan, kita tidak akan mampu membuatnya naik lagi jika bandar sudah lepas tangan. Oleh karena itu, perhatikan beberapa tips berikut ini dengan baik:

  • Sisihkan sebagian kecil modal saja untuk mencoba saham gorengan.

Mungkin kamu pernah mendengar cerita tentang trader yang berhasil cuan berlipat ganda dari saham gorengan. Kamu perlu tahu bahwa dia berhasil profit bukan hanya karena main saham gorengan, melainkan karena sudah berpengalaman. Jika masih dapat taraf coba-coba, maka jangan berharap terlalu tinggi.

Sebaiknya kamu tetap memprioritaskan investasi pada saham-saham berkualitas yang memiliki kinerja dan prospek cemerlang. Sisihkan sebagian kecil modal saja untuk mencoba saham gorengan. Ukuran standarnya untuk setiap orang berbeda-beda. Kamu dapat mengalokasikan sekitar 10 persen saja dari total modal investasi saham, atau jumlah berapa pun yang menurutmu dapat “dikorbankan” tanpa membuatmu bangkrut.

  • Siap dan sigap cut loss sewaktu-waktu.

Saham gorengan bisa naik maupun turun dengan cepat. Kita tidak pernah tahu sampai seberapa jauh bandar akan mengatrol harga, karena analisis fundamental maupun teknikal tidak dapat dipergunakan dalam memprediksi saham-saham gorengan. Jadi kita harus siap cut loss setiap saat.

Lebih baik lagi jika sudah punya rencana exit sejak awal, karena tindakan membeli saham gorengan sembarangan akan membawa konsekuensi fatal. Rencana exit ini bukan hanya tentang akan ambil profit pada tingkat harga berapa, melainkan juga rencana cut loss ketika harga sudah mulai ambruk sekian persen.

  • Hindari average down pada saham-saham gorengan.

Average down adalah tindakan investor membeli lagi suatu saham ketika harganya menurun, dengan target mengurangi rata-rata harga saham tersebut dalam portofolio. Umpama investor telah memiliki saham BNBR pada harga Rp100, kemudian ia memborong saham BNBR lagi setelah harganya jatuh ke Rp50.

Godaan untuk average down pada saham-saham gorengan itu sangat tinggi, khususnya bagi pemula. Pasalnya, nominal harga saham gorengan sangat murah. Pemula juga seringkali masih menyimpan harapan kelak bandar akan memainkan saham itu lagi, sehingga beranggapan masih punya peluang untuk profit meski harga saham sudah jatuh. Padahal ini godaan menyesatkan.

Basis fundamental emiten penerbit saham gorengan itu sendiri jelek, sehingga investor tidak memiliki alasan kuat untuk membelinya. Jika tidak ada orang yang ingin membeli, maka bagaimana mungkin kamu akan bisa melepas saham koleksimu kelak maupun meraih cuan darinya!?

Faktanya, banyak saham gorengan berakhir sebagai saham tidur pada tingkat harga minimum Rp50 per lembar hingga bertahun-tahun. Ada pula saham gorengan yang belakangan terpaksa delisting atau dikeluarkan dari bursa. Kamu malah akan menanggung kerugian dalam situasi-situasi seperti ini, karena dana yang dibelikan saham gorengan itu mungkin sudah untung besar jika dibelikan saham blue chip.

Satu-satunya langkah yang tepat dalam menyikapi harga saham gorengan yang sudah mulai merosot adalah cut loss, bukan average down. Bagaimana jika tidak siap cut loss? Ada baiknya kamu tetap fokus mengoleksi saham-saham bermutu saja. Toh potensi cuan dari saham-saham berkualitas itu juga sangat besar asalkan kamu mampu bersabar.

Artikel Terkait