Investasi, Saham

Mengenal Single Investor Identification atau SID

SID

Ajaib.co.id – Bagi kamu yang baru mulai terjun di dunia saham, mungkin istilah SID ini masih terdengar asing. Single Investor Identification (SID) adalah kode tunggal dan khusus yang diterbitkan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Kode ini akan digunakan nasabah, pemodal, dan atau pihak lain berdasarkan peraturan yang berlaku untuk melakukan kegiatan terkait transaksi efek, dikutip dari Peraturan KSEI.

Selain itu, orang yang memiliki SID dapat menggunakan layanan jasa yang disediakan oleh KSEI maupun pihak lain berdasarkan persetujuan KSEI atau peraturan yang berlaku. SID ini akan kamu dapatkan ketika kamu menjadi investor di pasar modal Indonesia. Nomor tersebut akan diberikan jika kamu melakukan pendaftaran di lembaga sekuritas. Jika sudah memiliki SID ini, maka kamu sudah terdaftar oleh KSEI sebagai investor di pasar modal. Selanjutnya, KSEI akan memberikan SID diikuti dengan pemberian nomor rekening efek serta rekening dana nasabah (RDN) sesuai dengan sekuritasnya.

Haruskah investor memiliki SID? Apa yang dimaksud dengan SID?

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas, SID merupakan kode nomor identitas tunggal yang diterbitkan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk nasabah, pemodal, dan partisipan. Jadi jika berencana investasi pada instrumen saham, obligasi, dan reksa dana, kamu harus memiliki SID.

Proses pembuatan SID sama seperti pembukaan rekening bank. Calon investor harus mengisi formulir serta membawa KTP dan NPWP. Ketika melakukan pendaftaran saham, obligasi, atau reksa dana, kamu juga mendaftar untuk SID.

Misal pembukaan rekening efek untuk berinvestasi saham di perusahaan sekuritas. Contoh lain, sebelum membeli reksa dana harus melakukan pendaftaran pada Manajer Investasi (MI). Setelah itu, calon investor akan mendapatkan nomor CIF dan SID.

Bagi yang ingin berinvestasi pada obligasi, calon investor dapat mendaftar di bank yang memiliki wewenang menjual instrumen surat utang tersebut.

Fungsi SID

Kenapa investor perlu memiliki SID? Haruskan kamu memiliki SID? Nah, di bawah ini adalah beberapa fungsi penggunaan SID bagi investor.

  1. Identitas Investor: Sebagai dentitas investor karena berisi sederet nomor unik yang berbeda antara kartu satu dan lainnya.
  2. Kemudahan Akses Perdagangan di Pasar Modal: Kamu bisa memonitor aktivitas pasar modal. Nantinya, kamu cukup mengakses aplikasi milik PT KSEI dengan memasukkan nomor masing-masing.
  3. Transparansi Investasi: Sebagai sarana untuk memonitor transparansi tiap aktivitas investor dalam pasar modal. Sehingga, kamu bisa mengakses portofolio secara menyeluruh meskipun terdapat lebih dari satu jenis sekuritas atau instrumen.
  4. Mempermudah Transaksi Saham: Memiliki SID merupakan suatu kewajiban bagi investor atau trader. Jika tidak memilikinya, maka kamu akan sulit untuk melakukan pencatatan transaksi di sistem perdagangan saham.
  5. Alat Pengecekan Kekayaan: Sebagai alat untuk mengecek kekayaan. Karena SID telah terintegrasi dengan rekening bank pemiliknya. Adapun pengecekan tersebut dapat dilakukan di bank penyedia jasa Rekening Dana Investor (RDI).

Manfaat SID

Selain itu, SID juga memiliki berbagai macam manfaat seperti:

  • Mempermudah identifikasi serta pengawasan karena diintegrasikan dengan e-KTP sehingga data investor di BEI terintegrasi dalam lingkup nasional.
  • Sarana investor untuk melakukan pengecekan portofolio menyeluruh meskipun ia menanamkan dana pada instrumen atau sekuritas berbeda-beda.
  • Membantu dalam pengembangan infrastruktur pada pasar modal.
  • Melakukan transaksi jual beli saham di pasar modal karena kepemilikan SID adalah syarat mutlak.
  • Memungkinkan kamu mengakses semua aktivitas pasar modal Indonesia. Jadi, kamu akan mendapat kemudahan dalam memantau aset kekayaan mereka secara online dengan cara mengecek portal PT KSEI di website investor.ksei.co.id.

Cara Mengecek Nomor SID Saham

SID merupakan nomor identitas yang terdiri dari 13 digit perpaduan angka dan huruf yang dibagi ke dalam 5 bagian. Selain itu, dalam kartunya juga tercantum nama serta masa berlaku. Sehingga cara cek nomor SID adalah dengan melihat pengelompokkan angka berikut ini.

  • Bagian pertama pada digit ke-1 dan 2 merupakan tipe investor. Terdapat kode ID bagi perorangan, MF untuk reksa dana, SC untuk perusahaan, CP menggambarkan korporasi, IS adalah bank, PF merupakan dana pensiun, serta OT untuk tipe lainnya.
  • Bagian dua, pada digit ke-3 merupakan representasi dari status investor. Kode D adalah domestik, sedangkan F orang asing.
  • Bagian ketiga, pada digit ke-4 sampai 7 merupakan representasi bulan dan tanggal lahir investor.
  • Bagian keempat, pada digit ke-8 sampai 13 adalah identitas transaksi para investor (Trading ID) dan dua digit terakhirnya merupakan bukti pemeriksaan.

Cara Mendapatkan SID

Cara pembuatan SID untuk investor sangatlah mudah. Nah, agar lebih jelasnya, di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan nomor SID.

1. SID untuk Nasabah

Sebagai nasabah, kamu bisa mengajukan pembuatan SID melalui perusahaan efek yang memiliki rekening efek utama di KSEI atau bank kustodian. Caranya adalah menyampaikan data lengkap agar bisa terhubung dengan Sub Rekening Efek atau SRE menggunakan nama nasabah.

2. SID untuk Pemodal

Jika kamu adalah pemodal, maka untuk mengurus SID bisa kamu lakukan dengan mengajukan kepada biro administrasi efek, perusahaan publik penyedia administrasi terkait efek atau emiten. Selanjutnya, KSEI akan memproses pembuatannya dan disampaikan kepada pemodal melalui tempat pengajuan permohonan.

3. SID untuk Partisipan atau Pihak Lain

Bagi partisipan atau pihak lain, cara mengajukan SID adalah secara langsung kepada KSEI disertai berkas untuk pembuatan Rekening Efek Utama.

Tujuan Kepemilikian SID Bagi Investor

Tujuan SID adalah membantu dalam pendataan jumlah investor, sehingga regulator dan pelaku industri dapat menggunakan data tersebut untuk melakukan pengembangan pasar, tulis Rudiyanto (penulis Sukses Finansial dengan Reksa Dana dan Direktur PT Panin Asset Management) di Kompas.com (08/03/2016).

Ketika proses pendaftaran telah selesai dan akun telah terverifikasi, maka calon investor akan menjadi investor dan memperoleh nomor SID. Saat ini, PT KSEI memberikan investor kartu yang bertuliskan nama dan nomor investor plus secarik surat.

Surat tersebut berisi tentang tata cara investor masuk ke akun fasilitas AKSes.KSEI.co.id, melalui laman atau aplikasi (Play Store dan App Store). Di sana, kamu bisa mengecek saldo investasi, mutasi,aksi korporasi, dan laporan berbagai instrumen yang dimiliki. Seperti saham, obligasi, dan reksa dana, serta kas dan lainnya.

Sedangkan di aplikasi sekuritas, investor hanya mendapatkan laporan tentang saham saja. Begitu pula dengan MI hanya menyediakan laporan reksa dana.

Tips Aman InvestasiSaham

Pasti masih ingat bukan dengan kasus Jouska yang sempat menjadi perbincangan banyak orang di Internet? Kasus ini juga menjadi pembahasan di media dengan narasumber pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Salah satu pembahasan mereka adalah kiat melakukan investasi aman dan pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat. Memang, tak dipungkiri banyak warganet yang mengikuti akun Jouska di media sosial. Jouska juga mengedukasi tentang perencanaan keuangan kepada pengikutnya. Bahkan beberapa kali kontennya viral.

Namun bukan berarti, Jouska adalah satu-satunya sumber tepercaya. Jika ingin investasi aman, ada baiknya melakukan kiat di bawah ini.

1. Memilih Instrumen yang Tepat

Pilih instrumen yang tepat atau sesuai dengan tujuanmu. Bila kamu memiliki tujuan jangka pendek, pilih investasi reksa dana pasar uang atau deposito.

Tujuan jangka menengah, sebaiknya tempatkan danamu pada reksa dana pendapatan tetap atau logam mulia. Tujuan jangka panjang dapat mempertimbangkan reksa dana saham, reksa dana campuran, atau saham.

2. Perusahaan Memperoleh Izin OJK

Pastikan perusahaan investasi telah memiliki izin dari OJK. Kamu juga mengecek keabsahan izinnya di laman OJK. Seharusnya perusahaan yang mengelola dana investasi seperti MI punya izin OJK.

3. Cek Latar Belakang Perusahaan

Pada kasus Jouska, perusahaan tersebut tak memiliki izin. Izin Jouska juga bukan sebagai perusahaan konsultan keuangan. Melainkan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan, dengan tujuan bisnis pertanian, perburuan, dan peternakan. Izin didaftarkan pada Ditjen AHU, Kemenkumham, 16 Maret 2018.

Dari kasus Jouska, kita diperingatkan untuk selalu mengecek latar belakang perusahaan. Cek reputasinya, apakah ia pernah bermasalah dengan hukum atau kliennya. Dan bagaimana ia menyelesaikan masalah.

4. Jangan Mudah Tergiur

Pada laman sikapiuangmu.ojk.go.id mengingatkan bahwa investor jangan mudah tergiur janji keuntungan tidak wajar. Misal keuntungan investasi per bulan mulai dari lima persen atau lebih. Padahal prosesnya tidak demikian.

Investasi yang memberikan keuntungan tinggi akan memiliki risiko tinggi pula. Contohnya investasi saham. Namun kamu harus memilih saham yang memiliki fundamental baik. Jangan mudah percaya kata si A atau si B, sebelum kamu mengecek kebenarannya.

5. Memperdalam Ilmu Investasi

Sebaiknya kamu memperdalam ilmu investasi agar bisa mendapatkan keuntungan maksimal. Caranya mendalami proses investasi berdasarkan instrumennya (misal cara kerja investasi saham berbeda dari reksa dana).

Ikuti juga seminar atau grup pesan dengan sesama investor, sehingga kamu bisa berdiskusi dengan sesama investor. Ikuti perkembangan ekonomi dalam dan luar negeri dari media terpercaya, serta aksi korporasi agar kamu tak salah langkah memutuskan sesuatu.

Artikel Terkait