PDB Adalah Produk Domestik Bruto, Apa Itu?

pdb adalah
pdb adalah

PDB adalah hal yang penting untuk diperhatikan oleh pengusaha. Untuk mengetahui alasannya, simak ulasan redaksi Ajaib berikut ini.

PDB adalah kepanjangan dari Produk Domestik Bruto. Setiap pengusaha pasti memiliki cara mendapatkan modal untuk mengembangkan bisnisnya. Saat ini. Tidak semua pengusaha memulai atau mengembangkan bisnisnya dengan modal sendiri.

Karena saat ini banyak juga pengusaha yang memanfaatkan pinjaman, seperti KTA atau Kredit Tanpa Agunan. KTA merupakan produk pinjaman yang memberikan kredit tanpa jaminan kepada calon nasabah yang hendak mengajukannya.

Jadi pihak Bank mengambil keputusan berdasarkan riwayat kredit nasabah secara pribadi. Riwayat kredit dibangun ketika kamu memiliki kredit motor atau kredit mobil, kartu kredit, KPR dan lain sebagainya.

Saat melakukan ekspansi bisnis, tentunya tidak langsung berfokus untuk membayar kredit yang diajukan. Namun fokus ke perhitungan seperti pendapatan, pengeluaran dan lain sebagainya pada bisnis yang sedang dijalankan.

Sama seperti dalam sebuah negara. Sebuah negara akan dikatakan mampu jika memiliki PDB tinggi. Jika nilai PDB sudah diketahui, maka negara bisa mempertimbangkan berbagai hal. Seperti membuat kebijakan ekonomi untuk meningkatkan PDB.

Hal tersebut karena PDB bisa menjadi salah satu cara ukur perekonomian suatu negara. Namun yang harus kamu ingat, bahwa nilai PDB yang tinggi tidak berarti seluruh penduduk suatu negara juga memiliki ekonomi yang tinggi juga.

Pengertian PDB

Produk Domestik Bruto atau PDB, dalam bahasa internasional disebut dengan Gross Domestic Product atau GDP. Produk Domestik Bruto bisa diartikan sebagai jumlah produksi barang atau jasa yang dihasilkan unit produksi suatu daerah pada saat tertentu.

Dengan begitu Produk Domestik Bruto bisa menjadi alat ukur pertumbuhan ekonomi dari suatu negara. PDB juga cocok dikatakan sebagai indikator ekonomi sebuah negara untuk mengukur total nilai produksi. Jumlah total dihasilkan dari semua perusahaan, baik lokal atau asing.

Komponen PDB

Sebagai salah satu media yang bisa digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi. PDB memiliki komponen dan rumus untuk menghitung Produk Domestik Bruto suatu wilayah. Terdapat empat komponen PDB. Berikut penjelasannya:

Pertama. Private consumption atau konsumsi privat. Yaitu menghitung konsumsi dari pribadi atau rumah tangga untuk jenis barang tertentu. Seperti durable goods atau barang awet yang tidak cepat rusak dan umumnya memiliki masa pakai atau umur yang lama diatas 3 tahun. Seperti kendaraan, alat elektronik dan sebagainya. Namun rumah tidak termasuk.

Selanjutnya konsumsi privat yang dihitung adalah non durable goods atau barang langsung pakai seperti minuman, makanan dan lain sebagainya. Konsumsi privat yang dihitung selanjutnya adalah service. Yaitu konsumsi pada bidang jasa seperti jasa dokter.

Komponen kedua yaitu investment atau investasi. Yaitu menghitung pengeluaran untuk barang modal seperti beli rumah, membangun pabrik, membeli alat baru, program baru dan seterusnya, berbagai jenis hal yang masuk kedalam jenis investasi.

Komponen ketiga yaitu pengeluaran pemerintah. Yaitu menghitung semua pengeluaran yang dilakukan oleh pemerintah. Seperti membayar gaji pegawai pemerintah atau PNS, membangun infrastruktur, membeli perlengkapan militer dan lain sebagainya.

Komponen yang keempat yaitu ekspor bersih. Menghitung selisih yang didapat dari total ekspor dan dikurangi total import. Dengan begitu maka akan didapatkan nilai ekspor bersih.

Rumus Menemukan PDB

Untuk mencari PDB terdapat rumus yang bisa digunakan. Yaitu sebagai berikut:

PDB = C + I + G + (X – M)

Keterangan:

PDB adalah Produk Domestik Bruto

C adalah konsumsi rumah tangga

I adalah investasi

G adalah konsumsi pemerintah

X adalah Ekspor

M adalah impor

Terdapat rumus lain yang lebih sederhana untuk menghitung PDB suatu wilayah. Yaitu Harga x Volume. Misalnya dalam sebuah negara memiliki sumber ekonomi dari produksi, menjual dan mengkonsumsi buah apel.

Jika tahun lalu negara tersebut menjual 1 milyar buah apel dalam ekonomi negara dan setiap buah apel tersebut dijual dengan harga Rp500 rupiah. Maka PDB atau GDP negara tersebut pada tahun lalu bisa disimpulkan sebesar Rp500 milyar.

Lalu jika di tahun ini negara tersebut berhasil memproduksi buah apel 1.2 milyar. 1.1 buah apel dikonsumsi penduduk negaranya. Sehingga tersisa 100 juta buah apel. Sisa tersebut lalu dijual ke negara lain dihargai dengan Rp600 rupiah per buah.

Maka PDB atau GDP negara tersebut menjadi Rp600 milyar. Jadi bisa disimpulkan jika pertumbuhan PDB atau GDP negara tersebut sebesar 20%. Karena di tahun lalu PDBnya sebesar Rp500 milyar dan tahun ini sebesar Rp600 milyar.

Manfaat PDB

Sebagai salah satu cara mengukur tingkat perekonomian. PDB memiliki beberapa manfaat. Beberapa manfaatnya antara lain adalah sebagai berikut:

Untuk mengukur laju pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan PDB, negara akan mengetahui tingkat perekonomian dalam negri. Dengan begitu negara bisa menganalisis data-data terkait faktor apa saja yang bisa ditingkatkan lagi atau dimaksimalkan.

Manfaat lainnya yakni untuk membandingkan kemajuan ekonomi dengan negara lain. Setiap negara pasti memiliki kelemahan serta keunggulan masing-masing. Jika tanpa metode ukur, kelebihan dan kekurangan suatu negara akan sulit dibuktikan.

Namun dengan angka yang dihasilkan PDB, negara di seluruh dunia bisa menentukan mana negara yang tangguh dan mana negara yang belum. Untuk negara dengan perekonomian terkuat di dunia biasanya disebut dengan G7 dan G20.

Manfaat selanjutnya yaitu mengetahui struktur perekonomian suatu negara. Manfaat lainnya yaitu untuk landasan perumusan kebijakan pemerintah. Tanpa data yang akurat, suatu kebijakan akan sulit dipastikan apakah berhasil atau tidak.

Itulah yang dimaksud dengan PDB beserta komponen serta rumus dan manfaatnya. GDP dan PDB adalah sama. Perbedaannya hanya pada bahasa saja sehingga beda penyebutan. Namun pada intinya tetap sama.

Penggunaan PDB juga bisa diterapkan untuk bisnis. Dalam bisnis tentu terdapat pendapatan kotor dan pendapatan bersih yang bisa dijadikan alat ukur untuk pertumbuhan perusahaan. Kredit tentu tidak termasuk pendapatan, melainkan utang yang harus dibayarkan perusahaan.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait