Investor Pemula

Mengenal Single Investor Identification atau SID

Ajaib.co.id – Di tengah masa sulit, masyarakat tetap berminat untuk investasi. Hal terlihat dari Single Investor Identification atau SID yang bertambah hingga pertengahan 2020.

Saat pandemi Covid-19, roda perekonomian berjalan lambat. Karena awal pandemi, pemerintah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sekitar empat bulan kemudian, pemerintah menerapkan New Normal untuk mendorong bisnis terus berjalan. Meskipun kasus Covid-19 di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan negara tetangga.

Berdasarkan statistik dari laman WHO terbaru, kasus terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia sebanyak 123.503. Sedangkan Malaysia sebanyak 9.070 kasus, Singapura dengan 54.929 kasus, dan Thailand dengan 3.351 kasus.

Namun situasi sulit tersebut tetap menggerakkan masyarakat untuk berinvestasi. Menurut Hasan Fawzi, Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), investor pasar modal tetap tumbuh karena proses pembukaan rekening efek semakin mudah, Bisnis.com (13/07/2020).

Total investor, lanjut Hasan, sebanyak 2,92 juta SID. Data tersebut hingga akhir semester I-2020. Investor saham berjumlah 1,23 juta SID sampai dengan akhir semester I/2020.

Jika dibandingkan data 2019, jumlah investor keseluruhan mengalami peningkatan 17,55 persen. Tercatat akhir 2019 sebanyak 436.019 SID. Investor pasar modal bertambah 134.445 SID atau naik 12,17 persen dari jumlah 2019 ke semester I-2020.

Single Investor Identification (SID)

Namun haruskah investor memiliki SID? Apa yang dimaksud dengan SID?

SID merupakan kode identitas tunggal yang diterbitkan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk nasabah, pemodal, dan partisipan. Jadi jika berencana investasi pada instrumen saham, obligasi, dan reksa dana, kamu harus memiliki SID.

Proses pembuatan SID sama seperti pembukaan rekening bank. Calon investor harus mengisi formulir serta membawa KTP dan NPWP. Ketika melakukan pendaftaran saham, obligasi, atau reksa dana, kamu juga mendaftar untuk SID.

Misal pembukaan rekening efek untuk berinvestasi saham di perusahaan sekuritas. Contoh lain, sebelum membeli reksa dana harus melakukan pendaftaran pada Manajer Investasi (MI). Setelah itu, calon investor akan mendapatkan nomor CIF dan SID.

Bagi yang ingin berinvestasi pada obligasi, calon investor dapat mendaftar di bank yang memiliki wewenang menjual instrumen surat utang tersebut.

Tujuan SID adalah membantu dalam pendataan jumlah investor, sehingga regulator dan pelaku industri dapat menggunakan data tersebut untuk melakukan pengembangan pasar, tulis Rudiyanto (penulis Sukses Finansial dengan Reksa Dana dan Direktur PT Panin Asset Management) di Kompas.com (08/03/2016).

Ketika proses pendaftaran telah selesai dan akun telah terverifikasi, maka calon investor akan menjadi investor dan memperoleh nomor SID. Saat ini, PT KSEI memberikan investor kartu yang bertuliskan nama dan nomor investor plus secarik surat.

Surat tersebut berisi tentang tata cara investor masuk ke akun fasilitas AKSes.KSEI.co.id, melalui laman atau aplikasi (Play Store dan App Store). Di sana, investor bisa mengecek saldo investasi, mutasi,aksi korporasi, dan laporan berbagai instrumen yang dimiliki. Seperti saham, obligasi, dan reksa dana, serta kas dan lainnya.

Sedangkan di aplikasi sekuritas, investor hanya mendapatkan laporan tentang saham saja. Begitu pula dengan MI hanya menyediakan laporan reksa dana.

Kiat Investasi Aman

Kasus Jouska masih hangat diperbincangkan oleh warganet. Kasus ini juga menjadi pembahasan di media dengan narasumber pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Salah satu pembahasan mereka adalah kiat melakukan investasi aman dan pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat. Memang, tak dipungkiri banyak warganet yang mengikuti akun Jouska di media sosial. Jouska juga mengedukasi tentang perencanaan keuangan kepada pengikutnya. Bahkan beberapa kali kontennya viral.

Namun bukan berarti, Jouska adalah satu-satunya sumber tepercaya. Jika ingin investasi aman, ada baiknya melakukan kiat di bawah ini.

●     Memilih Instrumen yang Tepat

Pilih instrumen yang tepat atau sesuai dengan tujuanmu. Bila kamu memiliki tujuan jangka pendek, pilih investasi reksa dana pasar uang atau deposito.

Tujuan jangka menengah, sebaiknya tempatkan danamu pada reksa dana pendapatan tetap atau logam mulia. Tujuan jangka panjang dapat mempertimbangkan reksa dana saham, reksa dana campuran, atau saham.

●     Perusahaan Memperoleh Izin OJK

Pastikan perusahaan investasi telah memiliki izin dari OJK. Kamu juga mengecek keabsahan izinnya di laman OJK. Seharusnya perusahaan yang mengelola dana investasi seperti MI punya izin OJK.

●     Cek Latar Belakang Perusahaan

Pada kasus Jouska, perusahaan tersebut tak memiliki izin. Izin Jouska juga bukan sebagai perusahaan konsultan keuangan. Melainkan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan, dengan tujuan bisnis pertanian, perburuan, dan peternakan. Izin didaftarkan pada Ditjen AHU, Kemenkumham, 16 Maret 2018.

Dari kasus Jouska, kita diperingatkan untuk selalu mengecek latar belakang perusahaan. Cek reputasinya, apakah ia pernah bermasalah dengan hukum atau kliennya. Dan bagaimana ia menyelesaikan masalah.

●     Jangan Mudah Tergiur

Pada laman sikapiuangmu.ojk.go.id mengingatkan bahwa investor jangan mudah tergiur janji keuntungan tidak wajar. Misal keuntungan investasi per bulan mulai dari lima persen atau lebih. Padahal prosesnya tidak demikian.

Investasi yang memberikan keuntungan tinggi akan memiliki risiko tinggi pula. Contohnya investasi saham. Namun kamu harus memilih saham yang memiliki fundamental baik. Jangan mudah percaya kata si A atau si B, sebelum kamu mengecek kebenarannya.

●     Memperdalam Ilmu Investasi

Sebaiknya kamu memperdalam ilmu investasi agar bisa mendapatkan keuntungan maksimal. Caranya mendalami proses investasi berdasarkan instrumennya (misal cara kerja investasi saham berbeda dari reksa dana).

Ikuti juga seminar atau grup pesan dengan sesama investor, sehingga kamu bisa berdiskusi dengan sesama investor. Ikuti perkembangan ekonomi dalam dan luar negeri dari media terpercaya, serta aksi korporasi agar kamu tak salah langkah memutuskan sesuatu.

Investasi adalah hal penting. Begitu juga dengan kepemilikan SID. Sehingga lakukan investasi sesuai peraturan pemerintah. Cek Ajaib untuk memperoleh informasi tepercaya tentang investasi.

Artikel Terkait