Emas

Meski Sempat Naik, Akankah Harga Emas Turun Lagi?

Ajaib.co.id – Pada perdagangan hari Rabu (3/3/2021), tercatat harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, mengalami kenaikan. Menariknya sepanjang pekan ini harga emas Antam masih terus naik. Nah, apakah tren ini akan bertahan atau harga emas turun kembali seperti pekan kemarin selama akhir bulan Februari?

Dilansir dari situs resmi milik PT Antam, yakni logammulia.com, harga logam mulia emas batangan 1 gram naik sebesar 0,54% atau Rp5.000 menjadi Rp928.000. Sedangkan untuk emas dengan satuan 100 gram yang selalu jadi acuan harganya mencapai Rp87.012.000 atau naik sebesar 0,58%.

Pemicu kenaikan harga emas Antam pada hari Rabu ini dikarenakan menguatnya harga emas dunia pada perdagangan di hari sebelumnya. Menurut data Refinitiv, harga emas dunia pada hari Selasa menguat sebesar 0,83% ke 1.738/troy ons. Kenaikan ini jadi penguatan pertama setelah 5 perdagangan terakhir.

Selain itu, melemahnya Yield obligasi (Treasury) dan indeks dolar AS ikut jadi pemicu menguatnya harga emas dunia. Diketahui Yield Treasury AS terlihat mulai menurun sejak pekan kemarin yang mencapai level 1,6%. Sedangkan pada hari Selasa kemarin, yield Treasury tenor 10 tahun melemah 3,92 basis poin ke 1,4068%. Total dalam waktu 3 hari perdagangan kemarin, yield Treasury AS sudah turun ke 10,8 basis poin.

Perlu diketahui bahwa Treasury ini memiliki kesamaan dengan emas yang juga termasuk aset aman atau safe haven. Perbedaannya adalah Treasury ada imbal hasil yang diberikan, sedangkan emas tidak ada imbal hasil. Dengan demikian, ketika yield Treasury terus melonjak maka akan jadi sangat menarik dibandingkan emas. Kondisi tersebut membuat harga emas dunia anjlok.

Di sisi lain, indeks dolar AS turun sedalam 0,29% di penutupan perdagangan Selasa kemarin. Dolar AS mengalami tekanan hebat akibat dari cairnya stimulus fiskal dalam waktu dekat ini.

Sementara itu, rancangan undang-undang (RUU) stimulus fiskal sebesar US$ 1,9 triliun telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS (House of Representative). Perwakilan dari partai Demokrat yang ada di senat mengusahakan untuk meloloskan RUU ini pada pekan depan. Setelahnya akan diserahkan ke Presiden Joseph ‘Joe’ Biden untuk ditandatangani sebelum 14 Maret 2021 atau pada saat stimulus fiskal tersebut berakhir.

ketika stimulus fiskal tersebut dicairkan, maka jumlah uang beredar di perekonomian Amerika Serikat akan bertambah. Namun, secara teorinya hal itu justru akan melemahkan dolar AS.

Menilik kebijakan pemerintah AS dalam mengucurkan stimulus fiskal, meragukan kemampuan emas untuk melanjutkan tren kenaikan. Pasalnya, pada hari Rabu harga emas dunia terkoreksi kembali ke level 0,35% ke US$ 1.731,97/troy ons. Padahal kebijakan stimulus fiskal AS bisa jadi bahan bakar utama untuk mendongkrak harga emas.

Lalu bagaimana dengan emas Antam? Akankah harga emas turun kembali yang kemungkinan dalam waktu dekat ini stimulus fiskal tersebut cair? Sayangnya, emas masih sulit untuk terus menguat. Maka, Ketika harga emas dunia kesulitan untuk menguat, harga emas Antam juga kesulitan.

Harga Emas di Pegadaian Terpantau Turun

Pada pembukaan perdagangan hari Rabu (3/3/2021), terpantau harga emas turun dibandingkan posisinya kemarin. Penurunan harga emas ini terjadi di Pegadaian, dimana emas 24 karat UBS dengan ukuran 0,5 gram turun Rp2.000 menjadi Rp487.000. Begitu pun dengan harga emas UBS satuan 1 gram yang turun ke level Rp3.000 secara harian menjadi Rp913.000.

Sementara untuk emas batangan 24 karat UBS berukuran 5 gram dibanderol Rp4.472.000. lalu untuk cetakan emas UBS seberat 10 gram harganya mencapai Rp8.895.000. Adapun emas batangan cetakan UBS yang dibanderol Rp22.195.000. Sedangkan emas batangan 50 gram dijual seharga Rp44.298.000 di Pegadaian.

Akankah Kenaikannya Berlanjut Minggu Ini?

Emas sempat menyentuh level terendah sejak 15 Juni 2020 kemarin, dimana harga emas turun ke USD 1.706,70/troy ons. Namun, kini kembali menguat 0,8% menjadi USD 1.737,62/troy ons.

Seperti diketahui bahwa pada pekan lalu harga emas turun hampir USD 100 ke level USD 1.720/troy ons dan jadi posisi terendah dalam 8 bulan terakhir. Adanya tekanan dari surat utang dan nilai tukar dolar AS berpotensi membuat harga emas turun kembali.

Di sisi lain, investor dinilai masih akan melancarkan aksi jual akibat imbal hasil obligasi dan nilai tukar dolar AS yang cenderung menunjukkan perbaikan. Perlu diingat bahwa musuh emas itu adalah dolar AS dan kelihatannya mata uang AS bakalan rebound.

Analisis memperkirakan bahwa level support harga emas bakal diuji lagi pada pekan ini dengan harga di kisaran USD 1.700/troy ons. Kemungkinan lain juga bakal ada banyak sentimen yang membebani harga emas minggu ini.

Mana yang Lebih Baik Untuk Diinvestasikan

Emas memang sangat menarik untuk di investasikan, terutama emas batangan. Namun, harganya yang cenderung stabil dan bergantung pada nilai tukar dolar AS cenderung kurang cocok untuk kamu yang ingin mendapatkan imbal hasil. Bahkan sewaktu-waktu harga emas turun lagi di level terendah.

Jika mengharap imbal hasil yang besar, berinvestasilah di saham tapi ingat risikonya juga besar. Salah satu platform terbaik untuk investasi saham ya Ajaib. Tak hanya saham, kamu juga bisa berinvestasi di instrument reksa dana. Jadi, dua investasi dalam satu aplikasi. Fitur-fiturnya yang disediakan bakal memudahkan kamu para investor pemula dalam memutuskan membeli saham incaran. Biaya belinya juga murah lho! Yuk, investasi dari sekarang.

Artikel Terkait