Investasi

Laba Bersih! Lebih Baik Menginvestasikan Revenue atau Income

Ajaib.co.id – Berbicara tentang laba bersih dalam investasi maka tidak akan jauh-jauh dari revenue dan income. Sementara itu jika membahas investasi revenue dan income, kira-kira dari keduanya mana yang harus dipilih? Utamanya untuk Anda yang baru belajar investasi

Sebagai pemula wajar saja jika masih banyak hal yang belum diketahui dalam dunia investasi. Pasalnya banyak sekali istilah-istilah dalam dunia investasi yang masih sangat asing di telinga. Salah satu contohnya adalah perbedaan antara revenue dan income.

Salah Kaprah Penggunaan Istilah Keuangan

Tanpa disadari, biasanya beberapa istilah keuangan sangat sering disalahgunakan penggunaannya dalam percakapan sehari-hari. Yang terjadi kemudian adalah tidak jarang akan menimbulkan kebingungan. Utamanya bagi para investor muda maupun pengusaha awal. 

Terlebih lagi para pengusaha maupun investor yang memang tidak memiliki dasar pendidikan formal mengenai keuangan. Misalnya saja seperti revenue dan income. Meskipun sering didengar namun masih sangat abu-abu dalam pemaknaannya. 

Kebanyakan orang sering menggunakan kedua istilah tadi secara bergantian. Sayangnya banyak yang penggunaannya dalam konteks yang salah. Istilah tadi memang terdengar sangat mirip. Bahkan dari segi maknanya. Tetapi ternyata sangat berbeda dalam konsep pengertiannya. 

Padahal jika dihubungkan dengan investasi kedua istilah tadi bisa menimbulkan dampak yang cukup signifikan. Dan itu sangat berpengaruh pada perjalanan investasi Anda kedepannya. Nah, agar Anda tidak salah mengambil keputusan, ada baiknya untuk mengetahui pengertian revenue maupun income terlebih dahulu. 

Pengertian Revenue

Revenue bisa dikatakan sebagai kata yang akan selalu muncul pada bagian atas dari laporan laba usaha. Umumnya terdiri dari jumlah total uang tunai yang dihasilkan dari penjualan produk atau jasa yang menjadi tindakan operasional utama suatu usaha. 

Selain itu, hasil dari revenue yang ditampilkan umumnya juga dikurangi oleh retur atau diskon yang ada. Dengan lebih sederhana lagi, revenue bisa diartikan sebagai untung bersih yang dihasilkan para pebisnis pada periode tertentu. 

Yang menjadi pertanyaannya kemudian adalah apakah ada persamaan antara untung bersih dengan laba bersih dalam konteks ini? Untuk menjawabnya, bisa Anda pahami ilustrasi contoh di bawah ini. 

Marta adalah seorang pengusaha kuliner. Maka revenue berasal dari total penjualan makanan selama periode tertentu (umumnya dihitung secara bulanan). Jika Marta memberikan diskon, maka Marta bisa mengurangi hitungan yang dihasilkan dengan total diskon yang diberikan untuk para konsumennya. 

Permasalahannya, terkadang ada beberapa jenis usaha yang memiliki sumber pendapatan alternatif. Misalnya dari investasi maupun penjualan aset lainnya. Dana ini tidak bisa dihitung sebagai revenue. Pasalnya dana tersebut tidak berasal dari operasional utama sebuah usaha. 

Pengertian Income

Income atau yang sering disebut dengan pendapatan atau keuntungan yang didapat ternyata memiliki arti yang sangat berbeda dari revenue. Dalam konteks keuangan, income selalu mengacu pada laba bersih. 

Alasannya jumlah income dapat mewakili jumlah total uang tunai yang tersisa dari jumlah pendapatan asli setelah memperhitungkan juga semua biaya dan pendapatan tambahan yang ada. Dengan demikian, secara makna income lebih luas dibanding revenue

Biaya yang dimaksud di sini bisa meliputi biaya pokok penjualan, biaya operasional seperti sewa, utilitas, gaji, bunga yang dibayarkan atas utang, biaya pajak, biaya penyusutan dan amortisasi, hingga biaya pengeluaran darurat karena kejadian luar biasa seperti tuntutan hukum misalnya. 

Sementara itu untuk pendapatan tambahan umumnya berasal dari beberapa pendapatan yang mencakup bunga yang terakumulasi atas investasi atau dana yang berasal dari penjualan aset tidak berwujud atau aset fisik seperti peralatan atau obligasi misalnya. 

Nah, agar Anda lebih paham lagi terkait dengan income, pahami ilustrasi contoh menghitung laba bersih di bawah ini: 

Si A memiliki usaha rumah makan yang menghasilkan laba sebesar Rp2 juta per hari. Maka dalam sebulan si A akan memiliki Rp2 juta x 30 = Rp60 juta laba bersih hasil penjualan dalam sebulan. Kemudian harus dikurangi biaya membayar biaya sewa Rp5 juta per bulan. Biaya bahan baku Rp10 juta per bulan. Membayar karyawan 5 orang masing-masing Rp2 juta per bulan. 

Jika ditotal maka Rp5 juta + Rp10 juta + Rp10 juta = Rp25 juta. Setelah itu Anda bisa mengurangi revenue yang didapat dengan biaya-biaya yang dikeluarkan. Sehingga Rp60 juta – Rp25 juta = Rp35 juta. 

Nah, total angka yang dihasilkan tadi itulah yang disebut sebagai income atau laba penjualan bersih yang diperoleh melalui sebuah usaha yang dijalankan. Angka tersebut kemudian bisa ditambah dengan beberapa sumber pendapatan alternatif lain juga sebagai bentuk income yang bisa diterima oleh seorang pemilik usaha. 

Investasi Revenue VS Income

Jika dikaitkan dengan investasi, kira-kira manakah yang seharusnya diinvestasikan? Apakah revenue atau income? Sampai di sini pastinya dalam benak Anda sudah memiliki jawabannya. Dan jika Anda menjawab income, maka jawaban Anda sudah sangat tepat. 

Kenapa? Sebab ini bisa dikategorikan sebagai sarana untuk menggandakan income yang sudah Anda miliki. Dengan investasi, tentunya akan membuat uang Anda bisa menghasilkan revenue baru. Sehingga income yang bisa didapatkan pun akan semakin besar. 

Nah, sehubungan dengan investasi, kini banyak sekali instrumen investasi yang bisa menciptakan keuntungan bagi Anda. Baik itu investasi jangka pendek maupun investasi jangka panjang. Dengan demikian, investasi bisa dikatakan sebagai alternatif terbaik untuk melipatgandakan laba bersih yang sudah Anda dapatkan.

Dengan berinvestasi uang Anda akan terus berkembang. Salah satu cara terbaik untuk berinvestasi adalah dengan menginvestasikan uang Anda lewat Ajaib. Ajaib memiliki banyak produk reksa dana yang terjangkau dan sangat cocok untuk para investor pemula baik itu investasi jangka pendek maupun investasi jangka panjang, Anda bisa mulai dari Rp10.000 saja. Yuk, mulai berinvestasi bersama Ajaib!

Artikel Terkait