Reksa Dana

Investasi Reksa Dana Minus? Artinya Kamu Butuh Tips Ini

investasi reksa dana

Ajaib.co.id – Memahami arti minus dari investasi reksa dana yang dimiliki merupakan bagian dari perencanaan untuk mengambil langkah berikutnya saat berinvestasi. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

Selayaknya instrumen investasi, reksa dana juga bisa mengalami penurunan nilai atau berarti minus. Investasi diibaratkan roda kehidupan, kadang ada di atas dan kadang ada di bawah. Oleh karena itu, ketika kamu memutuskan untuk berinvestasi, baik reksa dana atau instrumen investasi lainnya, kamu dituntut untuk memahami setiap kekurangan yang akan dialami. Hal ini menyangkut nilai dana yang dimiliki dapat sewaktu-waktu menurun.

Arti minus pada investasi reksa dana yang kamu miliki bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Baik karena alasan konflik atau bencana yang terjadi di suatu negara. Hal-hal tersebut yang menyebabkan nilai investasi pada reksa dana dapat anjlok secara drastis. Namun, hal ini biasanya tidak akan berlangsung lama dan pasar reksa dana dapat kembali lagi pada kondisi normal.

Nah, untuk memahami arti minus dari investasi reksa dana yang dimiliki, kamu perlu mengetahui penyebab dari menurunnya investasi reksa dana. Mengingat, hal ini akan memutuskan langkah apa selanjutnya yang harus diambil. Untuk memahami penyebab dari terjadinya portofolio reksa dana yang mengalami minus, berikut ini penjelasan terkait hal tersebut.

Apa itu Reksa Dana?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai alasan reksa dana minus dan cara menanggulanginya, apakah kamu sudah memahami apa itu investasi reksa dana? Menurut Bursa Efek Indonesia, reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

Dalam praktiknya, Manajer Investasi ini akan bekerja didukung oleh tenaga profesional yang terdiri dari Komite Investasi dan Tim Pengelola Investasi. Untuk memulai investasi ini, kamu tidak perlu modal besar, karena sistemnya sederhana, kamu hanya perlu menaruh sejumlah uang untuk membeli reksa dana, dan memilih jenis reksa dana yang diinginkan dan selanjutnya, manajer investasilah yang akan mengelola investasi tersebut sesuai dengan tujuan keuanganmu.

Memahami Penyebab Portofolio Mengalami Minus

Ada beberapa faktor yang menyebabkan portofolio reksa dana kamu mengalami minus di beberapa waktu. Hal ini dapat terjadi sejalan dengan perkembangan pasar uang di suatu negara. Nah berikut ini merupakan beberapa alasan atau penyebab dari portofolio reksa dana kamu mengalami minus:

1. Performa Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang Mengalami Penurunan

Portofolio reksa dana dapat mengalami minus karena dipengaruhi oleh IHSG yang juga turun. Hal ini biasanya terjadi pada jenis reksa dana saham. Di mana, reksa dana ini sahamnya diperdagangkan di bursa saham, namun pasar mengalami penurunan. Akan tetapi, tidak selamanya IHSG mempengaruhi portofolio reksa dana karena di beberapa waktu, portofolio reksa dana mengalami minus, namun performa IHSG tetap positif.

2. Salah dalam Memilih Jenis Reksa Dana

Reksa dana memiliki beberapa jenis meliputi reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, reksa dana proteksi, hingga reksa dana index. Jika satu jenis reksa dana memiliki portofolio minus, lain halnya dengan reksa dana lainnya yang bisa jadi mengalami peningkatan secara baik.

3. Pengaruh Internal dan Eksternal

Pada tahun 2017, mungkin kamu masih ingat dengan kejadian panasnya politik saat pemilihan umum gubernur provinsi. Hal ini jelas mempengaruhi perkembangan investasi pada beberapa bidang, baik dana asing maupun lokal. Sedangkan untuk pengaruh asing, biasanya terjadi perubahan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah asing terkait pasar uang dan investasi.

4. Keluarnya Investor Asing

Tidak dapat dipungkiri jika suatu negara memiliki daya tarik bagi investor asing untuk menanamkan modalnya pada suatu perusahaan. Jumlah dari investor asing ini bisa dikatakan cukup mempengaruhi performa setiap perusahaan yang menerima suntikan dana sehingga jika satu waktu investor asing tersebut angkat kaki alias keluar karena suatu hal, maka dapat mempengaruhi nilai investasi yang salah satunya investasi reksa dana.

Jika hal-hal tersebut terjadi pada suatu waktu, maka tidak perlu khawatir dan takut dengan investasi reksa dana yang dimiliki karena kamu bisa mengatasinya dengan beberapa cara. Berikut ini merupakan tips untuk mengatasi portofolio dari reksa dana yang mengalami minus.

Tips Mengatasi Portofolio Reksa Dana yang Mengalami Minus

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan saat portofolio reksa dana mengalami minus. Berikut penjelasannya:

1. Mengingat secara Jelas Tujuan dari Investasi

Tujuan dari investasi pada semua jenis investasi adalah keuntungan. Pada jenis investasi reksa dana sendiri, memiliki ketentuan atau saran yang diberikan oleh manajer investasi yang sifatnya jangka panjang. Pada investasi reksa dana biasanya keuntungan yang akan didapat berkisar mulai dari lima tahun ke atas.

Jika kamu menggunakan reksa dana sebagai instrumen investasi, sebaiknya memang dengan perencanaan investasi dengan jangka panjang. Jadi, ketika portofolio reksa dana mengalami minus dalam satu hingga dua tahun, tidak perlu khawatir akan hal tersebut. Sebaiknya menggunakan reksa dana sebagai investasi dengan tujuan untuk dana di masa pensiun atau sebagai dana untuk pendidikan anak. Maka, potensi keuntungan dari investasi ini bisa kamu dapat atau sesuai dengan harapan.

2. Tunda untuk Mencairkan Dana di Masa-masa Awal

Hal ini masih berhubungan dengan tujuan dari menggunakan reksa dana sebagai instrumen investasi. Di mana, hal semacam pencairan dana ketika masa investasi masuk di kurang dari jangka waktu setahun. Ketika portofolio reksa dana milik kamu mengalami minus, hal ini sebenarnya belum bisa dikatakan mengalami kerugian karena sifatnya masih bisa dikatakan unrealized loss.

Di mana, kerugian dari reksa dana yang dimiliki belum benar terealisasi atau terjadi. Mengingat, potensi portofolio bisa meningkat sewaktu-waktu. Jika kamu mencairkan dana saat investasi tersebut mengalami minus, maka kerugian benar-benar terjadi. Di mana, uang yang kamu miliki benar-benar berkurang bahkan habis.

3. Manfaatkan Kesempatan untuk Menambah atau Top Up Dana

Ketika pasar mengalami penurunan, maka nilai aktiva bersih dari reksa dana di pasar juga mengalami harga yang turun. Hal ini yang harus kamu manfaatkan untuk membeli reksa dana dengan harga lebih murah yaitu dengan menambah dana atau top up. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan lebih di masa mendatang.

Di mana, nilai reksa dana yang turun, satu waktu akan bergerak naik. Bisa dikatakan kamu menambah dana di waktu yang tepat. Hal ini diibaratkan seperti membeli barang yang sedang diskon, kemudian di lain waktu kamu bisa menjual barang tersebut dengan angka yang lebih besar sehingga akan mendapatkan keuntungan.

4. Mengalihkan Sebagian Dana

Hal ini biasanya terjadi ketika kamu mengalami kejadian yang mengharuskan untuk memiliki dana darurat sehingga mau tidak mau harus menggunakan dana dari reksa dana. Untuk mengantisipasi hal ini, sebaiknya kamu mengalihkan dana ke jenis reksa dana yang lebih stabil pergerakannya seperti reksa dana pasar uang. Walau nilai reksa dana yang dimiliki akan berkurang atau mengalami cut loss, setidaknya nilai investasi kamu tidak akan berkurang semakin besar.

Ketika berinvestasi reksa dana, kamu dituntut untuk selalu siap dengan kemungkinan yang dapat terjadi di masa mendatang. Oleh karena itu, persiapkan perencanaan dan strategi yang matang agar dapat mengambil keputusan yang tepat saat portofolio mengalami minus. Hal tersebutlah yang membuat kamu memahami arti minus pada portofolio reksa dana.

Kesalahan Investasi Reksa Dana

1. Tidak Tahu Tujuan Keuangan

Ketika ingin memulai berinvestasi reksa dana, kamu tentu harus mengetahui tujuan keuangan untuk mencapai mimpi keuangan kamu di masa depan. Menurut Ligwina Hananto seorang perencana keuangan menulis bahwa “ibarat memilih jalan tol, kita harus tahu dulu mau pergi kemana. Jangan sampai ingin pergi ke Bogor, tetapi memilih tol Cikampek”.

Sayangnya, banyak orang tidak atau belum tahu apa tujuan keuangannya, tetapi langsung memilih reksa dana. Jadi, sebelum memulainya pastikan kamu memahami tujuan kamu, apakah untuk dana pendidikan, dana pensiun, dana darurat, travel, dan sebagainya.

2. Salah Pilih Jenis Reksadana

Banyak orang yang gagal dalam berinvestasi reksa dana karena tidak memerhatikan jenis produk reksa dana yang mereka pilih. Di mana, masing-masing jenis ini memiliki tujuannya masing-masing dan bisa kamu pilih sesuai dengan tujuan keuangan kamu. Kesalahan yang sering dilakukan adalah banyak oranga yang mengambil produk reksa dana saham dengan risiko tinggi untuk tujuan jangka panjang. Padahal, reksa dana saham memberikan return tertinggi dibandingkan jenis reksa dana lain, tetapi dalam jangka pendek return reksa dana saham bisa sangat fluktuatif.

3. Menunda Terlalu Lama

Banyak orang yang malas memulai investasi. Mereka merasa lebih nyaman menempatkan uangnya di deposito atau bahkan tabungan. Hal ini karena banyak orang yang belum percaya karena sudah banyak mendengar berita penipuan dan kerugian investasi bodong.

Untuk mengatasi kesalahan ini, kamu bisa cek aplikasi ataupun tempat investasi lain yang telah diawasi Otoritas Jasa Keuangan. Kamu bisa mengecek langsung di website OJK dan mengecek apakah reksa dana yang kamu inginkan terdaftar atau tidak.

Selain itu, pilihlah manajer investasi yang tepercaya dan dapat menjamin reksa dana yang kamu miliki. Salah satu yang dapat mewujudkan hal tersebut adalah melalui aplikasi Ajaib. Ajaib merupakan aplikasi yang dapat membantu kamu berinvestasi reksa dana secara mudah dan praktis. Hanya dengan menggunakan smartphone dan diakses secara online, kamu bisa mendapatkan keuntungan besar dan risiko yang rendah saat berinvestasi reksa dana. 

Di Ajaib, kamu bisa memilih instrumen reksa dana dengan profil risiko yang bisa kamu sesuaikan dengan tujuan investasi. Biasanya, instrumen yang memiliki risiko rendah, maka return yang mungkin bisa diterima pun rendah, miisalnya instrumen reksa dana jenis pasar uang. Namun, bagi kamu yang ingin memiliki return besar, maka kamu harus berani menirima risiko yang besar juga. Biasanya bisa kamu dapatkan di produk reksa dana saham atau campuran.

Nah, agar return yang kamu terima pun besar, kamu pun tidak bisa mendapatkan hasilnya secara instan. Setidaknya jatuh tempo satu tahun hingga tiga tahun, barulah kamu bisa melihat hasil investasi yang memuaskan.

Itulah beberapa hal mengenai reksa dana dan alasan kenapa reksa dana ini bisa minus. Nah, bagi kamu yang ingin memulai investasi reksa dana, kamu bisa langsung download aplikasi Ajaib dan lakukan pendaftaran reksa dana kapan dan di mana saja secara online.

Untuk memulai investasi reksa dana di Ajaib, kamu tidak memerlukan modal yang tinggi, mulai dari Rp10 ribu, kamu sudah bisa mulai berinvestasi dan mendapatkan return terbaik sesuai dengan tujuan keuangan kamu.

Namun, bagi kamu yang kurang puas dengan hasil dari investasi reksa dana, kini di Ajaib kamu juga bisa memulai investasi saham dengan mudah, dari mana dan kapan saja. Di Ajaib, kamu bisa memulai investasi mulai dari Rp100 ribu dan mendapatkan return yang tentunya lebih besar dibanding saham.

Jadi, apa kamu lebih tertarik investasi reksa dana atau justru mau mendapatkan return besar dengan memulai investasi saham? Apapun investasi yang kamu pilih, kamu bisa memulainya sekarang juga, kapan dan di mana saja di Ajaib! Yuk investasi sekarang!

Artikel Terkait