Analisis Saham

Saham Sektor Barang Baku Potensial Sepekan (21 – 25 Feb 2022)

Saham Sektor Barang Baku Potensial

Ajaib.co.id – Emiten sektor barang baku dapat menjadi pilihan di tengah apiknya kinerja ekspor Indonesia. Kenaikan permintaan dan tingginya harga komoditas global menjadi faktor utama Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tahun 2021 mencatatkan surplus mencapai US$13,5 miliar atau meningkat 419% secara YoY. Kenaikan ekspor sektor non-migas tercermin pada komoditas seperti, besi dan baja naik 90,8% YoY, biji logam naik 73,5% YoY, dan bahan kimia naik 74,4% YoY.  

Berikut saham-saham sektor barang baku yang menarik dicermati pada perdagangan bursa tanggal 21-25 Februari 2022: 

Berikut analisa teknikal yang dibuat pada harga penutupan Jumat, 18 Februar 2022, serta sentimen positif apa saja yang mempengaruhi saham-saham tersebut dan prospek bisnis emiten tiap-tiap saham.

1. PT  Polychem Indonesia Tbk – ADMG

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham ADMG naik 4% dalam 1 tahun terakhir per tanggal 18 Februari 2022 pada harga Rp185 per lembar sahamnya;
  • Saham ADMG tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan Januari 2022 sebesar Rp174 juta per harinya;
  • Volume perdagangan saham ADMG di sepanjang bulan Januari 2022 mencapai 194.224 lot;
  • Kinerja ADMG sepanjang 9M-2021 mencatat laba bersih yang naik menjadi US$4,3 juta dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat rugi bersih sebesar US$21,3 juta.

Analisis Teknikal

Secara teknikal ADMG mulai bergerak uptrend sejak awal februari. Ditutup di atas MA MA 20 hari. Stochastic bergerak naik pada zona overbought sejalan dengan peningkatan indikator volume serta MACD histogram. ADMG menguji resistance terdekat di level 198, cut loss jika break di level 177.

2. PT Surya Esa Perkasa Tbk – ESSA

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham ESSA melesat 180% dalam 1 tahun terakhir per tanggal 18 Februari 2022 pada harga Rp680 per lembar sahamnya;
  • Saham ESSA tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan Januari 2022 sebesar Rp28 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham ESSA di sepanjang bulan Januari 2022 mencapai 11.778.035 lot;
  • Kinerja ESSA sepanjang 9M-2021 mencatat laba bersih yang naik menjadi US$8,1 juta dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat rugi bersih sebesar US$14,5 juta.

Analisis Teknikal

Secara teknikal ESSA mulai bergerak uptrend sejak awal februari. Ditutup di atas MA 20 & 50 hari. Stochastic naik pada zona overbought sejalan dengan indikator volume terbatas dalam sepekan sementara MACD masih dalam area positif. ESSA menguji resistance terdekat di level 715, cut loss jika break di level 590.

3. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk – ISSP

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham ISSP melesat 99% dalam 1 tahun terakhir per tanggal 18 Februari 2022 pada harga Rp420 per lembar sahamnya;
  • Saham ISSP tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan Januari 2022 sebesar Rp8,2 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham ISSP di sepanjang bulan Januari 2022 mencapai 4.488.209 lot;
  • Kinerja ISSP sepanjang 9M-2021 mencatat laba bersih naik 801% menjadi Rp445.5 miliar dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp49,4 miliar

Analisis Teknikal

Secara teknikal ISSP mulai bergerak uptrend secara major trend 2 tahun terakhir. Harga terakhir Ditutup di atas MA 20 & 50 hari sejalan dengan penguatan Indikator volume serta MACD. ISSP menguji resistance terdekat di level 456, cut loss jika break di level 396.

4. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk – KRAS

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham KRAS masih terkoreksi 46% dalam 1 tahun terakhir per tanggal 18 Februari 2022 pada harga Rp680 per lembar sahamnya;
  • Saham KRAS tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan Januari 2022 sebesar Rp3,2 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham KRAS di sepanjang bulan Januari 2022 mencapai 1.782.164 lot;
  • Kinerja KRAS sepanjang 9M-2021 mencatat laba bersih senilai US$59,7 Juta dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat rugi bersih sebesar US$27,3 juta.

Analisis Teknikal

Secara teknikal KRAS dalam fase konsolidasi jangka pendek. Harga terakhir Ditutup di atas MA 20 hari sejalan dengan penguatan Indikator volume serta potensi crossover MACD centerline. KRAS menguji resistance terdekat di level 414, cut loss jika break di level 368.

5. PT Pelat Timah Nusantara Tbk – NIKL

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham NIKL masih terkoreksi 34% dalam 1 tahun terakhir per tanggal 18 Februari 2022 pada harga Rp925 per lembar sahamnya;
  • Saham NIKL tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan Januari 2022 sebesar Rp378 juta per harinya;
  • Volume perdagangan saham NIKL di sepanjang bulan Januari 2022 mencapai 84.279 lot;
  • Dalam 1 bulan terakhir di bulan Januari 2022 kemarin total volume perdagangan saham NIKL mencapai 84.279, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham NIKL dari bulan sebelumnya yang tercatat 80.983 atau ada peningkatan mencapai sebesar 5% MoM;
  • Kinerja NIKL sepanjang 9M-2021 berhasil mencatat laba bersih senilai US$4,7 Juta dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat rugi bersih sebesar US$1,1 juta.

Analisis Teknikal

Secara teknikal NIKL dalam fase konsolidasi jangka pendek. Harga terakhir Ditutup di atas MA 20 hari sejalan dengan penguatan Indikator volume serta potensi crossover MACD centerline. NIKL menguji resistance terdekat di level 990, cut loss jika break di level 895.

6. PT Wijaya Karya Beton Tbk – WTON

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham WTON masih terkoreksi 32% dalam 1 tahun terakhir per tanggal 18 Februari 2022 pada harga Rp238 per lembar sahamnya;
  • Saham WTON tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan Januari 2022 sebesar Rp1,6 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham WTON di sepanjang bulan Januari 2022 mencapai 1.472.923 lot;
  • Kinerja WTON sepanjang 9M-2021 mencatat laba bersih sebesar Rp54 miliar. Laba bersih tersebut sedikit lebih kecil dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp54,9 miliar

Analisis Teknikal

Secara teknikal WTON dalam skenario pembentukan double bottom patterns. Harga terakhir Ditutup di atas MA 20 hari sejalan dengan penguatan Indikator volume serta MACD histogram. WTON menguji resistance terdekat di level 256, cut loss jika break di level 232.


Riset oleh Tim Financial Expert Ajaib Sekuritas:

  • Chisty Maryani
  • Fadli Julian
  • Ratih Mustikoningsih
  • M. Syahrizannas

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait