Investasi, Reksa Dana

Kapan Saat yang Tepat Untuk Jual Beli Reksa Dana?

Ajaib.co.id – Kalau kamu mau jual atau beli reksa dana, biasanya reksa dana akan eksekusi perdagangan jam 3 sore di waktu penutupan. Biasanya akan diposting dua jam kemudian. Pesanan bisa dimasukkan melalui broker, pialang, penasihat keuangan, atau melalui perusahaan reksa dana yang kamu gunakan.

Bagaimana pun, tidak seperti saham dan ETF (exchange trade fund), eksekusi yang dilakukan oleh perusahaan reksa dana dibandingkan dijual pada pasar sekunder.

Menurut Investopedia.com, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Order reksa dana akan dilakukan satu kali per hari setelah pasar modal ditutup.
  2. Jual atau beli reksa dana bisa dilakukan melalui pialang, penasihat keuangan, manajer investasi, atau langsung pada perusahaan penyedia jasa reksa dana.
  3. Saham reksa dana sangat likuid, mudah diperdagangkan, dan dapat dibeli atau dijual kapan pun pasar buka.
  4. Pesanan akan dieksekusi pada nilai aset bersih (NAB) berikutnya yang tersedia, yang ditentukan setelah pasar tutup setiap hari perdagangan.
  5. Saat memikirkan harga naik atau turun, investor perlu memperhitungkan biaya dan beban penjualan yang terkait dengan dana.

Kapan Order Reksa Dana Dieksekusi?

Perdagangan dan Pencairan

Saham reksa dana sangat likuid yang dapat dibeli atau dijual kapan saja saat pasar buka. Baik bekerja melalui perwakilan, seperti penasihat, atau langsung melalui perusahaan dana, perintah dapat dilakukan untuk membeli atau menebus saham, dan akan dieksekusi pada nilai aktiva bersih (NAB) berikutnya yang tersedia, yang dihitung setelah pasar tutup setiap hari perdagangan yang telah diatur BEI.

Beberapa pialang dan perusahaan dana membutuhkan pesanan untuk ditempatkan lebih awal dari penutupan pasar, sementara yang lain mengizinkan eksekusi pada hari yang sama hingga penutupan pasar. Biasanya periode pencairan reksa dana berbeda-beda, bisa satu sampai tiga hari tergantung tipe pendanaan yang dilakukan.

Investor reksa dana harus membayar berbagai beban biaya seperti:

  • Biaya pencairan yang dibayarkan pada pialang atau penasihat saat beberapa jenis pendanaan dibeli atau dijual
  • Biaya transaksi yang dibayar setiap investor membeli atau menjual reksa dana
  • Rasio biaya dengan persentase yang menggambarkan biaya yang dibayar pada perusahaan reksa dana untuk dikelola dan mengoperasikan dana.

Menghitung Harga

Harga yang dibayarkan untuk saham yang dibeli (juga jumlah yang diterima untuk saham yang ditebus) didasarkan pada NAB baru, dikombinasikan dengan biaya pembelian atau beban komisi pencairan yang jatuh tempo.

NAB dihitung setiap hari, setelah pasar tutup, untuk menentukan nilai pasar penutupan dari semua sekuritas gabungan yang dipegang oleh dana, dikurangi pasiva reksa dana. Angka yang telah didapat kemudian dibagi dengan total saham dana yang beredar, yang menghasilkan NAB per saham untuk hari itu. Order beli dan jual untuk hari itu kemudian dieksekusi menggunakan NAB tersebut. 

Untuk rasio biaya berbeda-beda untuk setiap objektif investasi dan bagaimana pengelolaan dana aktif atau pasif. Berdasarkan hasil riset Morningstar, di Amerika Serikat ekuitas reksa dana yang dikelola secara aktif biasanya dikenakan biaya 0,68%, sementara mitra pasif mereka dikenakan biaya 0,09%. Dana obligasi aktif dikenakan biaya rata-rata 0,51%, sedangkan mitra pasifnya biasanya mengenakan biaya 0,10%.

Selain NAB, investor perlu mempertimbangkan berbagai biaya atau beban penjualan yang terkait dengan reksa dana, seperti beban load (komisi), biaya penjualan yang ditangguhkan karena penebusan, biaya transaksi dan penebusan jangka pendek, biaya pertukaran dan biaya akun. Biaya tersebut mengurangi NAB per harga saham yang diterima untuk pencairan dan ditambahkan ke harga pembelian NAB saat membeli saham.

Jenis Reksa Dana

Tadi disebut kalau reksa dana berbeda-beda. Aset atau efek yang dijual pun bisa berupa saham, obligasi, atau surat berharga lainnya. Bagi kamu yang belum tahu, reksa dana menurut IDX bisa dibagi ke dalam berbagai portofolio investasi: 

  • Reksa Dana Pasar Uang

Investasi reksa dana ini dialokasikan pada efek yang bersifat utang dengan tempo kurang dari satu tahun. Biasanya investor bertujuan untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal.

  • Reksa Dana Pendapatan Tetap

Setidaknya ada 80% dari investasi yang dilakukan aktivanya berbentuk efek dan  bersifat utang dengan risiko yang lebih besar daripada Reksa Dana Pasar Uang. Investor yang menggunakan jenis ini biasanya bertujuan menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil.

  • Reksa Dana Saham

Setidaknya 80% dari aktiva investasi ini berbentuk efek bersifat ekuitas. Dibandingkan dengan dua reksa dana sebelumnya, risikonya lebih tinggi yang seimbang dengan tingkat pengembaliannya.

  • Reksa Dana Campuran

Investor ini memilih untuk mencampur efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang yang cocok bagi kamu yang ingin mengasah ketajaman investasimu.

Risiko yang bisa terjadi ketika kamu investasi reksa dana, bukannya nihil walaupun banyak yang bilang cocok untuk investor pemula. Risikonya adalah berkurangnya unit penyertaan yang disebabkan turunnya harga efek yang termasuk dalam portofolio reksa dana.

Risiko likuiditas biasanya ketika sebagian besar pemegang unit melakukan penjualan kembali atau redemption atas aset yang dimilikinya. Kesulitan Manajer Investasi menyediakan uang tunai bisa menjadi risiko atas pendanaan yang kamu lakukan.

Terakhir, risiko terburuk dari reksa dana adalah perusahaan asuransi yang mengasuransikan kekayaan reksa dana membayar lebih rendah dari nilai pertanggungan atau malah tidak memberi ganti rugi sama sekali.

Jangan pusing-pusing, coba saja dulu investasi reksa dana di Ajaib. Platformnya mudah dioperasikan, cocok banget bagi pemula. Sudah jelas aman karena diawasi dan terdaftar di OJK dan IDX. Tunggu apa lagi? Kamu bisa mulai berinvestasi reksa dana dari Rp10 ribu saja. Yuk, mulai berinvestasi bersama Ajaib!

Artikel Terkait