Saham

Pengertian Free Float Saham dan Contohnya

Free Float Saham

Ajaib.co.id – Apakah kamu sering mendengar atau membaca kata free float saham saat membaca tentang artikel-artikel investasi? Free float memang banyak dibahas di banyak artikel tentang investasi.

Berikut adalah pengertian tentang free float saham beserta contohnya, agar referensimu semakin luas dan kamu semakin jago investasi saham.

Apa Itu Free Float?

Juga dikenal sebagai public float, free float mengacu pada jumlah saham sebuah perusahaan yang dimiliki oleh investor publik. Tidak termasuk saham lock-in yang dipegang oleh manajer dan pejabat perusahaan, investor berkepentingan, pemerintah, dan pihak swasta lainnya.

Sederhananya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan jumlah saham yang tersedia untuk publik yang untuk diperdagangkan di pasar sekunder. Terkadang, angka ini dianggap sebagai cara yang lebih baik untuk menentukan kapitalisasi pasar, karena memberikan representasi yang lebih akurat dari nilai perusahaan menurut investor publik.

Di Mana Kamu Pernah Dengar Tentang Free Float?

Jika kamu membeli saham sebuah perusahaan atau tertarik berinvestasi ke saham, kamu akan menemukan istilah ‘free float‘, karena membawa signifikansi penting bagi calon investor ketika membuat keputusan investasi.

Apa yang Perlu Kamu Ketahui?

Istilah ini penting bagi calon investor karena memberikan wawasan tentang volatilitas saham perusahaan. Bagaimana cara kerjanya? Itu semua tergantung pada ukuran free float. Biasanya, perusahaan dengan free float yang lebih besar diketahui lebih tidak stabil. 

Di sisi lain, saham dengan free float yang lebih kecil cenderung lebih fluktuatif, menunjukkan likuiditas yang terbatas dan bid-ask yang lebih luas, karena terbatasnya jumlah lembar saham yang tersedia untuk diperdagangkan. 

Biasanya, investor institusional memilih untuk berinvestasi dengan free float yang lebih besar. Karena mereka dapat memperdagangkan sejumlah besar saham tanpa membuat dampak besar pada harga saham perusahaan.

Free floating memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan akses ke sumber modal baru dengan memungkinkan investor publik memasukkan uang mereka ke dalam bisnis. Modal ini kemudian dapat digunakan untuk memperluas dan mengembangkan bisnis, serta meningkatkan laba perusahaan.

Cara Menghitung

Umumnya, ketika menghitung ukuran free float, maka perusahaan yang diprivatisasi, kepemilikan besar manajer perusahaan, pemegang saham pendiri, dan pemerintah dikecualikan atau dikeluarkan dari hitungan. 

Oleh karena itu, free float dihitung dengan mengurangi saham yang locked-in dari saham yang beredar atau outstanding shares. Seperti inilah rumus perhitungan free float:

Free Float = Outstanding Shares – Restricted Shares – Closely-held Shares

Apa saja:

●       Outstanding Shares atau saham yang beredar mengacu pada jumlah saham yang dimiliki oleh semua pemegang saham perusahaan.

●       Restricted Shares atau saham yang dibatasi mengacu pada saham yang tidak dapat ditransfer sampai kondisi tertentu terpenuhi. Saham yang dibatasi umumnya dipegang oleh manajemen perusahaan, seperti eksekutif dan direktur.

●       Closely-held Shares atau saham yang dipegang erat mengacu pada saham yang biasanya dimiliki untuk jangka waktu yang sangat lama. Contohnya termasuk pemegang saham utama jangka panjang dan orang dalam di perusahaan.

Contoh Free Float

Perusahaan A adalah perusahaan publik dengan 1.000.000 investor dengan kepemilikan saham resmi. Saat ini, seperti yang ditunjukkan pada neraca perusahaan, total saham biasa yang beredar (outstanding shares) berjumlah 500.000 (50.000 di antaranya dipegang oleh CEO dan CFO perusahaan) sementara 80.000 saham disimpan dalam perbendaharaan. Tentukan float gratis Perusahaan A.

Informasi yang diberikan di atas diilustrasikan sebagai berikut:

●       Saham resmi: 1.000.000

●       Saham beredar (Outstanding Shares): 500.000

●       Saham yang dibatasi / dipegang erat (Closely-held Shares): 50.000

●       Saham treasury/perbendaharaan: 80.000 

Maka, free float dari Perusahaan A adalah 450.000 lembar (500.000 – 50.000).

Manajemen perusahaan dapat mengontrol jumlah saham yang beredar. Sebagai contoh, sebuah perusahaan dapat meningkatkan free float dengan melakukan stock split atau menjualnya dalam penawaran sekunder.

Ketika saham terbatas menjadi tidak dibatasi setelah mengikuti prosedur tertentu, mereka juga dapat meningkatkan free float dengan menambahkan lebih banyak saham publik ke pasar saham. Demikian juga, jika sebuah perusahaan memutuskan untuk melakukan pembelian kembali saham atau reverse stock split, itu dapat mengurangi free float-nya.

Menentukan Persentase Free Float

Juga dikenal sebagai persentase float dari total saham beredar (outstanding shares), dan hanya menunjukkan persentase saham beredar yang diperdagangkan secara bebas.

Persentase Free Float = Free Float / Outstanding Shares

Dalam contoh sebelumnya, persentase free float akan menjadi 90% (450.000 / 500.000).

Cara Menambah atau Mengurangi Volume Free Float

Saham perusahaan yang beredar dapat berkurang atau meningkat karena keputusan manajemen. Sebagai contoh, sebuah perusahaan dapat meningkatkan free float dengan menjual saham dalam penawaran sekunder atau melakukan stock split.

Selain itu, karena saham yang dibatasi menjadi tidak dibatasi, saham yang tidak dibatasi meningkatkan free float. Sebaliknya, perusahaan dapat menguranginya dengan melakukan pembelian kembali saham atau stock split terbalik.

Pentingnya Free Float untuk Investor

Free float suatu saham sangat diperhatikan oleh investor dan merupakan metrik penting ketika memilih saham. Secara umum, jumlah saham free float-nya kecil jarang diinvestasikan oleh investor institusi. Ini karena saham seperti itu biasanya lebih tidak stabil daripada saham dengan float besar.

Selain itu, saham yang memiliki float kecil umumnya menunjukkan spread bid-ask yang lebih luas dan likuiditas terbatas karena terbatasnya ketersediaan saham di pasar.

Itu dia penjelasan tentang free float saham yang bisa kamu pelajari, apakah kamu sudah mengerti arti dan contoh dari free float?

Artikel Terkait