Investasi, Obligasi

Mengenal Apa Itu Yield to Maturity dalam Instrumen Obligasi

pengertian yield to maturity (YTM)

Ajaib.co.id – Saat ini ada beragam jenis investasi bersifat utang (bonds) yang dikeluarkan oleh pemerintah yang dapat dimiliki nasabah ritel seperti Obligasi ritel (ORI), sukuk ritel (sukri) maupun instrumen reksa dana pendapatan tetap (fixed income). Ada satu istilah dalam berinvestasi pada surat utang yaitu yield to maturity (YTM) yang perlu diketahui investor.

Mengenal Surat Utang (Obligasi)

Instrumen investasi surat utang merupakan bukti pengakuan pihak tertentu yang akan membayar bunga serta pokok utang dalam kurun waktu tertentu. Berinvestasi di obligasi terdapat harga pasar nya layaknya saham, tetapi relatif tidak berfluktuatif tetapi cukup dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga.

Berikut ini perbedaan antara investasi pada instrumen obligasi (fixed income) dengan instrumen lainnya:

Perbedaan obligasi vs lainnya
Perbedaan obligasi vs lainnya (Sumber: IDX)

Baca juga: Pengertian Current Yield dan Cara Menghitungnya

Memahami Yield To Maturity

Yield to maturity merupakan pengembalian total (total return) obligasi sampai jatuh tempo, yaitu hasil bunga (interest) ditambah dengan modal awal yang diperoleh ketika obligasi jatuh tempo. Istilah yield merujuk pada persentase profit yang akan didapat investor seperti bunga hasil penempatan deposito di sebuah bank.

YTM bisa juga diartikan sebagai tingkat pengembalian secara tahunan yang dihitung seolah-olah seorang investor memegang aset obligasi yang dibelinya hingga masa jatuh tempo. Yield to maturity biasanya disajikan dalam bentuk persentase.

Baca Juga: Mengenal Dividen Yield Dalam Dunia Saham

Cara Menghitung Yield To Maturity (YTM)

Cara menghitung Yield To Maturity (YTM)
Sumber: DJPPR

Perlu dicatat bahwa jika pada saat investor membeli obligasi harus membayar lebih besar dari pada nominal obligasi tersebut (par), maka kondisi ini dikatakan membeli di harga premium. Sebaliknya jika seorang investor membeli obligasi dengan harga di bawah Par, maka dikatakan membeli at discount.

Sebagai contoh, dengan harga nominal obligasi Rp1.000 dengan kupon dibayarkan 5% setiap tahunnya selama 5 tahun. Jika YTM adalah 4%, maka investor tersebut telah membeli obligasi yang ditawarkan yakni di harga Rp1.054,52. Dengan nilai premium lebih tinggi Rp54,52.  

Baca juga: Dividen Dibagikan Setiap Tahun, Bagaimana Mendapatkannya?

Artikel Terkait