Pendapatan Naik 26%, Kenapa Saham MAIN Malah Turun?

Agustus 2019 Saham ITMG Terjun Bebas, Apa Alasannya?
Agustus 2019 Saham ITMG Terjun Bebas, Apa Alasannya?

PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) merupakan perusahaan yang bergerak di industri pakan ternak dan peternakan anak ayam (DOC/Day Old Chicken). Pada Agustus 2019, saham MAIN mendapatkan kenaikan pendapatan yang sangat besar.

Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1998 dengan induk perusahaan Leong Hup International Sdn. Bhd, sebuah perusahaan yang didirikan di Malaysia.

Mengutip dari Kontan, MAIN membukukan pertumbuhan pendapatan 26% secara tahunan menjadi Rp3,87 triliun pada semester I-2019. Pada paruh pertama tahun lalu, perusahaan ini mencatatkan pendapatan Rp3,07 triliun.

Tercatat, sebanyak 65,4%, pertumbuhan MAIN ditorehkan oleh segmen pakan. Bisnis pakan tumbuh 33,6% secara year on year (yoy), dari Rp1,9 triliun menjadi Rp 2,53 triliun.

Kemudian, kenaikan disusul oleh segmen bisnis anak ayam (itik usia sehari) yang mencatatkan pertumbuhan terbesar kedua, yakni sebesar 31% yoy menjadi Rp722,11 miliar. Pada periode sama tahun sebelumnya, pendapatan dari bisnis ini baru mencapai Rp551,13 miliar.

Berbanding terbalik dengan itu semua, penjualan pada segmen bisnis ayam pedaging atau ayam broiler turun 3,6% yoy menjadi Rp432,6 miliar. Hal ini disebabkan oleh turunnya harga ayam potong di tingkat peternak pada bulan Ramadan hingga mencapai Rp6.000 per kilogram.

Kenapa Harga Saham MAIN Turun?

Menurut Michael, penurunan harga ini disebabkan oleh pasokan ayam broiler dan day-old-chicken (DOC) saat Ramadan yang berlebih tapi tidak diimbangi dengan besarnya permintaan. Perlu diketahui, harga tersebut berada di bawah harga acuan pembelian yang ditetapkan Permendag Nomor 96 Tahun 2018, yakni Rp18.000 per kilogram sampai  20.000 per kilogram. 

Kendati mendapat laba yang cukup besar, Indeks Kompas100, pada 9 Agustus lalu menyebut saham MAIN turun harga hingga 27,6% menjadi Rp1.010 per saham.  Namun tak perlu khawatir, sebab permintaan hewan ternak masih tinggi di Indonesia.

Hal itu dibuktikan dengan harga samah produsen MAIN yang ramai dicari investor pada 7 Agustus 2019.

Seorang analis Profindo Sekuritas Indonesia, Michael Filbery memprediksi pendapatan MAIN akan mencapai Rp7,39 triliun atau meningkat 10,21% yoy. Berdasarkan metode Free Cash Flow to Firm (FCFF), Michael memproyeksi target harga MAIN hingga akhir tahun mencapai Rp 1,290 per saham dengan tingkat PER 14,11x dan PBV 1.40x.

Michael juga menilai kinerja segmen broiler MAIN pada semester 2-2019 akan membaik seiring inisiasi pemerintah untuk menstabilkan harga jual DOC dan ayam di tingkat peternak. 

Serta dinamika supply-demand melalui kebijakan culling (menghentikan kelebihan pasokan ayam) yang kembali dilakukan oleh pemerintah,” ucap dia dalam risetnya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa harga saham ini turun karena perusahaan ternak ayam ini memiliki stok yang berlebih namun tidak diimbangi dengan naiknya permintaan pasar.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Tags: , ,
Buat Deposit Pertama Sekarang
Artikel Terkait