Bisnis & Kerja Sampingan

Menguji Valuability Ide Bisnis Lewat Business Model Canvas

Ide Bisnis Wajib Diuji Valuabilitynya Lewat Business Model Canvas

Ajaib.co.id. Ketika pertama kali tercetus rasanya semua ide bisnis terasa potensial dan menjanjikan. Namun ketika dijalaninya ternyata kenyataan tak seindah bayangan karena bisnis yang diimpikan punya banyak kelemahaan. Untuk menghindari hal ini maka sedari awal perlu sekali untuk menyusun sebuah business model canvas.

Business Model Canvas (BMC) bisa dikatakan adalah kerangka kerja yang penting untuk dimiliki ketika akan membangun sebuah bisnis dengan mengeksekusi suatu ide bisnis tertentu. Model bisnis ini sekarang sudah banyak dipakai oleh perusahaan startup salah satunya ialah Gojek, raksasa perusahaan rintisan di Indonesia.

Namun sebenarnya model bisnis ini tidak hanya bisa diaplikasikan untuk perusahaan startup saja. Usaha kecil seperti UMKM juga bisa memanfaatkanya untuk mendapatkan gambaran bisnis yang lebih baik. Pasalnya, BMC pada dasarnya merupakan cara untuk menerjemahkan konsep, konsumen, infrastruktur maupun keuangan perusahaan dalam bentuk elemen-elemen visual.

Model bisnis penting untuk mengetahui nilai dari suatu usaha tersebut dengan memanfaatkan sejumlah sumber daya yang ada. Fungsinya jelas berbeda dari rencana bisnis karena model bisnis adalah gambaran sumber daya, aktivitas, kanal, hingga hubungan yang akan dijalin.

Mengulik Cara Kerja Business Model Canvas Untuk Sadar Manfaatnya

Demi memastikan bisnis startup berjalan baik ketika diluncurkan, harus dilakukan pematangan model bisnis (business model). Model bisnis adalah strategi untuk menghasilkan nilai (value) bagi berbagai pihak yang terlibat dalam proses itu. Tujuan model bisnis ialah membantu sebuah startup menguji sejauh mana sumber daya, kegiatan operasional dan potensi lainnya akan bernilai dalam pengembangan bisnisnya.

Business Model Canvas adalah skema yang memaparkan model bisnis dengan cara divisualisasikan dalam bentuk kanvas lukisan, agar dapat dimengerti dan dipahami dengan mudah. Fungsinya untuk menjelaskan, menjabarkan, menilai, dan mengubah suatu model bisnis, demi bisa menciptakan kinerja yang lebih optimal. Business Model Canvas bisa diaplikasikan pada semua lini bisnis, tanpa terbatas sektor usahanya. Dengan mengamati kekuatan maupun kelemahan kinerja, analisa kebutuhan dan profit bisa segera dilakukan.

Cara Kerja Business Model Canvas

Business Model Canvas menggambarkan hubungan antara 9 elemen model bisnis yang digambarkan secara visual, agar inovasi yang dibuat pada model bisnis perusahaan jadi lebih mudah dipahami. Kesembilan elemen model bisnis adalah:

1. Value Proposition

Blok area ini mencakup produk /layanan yang ditawarkan untuk calon customer. Dalam hal ini penting sekali mengetahui kompetitor yang sudah ada dan melihat sejauh mana produk yang kamu tawarkan memiliki keunggulan.

2.Customer Segments

Blok area ini mencakup definisi customer yang akan menjadi sumber income utama. Target konsumen bisa dibagi menjadi berbagai segmen sesuai kebutuhan, contohnya, berdasarkan usia, gender, hobi maupun tingkat konsumerisme

3. Channels

Blok area ini mencakup definisi media untuk penyampaian manfaat produk kepada customer segment. Termasuk di dalamnya media apa yang digunakan dan metodenya untuk meraih konsumen.

4. Customer Relationship

Blok area ini mencakup kiat menjalin relasi dengan pelanggan agar mereka setia. Pemahaman akan target konsumen akan memberikan masukan yang penting dalam memilih cara berkomunikasi. Misalnya media online untuk konsumen dari generasi milenial dan generasi Z.

5. Key activities

Blok area ini mencakup aktivitas wajib pelaku bisnis untuk menghasilkan produk / layanan yang memuaskan, seperti branding, packaging, online marketing, dll.

6. Key Resources

Blok area ini mencakup berbagai sumber daya milik pebisnis seperti manusia, brand, perlengkapan, dan teknologi.

7. Key Partnership

Blok area ini mencakup pihak-pihak yang menjadi penentu terhadap jalannya suatu bisnis. Dalam hal ini penting sekali menjali networking yang bisa membantu jalannya usaha.

8. Revenue Streams

Revenue stream mencakup pemanfaatan biaya iklan, langganan, penjualan retail, lisensi, dan sebagainya. Pada dasarnya, aspek ini menguraikan soal aliran pendapatan yang menjadi nadi dari setiap jalannya usaha.

9. Cost Structure

Blok area ini mencakup biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk membentuk, memproduksi dan memasarkan produk / layanan bisnis.

Ide Besar Berbicara dengan Sendirinya

Seringkali ide-ide besar lahir secara tiba-tiba dalam pikiran para founder milenial yang sedang berada di puncak kreatifitasnya. Namun, sebuah ide bisnis besar tak bisa dinilai hanya berdasarkan originalitasnya, melainkan harus juga dinilai berdasarkan efektifitas, efisiensi, dan profitability-nya.

Business Model Canvas memang tidak dimaksudkan berfungsi sejauh Business Plan yang diimplementasikan demi mencapai target dan profitibility. Hanya saja, keberadaannya sangat penting untuk menguji ide bisnis yang kita miliki. Selama keseluruhan kinerja yang dibangun berdasarkan ide bisnis besar tadi bisa tervalidasi dalam skema Business Model Canvas, maka ide bisnis besar itu layak diwujudkan nyata.

Jangan khawatir, tanpa perlu susah-susah dijabarkan, sebuah ide bisnis brilian pasti akan langsung tampak “berkilau” dalam sebuah Business Model Canvas. Karena itu, pastikan kamu menerapkannya sebelum mengeksekusi ide usaha yang kamu miliki.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait