Ekonomi

Pentingnya Literasi Keuangan pada Kaum Muda dan Para Senior

Ajaib.co.id – Tingkat literasi keuangan di Indonesia masih di urutan buntut menurut Programme for International Student Assessment (PISA). Ketidaktahuan akan produk layanan jasa keuangan membuat banyak orang ragu untuk bergerak ke inklusi keuangan yang indikatornya adalah penggunaan layanan jasa keuangan.

Kebanyakan fresh graduate yang baru mulai bekerja kebingungan untuk mulai belajar manajemen keuangan dari mana. Mungkin juga ada yang belum sadar pentingnya manajemen keuangan sampai menjelang usia pensiun. Bagi kalian yang sudah menjabat manajer tapi masih belajar keuangan, belum terlambat, kok.

Di Kanada, ada Yayasan Canadian Foundation for Economic Education (CFEE) yang fokus untuk literasi keuangan bagi pemuda-pemudi, imigran, dan senior. Kebutuhan literasi keuangan CFEE yang paling populer adalah bagi para senior. Mereka yakin warga senior bisa lebih menikmati pensiun jika memahami manajemen keuangan hasil jerih payah mereka.

Inilah beberapa saran yang biasa dibahas literasi keuangan untuk pensiun yang lebih baik dari Investor Group Wealth Management.

Merancang Tujuan Finansial

Anggaran dan perencanaan adalah alat yang paling membantu untuk merancang tujuan yang realistis bagi pensiun jenis apapun. Jika perusahaan tempatmu bekerja sudah bekerja sama dengan yayasan atau lembaga dana pensiun, manfaatkan dengan maksimal, ya.

Memahami Pensiun

Lebih baik merencanakan bertahun-tahun ke depan tanpa khawatir kehabisan uang. Warga senior perlu mempelajari keuntungan yang akan mereka dapatkan, syarat yang harus mereka penuhi, berapa banyak imbal balik yang akan diterima, dan berapa lama keuntungan tersebut dapat dinikmati.

Merencanakan Gaya Hidup

Anggaran ini disesuaikan dengan tujuanmu, misalnya untuk perjalanan atau renovasi rumah, sambil tetap menghasilkan uang.

Perencanaan Estate

Saran tentang cara pengelolaan properti tidak pernah cukup atau kadaluarsa.

Membina Komunitas dan Belajar Bersama

Workshop atau lokakarya yang diselenggarakan CFEE ini bekerja sama dengan komunitas-komunitas yang ingin mempelajari tentang dana pensiun. Acara ini menarik banyak orang terutama mereka yang akan atau sudah pensiun.

Mereka yang ingin merencanakan masa tua mencari tahu strategi yang tepat untuk memperbaiki gaya hidup mereka agar bisa mendapat masa tua yang diinginkan.

Belajar bersama dengan orang-orang yang sepemikiran membuat suasana diskusi yang hangat dan terbuka. Hal ini juga membantu para senior bahwa mereka tidak sendirian dalam mencari ilmu tentang keuangan.

Pengetahuan adalah Kekuatan

Mungkin bagi kalian yang sudah paham keuangan kadang masih suka bingung dengan istilah-istilah dalam teknologi finansial. Apalagi mereka yang masih menyimpan uang di bawah bantal.

Angka literasi keuangan dan inklusi keuangan tahun 2019 kemarin cukup meningkat sebesar 8,33% untuk pengetahuan tentang keuangan (literasi keuangan) dan akses terhadap produk dan layanan finansial (inklusi keuangan) sebesar 8,39% (Sikapi OJK).

Layanan jasa keuangan bukan hanya tentang perbankan, ada pasar modal, hingga Industri Keuangan Non-Bank (INKB) seperti asuransi, lembaga pembiayaan, dana pensiun, pegadaian, dan lainnya.

Hasil survei OJK tahun 2019 lalu menunjukkan pengetahuan paling tinggi pada sektor perbankan (36,12%), kedua adalah sektor asuransi (19,4%) dan paling kecil diketahui adalah lembaga keuangan mikro (0,85%).

Menariknya, survei ini menyebutkan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan pria lebih tinggi sekitar 3% dibanding wanita. Wah, Ladies, jangan mau kalah!

Tantangan tebesar pada literasi dan inklusi keuangan ini adalah kemalasan dalam membaca (kompas.com). Padahal ilmu tentang keuangan tidak hanya dari buku, loh. Sumber ilmu itu bisa juga dari film-film tentang keuangan yang bukan hanya membantumu melepas stres, tapi juga bisa menambah pengetahuan.

Bagi kamu yang suka berselancar di media sosial, coba buka Instagram kamu dan cek akun media sosial Instagram Ajaib. Kamu bisa menikmati ilmu lewat layanan Live dengan narasumber yang profesional di bidang keuangan. Menarik, bukan?

Literasi Keuangan di Indonesia

Indonesia menjadi salah satu negara dengan literasi keuangan peringkat akhir menurut Programme for International Student Assessment (PISA). Horas Tarihoran, Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan, mengungkapkan hal ini wajar karena pengenalan akan keuangan tidak dikenalkan sejak dini. Bahkan AS sebagai negara adidaya pun tingkat literasinya lebih rendah dari tingkat inklusinya (merdeka.com).

Inklusi keuangan meningkat sejak maraknya teknologi finansial yang bisa diakses lewat ponsel. Aplikasi-aplikasi layanan jasa keuangan pun bermunculan dan membantu angka inklusi keuangan. Seperti Ajaib, misalnya, kamu yang baru mulai berinvestasi pun bisa mencoba dengan kemudahan yang ditawarkan.

Kini kamu bisa membeli produk reksa dana dengan OVO, jadi sambil kamu tidak perlu lagi repot, cukup daftarkan nomor ponsel yang ada akun OVO dan kamu bisa membeli produk reksa dana atau saham. Ibarat menabung, kamu bisa memilih sendiri produk yang profil risikonya sesuai dengan keuanganmu. Tarik dana ke rekeningmu pun gratis untuk mempermudah transaksimu.

Sesuai dengan visi Ajaib untuk mendorong angka investasi di Indonesia, ada kanal khusus untuk berdiskusi juga ada materi belajar yang bermanfaat bagi investor pemula. Dengan tampilan yang sederhana, Ajaib membuat proses investasi terlihat lebih mudah dan nyaman.

Ketika kamu membuka rekening saham bisa dilakukan 100% daring, transaksi pun daring, lalu akan ada pengingat tentang naik atau turun juga jual atau beli saham yang kamu beli.

Mungkin kamu waswas karena segala sesuatu yang mudah agak memancing kecurigaan. Tenang saja, Perusahaan Ajaib terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Indonesia Stock Exchange (IDX) sehingga keamanannya terjamin. Ingat, ilmu pengetahuan paling baik dipelajari saat dipraktikkan, ayo coba berinvestasi sekarang untuk masa depan yang tenang!

Artikel Terkait