Banking

Perbedaan Tukar Uang di Money Changer, Forex, dan Bank

Ajaib.co.id – Tukar uang asing bisa dilakukan di money changer, forex, hingga bank. Namun apa perbedaannya? Cek di bawah ini.

Ketika berwisata ke negara lain, pelancong harus mempersiapkan uang di negara tersebut. Sebenarnya ia bisa saja tak perlu membawa uang fisik.

Jika ingin membeli sesuatu, gunakan saja kartu kredit. Namun tak semua transaksi bisa dilakukan dengan kartu tersebut.

Ada baiknya, pelancong membawa uang fisik secukupnya sebelum ke luar bandara negara tujuan. Ia dapat menukarkan uang asing sebelum berangkat. Misal di bank, money changer, atau forex. Apa perbedaannya? Lebih untung yang mana?

Bank

Bank merupakan pemberi jasa keuangan kepada nasabah yang ingin menyimpan uang, kredit usaha, kredit untuk individu, hingga penukaran uang asing.

Berdasarkan kanal YouTube Bank Indonesia (21/08/2019), bank termasuk Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA). KUPVA dibagi dua, bank dan bukan bank.

Proses tukar uang di bank cukup mudah. Beli atau jual mata uang asing berdasarkan kurs saat itu. Bank menggunakan kurs secara real time, sehingga pada hari yang sama nilai tukarnya bisa berubah-ubah.

Kini tukar uang asing tak perlu pergi ke bank. Karena bank memiliki sistem tukar uang melalui aplikasi. Misalnya Jenius dari Bank BTPN dan eBrach dari BCA.

Jenius memberikan layanan penukaran, pembayaran, dan penyimpanan dapat dilakukan di aplikasi. Sedangkan eBranch hanya memberikan penukaran dan pembayaran di aplikasi. Selanjutnya nasabah harus mengambil uang ke bank.

Money Changer

Money changer adalah KUPVA Bukan Bank (KUPVABB). Tukar uang asing di sini pun tak kalah mudah. Untuk membeli mata uang asing, kamu bisa menukarkan rupiah atau menggunakan kartu debit (tetapi tidak semua money changer menerima pembayaran dengan kartu debit) sesuai kurs saat itu.

Pada umumnya, masyarakat lebih nyaman tukar uang di money changer. Karena nilai kurs lebih rendah dibanding bank. Di money changer hanya melayani proses jual dan beli uang asing. Berbeda dengan bank yang melayani jasa keuangan lain.

Namun yang harus diperhatikan adalah pilih money changer legal atau telah mengantongi izin dari BI. Cirinya di kantor money changer tersedia logo KUPVABB yang dilengkapi dengan bahasa dan QR Code. Kamu bisa cek kode tersebut.

BI menyarankan masyarakat agar tak tergiur kurs rendah dan menyampingkan izin money changer. Tukar uang asing di money changer berizin BI menghindari risiko penipuan serta uang palsu.

Forex

Foreign exchange (forex) adalah penukaran valuta asing (valas). Biasanya, forex digunakan untuk trading atau istilahnya forex trading. Proses ini tak sekadar beli atau jual, melainkan memburu untung antara selisih harga beli dan jual.

Forex trading dilakukan secara daring. Sehingga kamu tak perlu membawa uang ke bank dan kegiatan beli jual mata uang asing dapat dilakukan di mana dan kapan saja, selama pasar trading beroperasi.

Jadi ketika tukar uang asing dilakukan di forex, kamu bisa mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu, tak sedikit orang yang menginvestasikan dananya pada forex trading. Namun kegiatan ini bisa membuatmu rugi, apalagi kalau kamu tak piawai menganalisis pasar forex.

Investasi Selain Forex Trading

Investasi yang menawarkan proses sederhana tak hanya forex trading. Ada investasi logam mulia dan reksa dana yang tak simpel.

●     Logam Mulia

Membeli logam mulia atau emas merupakan cara investasi yang populer dan sangat mudah. Pasalnya, kamu bisa mendatangi Butik Emas Antam, Pegadaian, atau toko emas terpercaya dan membeli sejumlah lempengan emas yang diinginkan.

Untuk penyimpanan, kamu bisa menyimpan emas di brankas rumah. Namun jika ingin menghindari risiko rumah kemalingan atau bencana alam, gunakan jasa penyimpanan emas dari bank, Pegadaian, atau PT Antam. Biasanya iuran jasa dipatok per tahun.

Investasi emas sangat populer karena emas adalah safe haven. Alasannya nilai emas cenderung naik tiap tahunnya, likuiditas tinggi, dan ketika ekonomi dunia tak menentu, harga emas bisa meroket. Seperti saat pandemi Covid-19 atau adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Namun keuntungan emas dapat kamu peroleh minimal setelah lima tahun. Karena selisih harga beli dan jual cukup signifikan. Jadi buat kamu yang memiliki rencana jangka menengah, investasi emas adalah pilihan tepat.

●     Reksa Dana

Reksa dana adalah salah satu investasi yang menghimpun dana para investor, lalu dana tersebut dikelola oleh Manajer Investasi (MI) untuk dialokasikan pada portofolio efek. Investasi ini juga mudah dilakukan, karena sekarang bisa berinvestasi reksa dana melalui daring.

Caranya daftar platform reksa dana, seperti Ajaib. Ikuti langkah-langkah pendaftaran sebagai investor. Jika pendaftaran selesai dan telah diversifikasi, lanjutkan dengan memilih produk reksa dana.

Reksa dana memiliki empat jenis, yaitu pasar uang, pendapatan tetap, saham, dan campuran. Apapun jenisnya, investasi reksa dana mulai Rp100.000. Lalu pilih produk yang sesuai profil risiko dan tujuanmu.

–      Reksa dana pasar uang: reksa dana jenis ini cocok untuk investor dengan profil risiko konservatif, tak ingin pergerakan investasi fluktuatif, tetapi ingin imbal hasil stabil, meski nilainya rendah. Investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen pasar uang cocok untuk tujuan jangka pendek atau kurang satu tahun.

–      Reksa dana pendapatan tetap: mengalokasikan dana pada portofolio efek bersifat utang, imbal hasil lumayan menjanjikan, walau risikonya agak sedikit tinggi. Buat kamu yang bertipe moderat dan memiliki tujuan jangka menengah, cek jenis investasi ini.

–      Reksa dana saham: bagi kamu yang bertipe investor agresif, tak takut rugi, menginginkan imbal hasil tinggi, dan tujuan jangka panjang, pertimbangkan untuk memilih reksa dana saham. Seperti namanya, reksa dana saham mengalokasikan dana pada saham yang pergerakannya sangat fluktuatif.

–      Reksa dana campuran: reksa dana ini mengalokasikan dana pada portofolio efek dan efek utang. Investasi cocok dimiliki oleh kamu yang bertipe moderat-agresif.

Hal yang perlu kamu perhatikan adalah berinvestasilah di tempat aman. Maksudnya, pastikan platform investasi plus MI telah berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Artikel Terkait