Bisnis & Kerja Sampingan

Opportunity Cost Adalah Penting dalam Berbisnis, Apa Itu?

opportunity cost

Ajaib.co.id – Jika diartikan secara harafiah, opportunity cost adalah biaya peluang. Namun, apakah pengertian opportunity cost adalah sesederhana itu? Untuk menjawabnya, simak ulasan berikut ini.

Opportunity cost adalah sebuah biaya yang diterapkan untuk memilih peluang dalam bisnis. Apalagi, untuk laporan keuangan bisnis yang sudah pasti memiliki banyak pilihan yang dihadapkan, membuat kamu cenderung sulit mengambil keputusan.

Dengan adanya opportunity cost, maka kamu akan lebih mudah untuk mengambil keputusan yang tepat dan bijak. Dengan begitu tentunya kamu akan mudah dan mampu dalam meminimalisir risiko dan menentukan prioritas.

Opportunity cost adalah nilai atau biaya yang timbul karena kehilangan kesempatan dari pemenuhan kebutuhan lain. Atau jika dikaitkan dengan konsep ekonomi maka pelaku ekonomi akan merelakan satu kesempatan dan mengambil kesempatan lainnya dengan menggunakan nominal atau biaya tertentu.

Opportunity cost umumnya muncul karena adanya sumber daya ekonomi yang terbatas, sehingga memaksa manusia untuk memilih hal yang prioritas atau sesuai dengan kebutuhan.

Jika berbicara soal opportunity cost tentunya ini tidak hanya berhubungan dengan uang atau materi yang riil saja, namun juga mencakup profit, waktu dan faktor lainnya.

Adapun cara menghitung opportunity cost, antara lain dengan mengurangi antara pengembalian yang kamu harapkan dari setiap opsi yang ada. Dengan begitu kamu bisa mengalokasikan dana milikmu kedalam bisnis guna melengkapi dan memperbarui kebutuhan.

Misalkan membeli peralatan baru dengan harapan meningkatkan efisiensi produk sehingga biaya operasional akan lebih rendah dan meningkatkan profit atau keuntungan kamu.

Selanjutnya, kamu juga bisa mengasumsikan dari imbal hasil yang kamu harapkan dengan kebutuhan peralatan baru untuk peningkatan produksi pada periode yang sama. Dengan begitu, apabila kamu memilih mengalokasikan dana untuk bisnis kamu, tentunya kamu harus merelakan peluang besar untuk mendapatkan pengembalian yang lebih tinggi.

Lalu, apa kaitan antara opportunity cost dengan struktur modal? Dalam menjalani dunia bisnis, struktur modal tentunya bisa ditafsirkan sebagai bentuk perbandingan antara modal yang didapatkan dari utang jangka pendek atau utang jangka panjang dengan modal sendiri seperti misalkan laba atau saham kepemilikan perusahaan yang ditahan.

Struktur modal juga tentunya melibatkan pertukaran antara risiko dan juga pengembalian daripada utang yang membuat saham perusahaan bisa terjun bebas. Namun, ekspektasi dari tingkat pengembalian yang lebih tinggi atau modal yang bertambah tentunya akan menaikkan struktur modal kamu.

Kondisi ini tentunya tidak kalah penting lantaran berkaitan langsung dengan kondisi finansial perusahaan. Maka dari itu, kamu harus memastikan modal kamu secara optimal dengan menyeimbangkan antara risiko dan pengembalian utang.

Opportunity cost sudah pasti akan memainkan peran yang cukup krusial ketika menentukan struktur modal bisnis. Misalkan saja saat kamu memutuskan untuk melakukan ekspansi bisnis dengan melakukan peminjaman dana. Kamu tentunya bisa melakukan analisa biaya peluang guna mengetahui apakah dengan menambah modal merupakan sebuah keputusan yang tepat.

Saat kamu melakukan pinjaman suatu modal usaha, tentunya kamu harus melakukan pembayaran pinjaman yang mana hal ini hanya bisa digunakan untuk melakukan alokasi dana dalam mendapatkan imbal hasil.

Sebagai pemilik bisnis, kamu sudah tentu harus memutuskan ekspansi perusahaan kedepannya. Namun berkaitan dengan pinjaman, kamu juga harus memikirkan apakah dengan melakukan pinjaman, maka keuntungan yang kamu peroleh lebih besar, atau sebaliknya.

Pada dasarnya, opportunity cost hanyalah biaya peluang yang tentunya tidak bisa diramalkan akan bagaimana pengembaliannya akan diasumsikan.

Namun, apabila perusahaan melakukan pengalokasian dana melalui pasar saham, tentunya instrumen yang nantinya akan dipilih akan menurun nilainya, dan sudah pasti perusahaan bisa berakhir kehilangan uang daripada menikmati keuntungan dari pengembalian dana.

Maka dari itu, sangat penting untuk membandingkan beragam opsi-opsi pengalokasian dana yang sesuai dengan risiko perusahaan kamu dan kondisi keuangan perusahaan kamu.

Lalu, apa yang membedakan antara opportunity cost dengan sunk cost? Sunk cost dalam bahasa Indonesia artinya bentuk daripada biaya yang tertanam atau juga bisa dikatakan biaya yang sudah kamu keluarkan di masa lalu, namun tidak serta merta mampu mempengaruhi dasar pengambilan keputusan, mengingat biaya ini tidak dapat kembali.

Misalkan saja kamu membeli peralatan baru yang mana ini akan digunakan sebagai alokasi dana dalam bisnis. Namun ternyata setelah digunakan beberapa tahun alatnya rusak padahal ekspektasinya alat tersebut dapat digunakan dalam kurun waktu cukup lama.

Dengan begitu, maka tentunya biaya yang dikeluarkan ketika kamu mulai membeli alat tersebut adalah sunk cost. Maka dari itu, sunk cost juga bisa dikatakan dana yang tidak bisa kembali dan mau tidak mau kamu harus membeli peralatan baru.

Nah,apabila digabung dengan opportunity cost, maka keduanya bisa dikatakan uang yang sudah terpakai namun belum ada kemungkinan perolehan dari pengembalian. Ini terjadi kala produk yang kamu beli tidak sesuai dengan ekspektasi yang berujung pada kemungkinan perusahaan kamu akan mengalami kesulitan keuangan.

Opportunity cost diperlukan untuk menjaga keputusan yang kamu ambil agar di masa depan tidak membawa kamu pada kerugian atau kekurangan modal yang sudah dikeluarkan.

Artikel Terkait