Ekonomi

Kemerosotan Nilai Uang Bikin Bisnis Lesu, Ini Sebabnya

Ilustrasi kemerosotan nilai uang
Ilustrasi kemerosotan nilai uang

Ajaib.co.id – Pernah mendengar informasi melemahnya mata uang rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS)? Kondisi ini bisa dikategorikan sebagai kemerosotan nilai uang, tepatnya untuk mata uang rupiah. Tapi ternyata nilai mata uang yang merosot apalagi dalam kurun waktu yang panjang bisa bikin bisnis merugi. Bahkan terancam bikin usaha gulung tikar.

Memangnya apa hubungannya mata uang yang anjlok dengan bisnis yang kita jalankan? Tentu saja ada dan bahkan berperan cukup penting. Soalnya kalau itu terjadi, akan berdampak buruk sama bisnis atau usaha. Kalau kita tidak paham kondisi ini dan tidak mampu melakukan penyesuaian-penyesuaian finansial bisa bisnismu terancam gulung tikar.

Nah, merosotnya nilai mata uang merupakan permasalahan yang harus cepat diselesaikan. Tugas ini utamanya dilakukan oleh pemerintah sebagai pemegang kewenangan alias regulator. Pemerintah harus mengupayakan segala cara agar rupiah bisa kembali menguat sehingga berpengaruh terhadap harga barang.

Nah, sebelum lebih jauh berbicara mengenai bagaimana sikap yang harus diambil saat hal tersebut terjadi. Kita perlu paham penyebab-penyebabnya supaya kamu terutama yang punya bisnis bisa sigap melakukan adaptasi keuangan.

1.    Jumlah Impor yang Meningkat

Impor merupakan kegiatan membeli barang dari luar negeri. Sebetulnya hal ini wajar dilakukan karena bagian dari kerja sama perdagangan antarnegara juga. Tapi kebiasaan-kebiasaan impor barang bisa membuat mata uang rupiah merosot. Apalagi sampai keseringan impor dalam waktu yang berkelanjutan. Kondisi ini sangat berkontribusi bikin mata uang anjlok.

Kalau kegiatan impor diimbangi dengan ekspor, maka kondisi ini akan aman-aman saja. Pastinya ekspor bertujuan untuk menutupi jumlah barang yang datang dari luar negeri. Bila tidak seimbang maka nilai uang akan meningkat. Pastinya kebijakan impor harus digunakan untuk mengatasi kondisi ini.

Secara teori, semakin sering kita melakukan impor maka akan banyak transaksi berupa penukaran uang rupiah ke dolar. Alhasil nilai rupiah menjadi lemah bahkan bisa sampai batas krisis. Makanya, hal ini semacam keniscayaan utamanya bagi negara-negara berkembang seperti negara kita.

Negara berkembang sendiri masih bergantung dalam banyak hal mengenai pemenuhan kebutuhan negaranya dari impor. Jadinya, ketergantungan mata uang dalam negeri ke dolar nggak bisa dihindari.

2.    Orang Indonesia Lebih Suka Investasi di Luar Negeri

Penyebab selanjutnya adalah ketika orang Indonesia atau investor kita lebih suka berinvestasi di luar negeri ketimbang di dalam negeri. Soalnya sudah pasti kalau konsisten investasi di negara lain maka akan berdampak ke ekonomi negara yang bersangkutan bisa menjadi lebih baik.

Kenapa banyak orang Indonesia yang investasi di negara luar yang cenderung lebih baik ekonominya? Tentunya pendapatan dan daya beli masyarakat di negara tersebut otomatis tinggi juga. Artinya semakin banyak investasi masuk ke negara luar yang ekonominya makmur, keuntungannya juga jadi lebih besar buat investor.

Faktor keuntungan yang lebih menjanjikan inilah maka banyak orang Indonesia yang tergiur. Mereka jadi lebih banyak yang menukarkan rupiahnya menjadi dolar untuk bisa berinvestasi di negara maju. Untuk mendapatkan keuntungan mereka rela menukarkan uang rupiahnya yang membuat nilai rupiah jadi anjlok.

3.    Utang Luar Negeri Semakin Meningkat

Kegiatan berutang merupakan hal yang wajar dilakukan oleh sebuah negara, terutama negara-negara berkembang. Berutang merupakan salah satu cara untuk mendapatkan dukungan finansial yang ditujukan untuk kepentingan rakyat. Pemerintah berutang kepada negara luar biasanya untuk mendukung program dan kebijakan pemerintah.

Tentunya kalau pemerintah Indonesia akan membayar utang luar negeri, maka harus melakukan rupiah menjadi dolar terlebih dahulu. Sebab, mata uang yang digunakan sebagai alat pembayaran adalah mata uang dari negara yang memberikan utang.

Nah, kalau akan membayar utang dan posisi kurs rupiah ke dolar melemah maka otomatis beban utang negara akan semakin berat. Alhasil ketika akan dibayarkan maka uang yang dikeluarkan akan sangat besar. Inilah yang menyebabkan nilai rupiah menjadi anjlok.

4.    Bunga yang dikeluarkan oleh Bank

Bunga yang ditentukan oleh bank juga bisa jadi penyebab melemahnya nilai mata uang. Jadi hukumnya seperti ini, semakin lama bank menaikkan suku bunga maka progress pertukaran uang di bank tersebut semakin besar. Dengan begitu otomatis keuntungan bank juga melonjak.

Kalau bank dalam posisi seperti ini ada pihak lain yang diuntungkan. Pastinya investor juga mengalami keuntungan. Misalnya, jika suku bunga di Indonesia meningkat maka para investor akan ramai-ramai berinvestasi di Tanah Air. Tapi sebaliknya kalau mengalami penurunan maka mereka akan menarik investasinya.

Jadi kalau ada pemangkasan suku bunga, nilai tukar mata uang negara yang berkiblat juga mengalami kenaikan kurs termasuk rupiah. Misalnya, kalau suku bunga di Amerika dipangkas maka kurs rupiah terhadap dolar jadi melemah. Dampaknya banyak orang menukarkan uang rupiahnya ke mata ulang dolar. Dampak lanjutannya adalah, nilai mata uang rupiah anjlok dan terkesan tidak berharga.

5.    Inflasi yang Tinggi di Suatu Negara

Inflasi yang merupakan kenaikan harga secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu ini sebenarnya hal yang wajar terjadi. Bahkan inflasi dibutuhkan untuk kepentingan tertentu loh. Contohnya untuk meningkatkan kualitas produk lalu bisa juga untuk tersedianya kebutuhan masyarakat yang bermutu baik.

Tapi sesuatu yang berlebihan selalu tidak baik, termasuk jika inflasi terlalu tinggi atau berlebihan. Maka produk yang ada di masyarakat tidak terbeli oleh masyarakat. Hal ini karena daya beli masyarakat yang menurun sebagai akibat dari harga produk yang melambung tinggi di pasaran.

Kondisi ini membuat otomatis masyarakat jadi malas buat membelanjakan uangnya. Produk-produk di pasaran pun jadi tidak dibeli orang. Alhasil rupiah juga jadi kena imbasnya. Nilai mata uang kita jadi menurun.

Artikel Terkait