Investor Pemula, Saham

Modal yang Dibutuhkan untuk Menjadi Full-time Trader

Ajaib.co.id – Banyak pemula yang tertarik untuk menjadi full-time trader. Mungkin kamu termasuk salah satunya. Di tengah kepenatan pekerjaan sehari-hari, wajar saja jika kita terpukau pada prospek hidup sepenuhnya dari penghasilan trading saham.

Menjadi full-time trader sebenarnya tidak mudah untuk diwujudkan, hal ini dikarenakan modal yang dibutuhkan untuk menjadi full-time trader bukan hanya berupa uang, melainkan juga bekal wawasan dan pengalaman yang melimpah.

Ide menjadi full-time trader seringkali muncul di benak orang-orang yang baru saja berhasil meraih profit berlipat ganda dari transaksi pertamanya berkat berkah “beginner’s luck“. Karena kelihatannya mudah sekali menghasilkan uang dari saham, maka mereka memutuskan untuk berhenti bekerja saja demi menjadi full-time trader. Nantinya, mereka harus menghadapi realita di mana keuntungan fantastis serupa tak dapat diperoleh secara konsisten.

Dengan menjadi full-time trader, kita memang bisa menikmati kebebasan yang tak dimiliki oleh karyawan kantoran biasa. Tapi kebebasan itu membutuhkan banyak modal material dan immaterial. Full-time trader juga harus memiliki skill trading yang mumpuni dan toleransi risiko yang sangat tinggi. Tanpa keberanian mental dan dana yang mencukupi, sulit sekali untuk menjadi full-time trader.

Seorang full-time trader harus menempuh jalan panjang dari nol hingga sukses, setidaknya mencakup beberapa tahap berikut ini:

  • Menghimpun modal yang dibutuhkan

Kamu tidak bisa menjadi full-time trader dengan berbekal investasi Rp100.000 – Rp1 juta saja. Banyak trader berpengalaman merekomendasikan agar menyisihkan dana setara pendapatan satu tahun dulu. Dana itu nantinya akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti sandang, pangan, papan, dan cicilan utang. Tujuannya agar kamu tak terbebani oleh kebutuhan sehari-hari selama trading.

Selain itu, kamu sebaiknya menyiapkan dana darurat setara sekitar 3-6 kali pengeluaran bulanan. Dana darurat ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tak terduga seperti insiden laka lantas, diagnosis penyakit kronis, dan sejenisnya. Semakin besar jumlah dana darurat, maka makin “aman” lah kondisi keuanganmu dan makin stabil kondisi psikologismu saat memulai trading full-time.

Setelah dana untuk kebutuhan setahun dan kebutuhan darurat itu tersedia, barulah kamu mulai menghimpun modal untuk trading saham. Berapa banyak modal yang dibutuhkan untuk full-time trading? Hal ini tergantung pada berapa besar target keuntungan yang ingin diperoleh.

Ingat, target keuntungan trading saham haruslah realistis. Apabila kamu menginginkan keuntungan Rp5 juta dalam sebulan, maka setidaknya siapkanlah modal Rp250 juta. Semakin besar modal yang disiapkan, maka kemampuanmu untuk menghasilkan keuntungan pun akan makin besar. Umpama kamu hanya punya modal trading sebesar Rp50 juta, maka hampir tak mungkin menghasilkan keuntungan Rp5 juta dalam jangka waktu sesingkat itu.

  • Menyiapkan strategi trading saham teruji

Apakah kamu sudah menyiapkan semua modal yang dibutuhkan pada poin pertama di atas? Selamat. Tapi, jangan buru-buru resign dari pekerjaanmu. Sisihkan waktu dulu untuk mempelajari seluk-beluk trading saham dan berbagai efek lain. Berinvestasilah untuk membeli buku-buku atau mengikuti seminar seputar saham. Setidaknya, kamu harus memahami analisis fundamental dan analisis teknikal. Kamu juga perlu memahami cara membaca sentimen pasar.

Setelah mempelajari semuanya, coba buat sebuah strategi trading saham yang dapat diaplikasikan secara riil. Praktekkan strategi itu pada simulasi trading saham (virtual trading) secara berulang-ulang. Kamu bisa memanfaatkan aplikasi seperti Stockbit, RTI Business, dan Nabung Saham GO.

Alternatif lain, kamu juga dapat mulai bereksperimen trading saham dengan modal kecil dulu pada sekuritas favoritmu. Kalau kamu sudah benar-benar mampu mengaplikasikan pengetahuanmu hingga menghasilkan keuntungan berlipat ganda sesuai ekspektasi, barulah kamu dapat melangkah ke tahap selanjutnya.

  • Melatih kedisiplinan dan kesabaran

Sukses cuan sekali saja tidak dapat membuktikan kemampuanmu dalam trading saham. Seorang full-time trader dituntut untuk meraih profit secara konsisten dalam jangka panjang. Untuk itu, ia harus mampu bersikap tegas dan disiplin dalam segala situasi.

Ketika target cuan tercapai, trader harus mampu melepas saham pada saat itu juga. Ketika prediksi ternyata keliru dan harga saham merosot, trader harus mampu cut loss tanpa ragu. Kedengarannya mudah sekali, tetapi pemula akan sering berpikir dua kali ketika menghadapi situasi riil di pasar.

Trader profesional tak boleh mudah terganggu oleh emosi sesaat. Kamu harus siap menghadapi kerugian, sekaligus sigap untuk bangkit lagi dalam kondisi terburuk sekalipun. Apabila kamu tidak bisa tidur nyenyak hanya karena portofolio yang memerah selama 2-3 hari, maka kamu mungkin tidak cocok menjadi full-time trader.

Nah, setelah mengetahui semua ini, apakah kamu merasa gentar atau tetap berkeinginan menjadi full-time trader? Artikel ini tak bermaksud untuk menakut-nakutimu, melainkan memaparkan berbagai hal yang perlu dipersiapkan jika kamu ingin jadi pro.

Tak semua orang memiliki kemampuan memadai untuk menjadi full-time trader. Banyak juga orang yang sudah sukses trading full-time, tetapi belakangan malah memilih untuk berhenti. Alasannya bukan karena mereka bangkrut, melainkan karena kelelahan trading setiap hari. Full-time trader menanggung beban psikologis jauh lebih tinggi dibanding investor saham yang tidak dikejar target cuan harian.

Bisa dikatakan, tantangan psikologis ini lebih besar daripada syarat modal yang dibutuhkan untuk menjadi full-time trader. Siapa saja dapat menikmati kebebasan dan keuntungan melimpah ruah, tapi hanya jika mampu menaklukkan semua tantangan ini.

Artikel Terkait