Analisa Saham

Weekly Watchlist: Saham Sektor Konsumen Non Primer Potensial Sepekan Ke Depan (25 – 29 Oktober 2021)

Saham-saham pada sektor consumer cyclical patut dicermati sepekan ke depan seiring penanganan COVID-19 yang  kian membaik. Aktivitas belanja masyarakat atau konsumsi pun kembali meningkat sehingga perekonomian Indonesia juga semakin membaik. 

Aktivitas konsumsi masyarakat tersebut juga mulai belanja iklan mulai marak sehingga sub sektor retail dan juga media patut untuk diperhatikan.

Berikut beberapa saham dari sektor konsumer siklikal yang menarik untuk disimak pada minggu ini: 

Berikut analisa teknikal yang dibuat pada harga penutupan Jumat, 22 Oktober 2021, serta sentimen positif apa saja yang mempengaruhi saham-saham tersebut dan prospek bisnis emiten tiap-tiap saham.

1. PT Mahaka Radio Integra Tbk – MARI

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham MARI melesat 449% sejak awal tahun hingga tanggal 22 Oktober 2021 pada harga Rp478 per lembar sahamnya;
  • Saham MARI tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp31 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham MARI dalam 30 hari terakhir mencapai 13.841.957 lot;
  • MARI berhasil memangkas rugi bersih pada Semester pertama tahun ini. Rugi tahun berjalan turun hingga 57,44% menjadi hanya Rp5,57 miliar dari sebelumnya sebesar Rp13,09 miliar. Pendapatan dari iklan radio program berkontribusi Rp38,53 miliar atau tumbuh 20% YoY. Kemudian pendapatan dari iklan Spot juga naik 4,46% dari Rp12,99 miliar menjadi Rp13,57 miliar;
  • MARI juga mengalokasikan senilai total US$1 juta yang difokuskan untuk pengembangan aplikasi Noice;
  • MARI fokus pada transformasi digital dengan masuk ke dalam industri konten audio dan Podcast melalui platform Noice;

Analisis Teknikal

Sejak 14 Oktober 2021 MARI sudah mulai rebound dari fase bearish jangka pendeknya. Berhasil ditutup di atas MA 5 dan MA 20 nya. Indikator momentum Stochastic dan MACD bergerak naik. MARI mencoba untuk menuju resistance di level 494, kemudian 510. Cutloss jika break 468.

2. PT Chitose Internasional Tbk – CINT

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham CINT melesat 22% sejak awal tahun hingga tanggal 22 Oktober 2021 pada harga Rp294 per lembar sahamnya;
  • Saham CINT tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp521 juta per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham CINT dalam 30 hari terakhir mencapai 372.332 lot;
  • Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham CINT mencapai 372.332, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham CINT dari periode sebelumnya yang tercatat 3.578 atau ada peningkatan sebesar 10.406%;
  • CINT secara kinerja masih mencatat laba bersih sebesar Rp. 217,1 juta pada periode kuartal II 2021 ini. Hingga semester 1 2021 ini CINT mampu mencatat penjualan ekspor senikal Rp15,7 miliar, jumlah tersebut naik 64,79% dibanding dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya tercatat sebesar Rp9,52 miliar.

Analisis Teknikal

CINT secara teknikal mulai bergerak dalam fase bullish jangka pendek, walaupun tekanan jual dari CINT mulai terlihat namun CINT masih ditutup di atas MA 5 dan MA 20 nya. Stochastic bergerak naik dan MACD di area positif. Resistance terdekat pada level 306. Cutloss jika break level 258.

3. PT MD Pictures Tbk – FILM

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham FILM melesat 120% sejak awal tahun hingga tanggal 22 Oktober 2021 pada harga Rp432 per lembar sahamnya;
  • Saham FILM tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp13,9 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham FILM dalam 30 hari terakhir sebanyak 6.508.532 lot;
  • Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham FILM mencapai 6.508.532, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham FILM dari periode sebelumnya yang tercatat 2.628.398 atau ada peningkatan sebesar 247%;
  • Secara kinerja FILM mampu mencatat laba bersih sebesar Rp 36 miliar pada periode kuartal II 2021 ini, jumlah tersebut naik dibanding dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang masih mengalami kerugian sebesar Rp 33,6 miliar.
  • Tencent Holdings Ltd resmi menjadi pemegang saham minoritas pada PT MD Pictures Tbk atau emiten berkode saham FILM. Secara total aset, FILM pada periode 30 Juni 2021 memiliki sebesar Rp1,40 triliun.

Analisis Teknikal

FILM berada dalam fase konsolidasinya, ditutup bersinggungan dengan MA 5 nya yaitu di level 432 dan masih diatas MA 20 nya. Jika FILM berhasil breakout level resistance kuat di 452, ada potensi bisa bergerak naik ke resistance selanjutnya di level 466. Cutloss jika break level 416.

4. PT Integra Indocabinet Tbk – WOOD

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham WOOD melesat 43% sejak awal tahun hingga tanggal 22 Oktober 2021 pada harga Rp765 per lembar sahamnya;
  • Saham WOOD tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp11 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham WOOD dalam 30 hari terakhir mencapai 3.246.818 lot;
  • Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham WOOD mencapai 3.246.818, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham WOOD dari periode sebelumnya yang tercatat 2.477.030 atau ada peningkatan sebesar 131%;
  • Secara kinerja pada periode semester I-2021 WOOD mencatat laba bersih mencapai Rp221,83 miliar naik dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya tercatat sebesar Rp113,59 miliar. Pada semester I-2021 ini, kinerja ekspor WOOD sangat luar biasa dimana WOOD mampu menumbuhkan kinerja ekspor yang naik sebesar 114,5%.

Analisis Teknikal

WOOD secara teknikal mulai rebound sejak tanggal 5 Oktober 2021. WOOD ditutup di atas MA-5 dan MA-20 nya, muncul long white candle, stochastic bergerak naik dan MACD menuju ke level positif. WOOD menguji resistance selanjutnya di level 785. Cut loss jika break di level 720.

5. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk – RALS

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham RALS masih terkoreksi 2% sejak awal tahun hingga tanggal 22 Oktober 2021 pada harga Rp755 per lembar sahamnya;
  • Saham RALS tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp8 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham RALS dalam 30 hari terakhir mencapai 2.188.437 lot;
  • Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham RALS mencapai 2.188.437, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham RALS dari periode sebelumnya yang tercatat 1.403.389 atau ada peningkatan sebesar 155%;
  • Pada periode kuartal II 2021, RALS mampu mencatat laba bersih sebesar Rp 137,8 miliar dimana jumlah tersebut naik dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat hanya sebesar Rp 5,4 miliar. Pendapatan utama RALS berasal dari penjualan produk departmen store dan supermarketnya secara offine. RALS juga mencoba untuk bekerjasama untuk memasarkan produknya dengan beberapa platform e-commerce seperti Tokopedia, shopee, bukalapak, blibli, JDID, dan lainnya.

Analisis Teknikal

RALS secara teknikal berada dalam fase bullish jangka menengah nya. Stochastic di area netral dan MACD deadcross. RALS berpotensi untuk melemah menguji supportnya di level 720. Resistance terdekat di level 780, kemudian 800. Cutloss jika break 705.

6. PT Sunindo Adipersada Tbk – TOYS

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham TOYS masih terkoreksi 72% sejak awal tahun hingga tanggal 22 Oktober 2021 pada harga Rp172 per lembar sahamnya;
  • Saham TOYS tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp14,8 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham TOYS dalam 30 hari terakhir mencapai 14.674.307 lot;
  • Pada periode kuartal II 2021, TOYS mampu mencatat laba bersih sebesar Rp 480,2 juta. Sepanjang tahun 2021 kinerja ekspor TOYS sangat luar biasa dimana ekspor ke Amerika Serikat mencapai 25%, ke Eropa mencapai 30% dan penjualan ke Australia tercatat 15%, kemudian selain itu ke Timur Tengah dan Asia yang tercatat masing-masing 10% dan 5% serta penjualan ke pasar domestiknya 15%.

Analisis Teknikal

TOYS secara teknikal sejak tanggal 19 Oktober 2021 mulai mencoba untuk rebound dari fase downtrend jangka pendek nya. Stochastic di oversold area. Support di level 167. Resistance di level 193. Cutloss jika break 163.

7. PT Solusi Sinergi Digital Tbk – WIFI

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham WIFI masih terkoreksi 21% sejak awal tahun hingga tanggal 22 Oktober 2021 pada harga Rp650 per lembar sahamnya;
  • Saham WIFI tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp35 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham WIFI dalam 30 hari terakhir mencapai 9.757.388 lot;
  • Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham WIFI mencapai 9.757.388, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham WIFI dari periode sebelumnya yang tercatat 8.411.708 atau ada peningkatan sebesar 115%;
  • Pada periode kuartal II 2021 WIFI masih mampu mencatat laba bersih sebesar Rp 17,8 miliar. Hingga saat ini WIFI telah menyelesaikan pembangunan jaringan infrastruktur serat optik pada jalur Jakarta- Bandung dan Jakarta Bogor. WIFI juga akan meluncurkan aplikasi yang bisa menjadi solusi bagi para pemilik usaha Internet Service Provider (ISP).

Analisis Teknikal

WIFI dalam jangka pendek bergerak konsolidasi dan berpotensi untuk menguji resistance nya di level 700. Saat ini sedang berada di level support nya yaitu 650. Cutloss jika break 645.

8. PT Erajaya Swasembada Tbk – ERAA

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham ERAA melesat 31% sejak awal tahun hingga tanggal 22 Oktober 2021 pada harga Rp635 per lembar sahamnya;
  • Saham ERAA tergolong sangat likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp77 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham ERAA dalam 30 hari terakhir mencapai 25.283.671 lot;
  • Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham ERAA mencapai 25.283.671, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham ERAA dari periode sebelumnya yang tercatat 20.502.610 atau ada peningkatan sebesar 123%;
  • Pada periode Semester 1 2021 penjualan neto ERAA tercatat naik 47,65% year on year menjadi Rp 21,35 triliun dan penjualan bersih nya tercatat Rp 14,46 triliun. ERAA juga akan meningkatkan kinerjanya dengan membentuk perusahaan patungan melalui anak usahanya Erajaya Food & Nourishment (EFN) dengan Paris Baguette. Sepanjang periode semester 1 2021 ini, ERAA telah menyerap Tp 93 miliar alokasi belanja modalnya (capital expenditure) dan ERAA telah menambah 82 toko baru pada periode semester 1 2021 ini.

Analisis Teknikal

ERAA sejak tanggal 5 Oktober 2021 mencoba untuk kembali rebound dari fase bearish jangka pendeknya. Ditutup di atas MA 20, dan membentuk candle doji yang merupakan sinyal indecision. Resistance di level 655. Support di level 630. Cutloss jika break 620.

9. PT Mitra Adiperkasa Tbk – MAPI

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham MAPI naik 5% sejak awal tahun hingga tanggal 22 Oktober 2021 pada harga Rp870 per lembar sahamnya;
  • Saham MAPI tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp18 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham MAPI dalam 30 hari terakhir mencapai 4.590.620 lot;
  • Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham MAPI mencapai 4.590.620, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham MAPI dari periode sebelumnya yang tercatat 3.375.712 atau ada peningkatan sebesar 135%;
  • Sepanjang periode semester 1 2021 ini, MAPI mampu mencatat pertumbuhan pendapatan hingga 33,87% yaitu sebesar Rp 9,13 triliun dibandingkan dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya tercatat Rp 6,82 triliun. MAPI juga kembali menambah portfolio mereknya dengan menghadirkan merek perabotan rumah tangga asal Thailand yaitu Index Living Mall. Dengan area seluas 1.550 meter2 di dalam SOGO Plaza Senayan dan seluas 1.400 m2 di SOGO Kota Kasablanka. Index Luving Mall menyediakan rangkaian produk home, mulai dari home furniture, home decor hingga appliances.

Analisis Teknikal

MAPI secara teknikal pada jangka menengahnya berada dalam fase bullish. Muncul pola candlestick bearish engulfing yaitu sinyal bearish continuation. Stochastic di area overbought dan MACD di level positif. MAPI ada potensi untuk menuju support nya di level 850. Resistance di level 915. Cutloss jika break level 815.

10. PT Astra Otoparts Tbk – AUTO

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham AUTO naik 2% sejak awal tahun hingga tanggal 22 Oktober 2021 pada harga Rp1.150 per lembar sahamnya;
  • Saham AUTO tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp2,6 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham AUTO dalam 30 hari terakhir mencapai 487.241 lot;
  • Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham AUTO mencapai 487.241, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham AUTO dari periode sebelumnya yang tercatat 388.294 atau ada peningkatan sebesar 125%;
  • Pada periode kuartal II 2021, AUTO mampu mencatat laba bersih sebesar Rp 267,1 miliar dimana jumlah tersebut naik dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang masih mencatat kerugian bersih sebesar Rp 296,1 miliar.

Analisis Teknikal

Secara teknikal AUTO sejak 29 September 2021 mulai rebound dan bergerak bullish dari fase sideways jangka pendeknya. Terdapat pola candle doji yang merupakan sinyal indecision. Ditutup di atas MA 20 nya. MACD di level positif. Resistance AUTO 1175. Support di level 1140. Cutloss jika break 1120.

DisclaimerInvestasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait