Investasi

Punya Dana Lagi Nganggur? Pilih Investasi Berikut Ini

Lagi Nganggur

Ajaib.co.id – Dalam berinvestasi memang kita disarankan untuk menggunakan dana yang lagi nganggur atau biasanya dikenal dengan uang dingin. Di mana, dana tersebut merupakan sejumlah uang yang bisa berasal dari hasil tabunganmu selama ini.

Hal ini memang sangat disarankan oleh banyak pakar keuangan yang ada di luar sana agar kegiatan investasi yang kamu lakukan tidak membebani pos-pos keuanganmu lainnya.

Sebagai kaum milenial yang masih memiliki banyak waktu untuk mengamankan masa depanmu secara finansial, kamu bisa mempersiapkan perencanaan keuangan mulai dari sekarang.

Setidaknya, bagi kamu yang baru mulai terjun dalam dunia kerja, kamu masih memiliki waktu atau usia produktif hingga 20-30 tahun ke depan. Di Indonesia, batas usia pensiun di sebuah perusahaan umumnya berada di usia 55 tahun.

Bila kamu saat ini memiliki dana yang lagi nganggur, kamu bisa menggunakan uang tersebut untuk menumbuhkan nilai tabunganmu tersebut dengan cara berinvestasi di berbagai jenis instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan investasimu.

Hal ini sama halnya seperti kamu sedang nggangur yang ingin berupaya keras untuk bisa memperoleh pekerjaan baru agar bisa menunjang kehidupanmu sehari-hari.

Analogi ini bisa digunakan untuk membuat dana menganggur yang dimiliki bekerja untuk kamu guna mendapatkan passive income.

Nah bagi kamu yang memiliki dana menganggur saat ini, setidaknya kamu bisa melihat peluang investasi dari berbagai instrumen investasi berikut ini:

1. Saham

Harga IHSG memang sempat anjlok beberapa waktu lalu. Namun setelah adanya pelonggaran dari kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa pandemi Covid-19 di sejumlah daerah, khususnya Jakarta, hal ini berimbas positif bagi pasar modal yang mulai berangsur-angsur pulih.

Roda perekonomian mulai normal kembali. Misalnya penggunaan transportasi umum sudah bisa digunakan oleh masyarakat dan banyak mal yang telah beroperasi.

Bila kamu memiliki tujuan investasi untuk jangka panjang, investasi saham adalah instrumen investasi yang benar-benar cocok, serta memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi setidaknya lebih dari 5 tahun.

Mungkin sebagai investor pemula yang baru ingin menempatkan dananya di produk pasar modal, tentunya rasa bingung pasti akan melanda dirimu ketika ingin memilih 1-3 saham berbeda dari ratusan emiten yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait kesehatan perusahaan, analisa fundamental, dll.

Solusi dari kesulitan dalam memilih 1-3 saham berbeda dari ratusan emiten yang ada saat ini bisa kamu atasi dengan berinvestasi melalui platform investasi online, Ajaib.

Dengan berinvestasi lewat Ajaib, semua pendaftaran hingga pembelian saham bisa dilakukan 100% secara online. Selain itu, saham-saham yang bisa dibeli di Ajaib juga dilengkapi fitur informasi yang lengkap untuk memudahkan pengguna untuk membeli saham-saham tersebut.

Sebagai pemula, kamu bisa memulai investasi saham-saham blue chip yang memang dikenal memiliki kapitalisasi pasar yang besar.

2. Reksa Dana

Produk reksa dana memang tidak menjanjikan tingkat pengembalian yang lebih besar dibanding saham. Namun, reksa dana memiliki kelebihan dari biaya investasi yang relatif kecil mulai Rp10.000.

Bila kamu berinvestasi di reksa dana online, kamu bisa melakukan pembelian langsung di aplikasi investasi online misalnya Ajaib. Kamu bisa memilih jenis reksa dana yang sesuai dengan tujuan investasimu.

Contohnya, kamu ingin memakai dana yang lagi nganggur tersebut untuk tujuan keuangan jangka pendek di bawah 1 tahun. Pilihan jenis reksa dana yang cocok adalah reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap.

Sedangkan, untuk tujuan investasi jangka panjang kamu bisa membeli produk reksa dana saham. Pembelian reksa dana tersebut bisa kamu sesuaikan dengan tujuan investasimu dengan melihat prospek dari kinerja reksa dana tersebut.

3. Emas

Tidak ada yang memungkiri bahwa emas adalah instrumen investasi yang kebal akan inflasi.

Sebagai buktinya, komoditas emas banyak diinvestasi oleh banyak investor sukses di luar sana saat melewati ganasnya krisis finansial 2008, dan dikenang oleh para investor sebagai salah satu krisis finansial terparah sepanjang sejarah.

Belum lagi adanya kabar bahwa sejumlah bank sentral menyimpan emas dalam jumlah yang banyak sebagai cadangan devisa, selain mata uang asing dolar Amerika Serikat.

Kamu bisa menggunakan uang yang lagi nganggur milikmu untuk dibelikan sejumlah gram emas di toko emas tepercaya yang ada di Indonesia. Emas bisa kamu simpan lebih dari 5 tahun untuk memperoleh tingkat pengembalian yang lebih maksimal.

4. Obligasi

Obligasi merupakan produk pasar modal yang diterbitkan oleh pemerintah, BUMN, dan perusahaan swasta. Jenis investasi ini memiliki kelebihan dari sisi keamanan dan biaya investasi yang ditawarkan.

Minimal Rp1 juta kamu sudah membeli SBR, tentunya biaya pembelian obligasi ini masih dinilai cukup terjangkau bagi anak-anak muda milenial yang baru mulai bekerja.

Kamu bisa memaksimalkan investasi obligasi dengan memperoleh bunga (kupon) secara periodik dan bisa diinvestasikan kembali ke berbagai jenis instrumen investasi lainnya yang aman seperti deposito dan reksa dana.

Komposisi Portofolio Investasi

Dari banyaknya peluang investasi yang bisa kamu tanamkan modalnya dari dana menggangur yang dimiliki, setidaknya kamu bisa mempertimbangkan untuk berinvestasi sebesar 60% di saham, dan 40% lainnya di produk-produk derivatif.

Mengapa? Karena investasi sahammu bisa digunakan berinvestasi jangka panjang sehingga memiliki komposisi investasi yang lebih besar dan menjanjikan tingkat pengembalian yang besar pula bila lebih dari 5 tahun lamanya.

Seperti halnya saham BBRI, di mana bila kamu secara konsisten menahannya untuk tidak dijual selama 10 tahun, kamu bisa untung sebesar 965% atau lebih dari 9 kali lipat dari harga beli pada periode awal 2009 hingga 7 Agustus 2019.

Hal ini bisa menjadi bukti bahwa saham merupakan investasi jangka panjang yang selalu cenderung menghasilkan keuntungan lebih besar daripada trading harian, bila skema investasinya lebih dari 5 tahun.

Artikel Terkait