Ingin Membeli Emas? Cek Harga Emas 23 Karat Per Gramnya!

Ingin Membeli Emas? Cek Dulu Harga Emas 23 Karat Per Gramnya di sini!

Emas selalu menjadi alat investasi terdepan yang menjadi pilihan masyarakat dari semua golongan. Di mana, investasi menggunakan emas sangat menjanjikan keuntungan dalam jangka panjang dibanding menabung di sebuah bank.

Berbicara soal emas, logam mulia yang satu ini memiliki banyak sekali jenis, mulai dari emas perhiasan, emas batangan, koin emas, hingga emas granule. Kadar emas juga banyak sekali, ada yang 24 karat hingga 9 karat.

Kali ini, redaksi Ajaib bakal membahas emas yang memiliki kadar 23 karat. Emas dengan kadar ini memiliki tingkat kemurniannya sebanyak 2/24 x 100 persen. Artinya, emas ini memliki sekitar 95,8% kandungan emas, sisanya biasanya adalah logam lain seperti perak.

Harga Emas 23 Karat

Karena tingkat kemurniannya hampir 100%, harga emas 23 karat hari ini hampir berada di angka Rp700 ribuan. Berikut ini daftar harga emas 23 karat per gram

a. 1 Gram: Harga Jual = Rp710.220, Harga Beli = Rp600.780

b. 5 Gram: Harga Jual = Rp2.952.750, Harga Beli = Rp2.534.250

c. 10 Gram: Harga Jual = Rp5.905.500, Harga Beli = Rp5.068.500

d. 25 Gram: Harga Jual = Rp14.763.750, Harga Beli = Rp12.671.250

Namun, harga tersebut bisa saja berubah sewaktu-waktu. Pasalnya, harga emas ini tergantung banyak hal, salah satunya adalah nilai tukar dolar Amerika Serikat. 

Harga Emas Naik Karena Dolar

Secara umum, korelasi negatif tercipta dari hubungan nilai tukar dolar Amerika Serikat dengan harga emas yang sedang berlaku saat itu. Jika dolar Amerika sedang melemah, harga emas akan naik. Namun, bila dolar Amerika menguat, harga emas jadi turun.

Selain itu, harga di pasaran bisa tiba-tiba naik tanpa pengaruh dolar Amerika Serikat. Bagaimana bisa? Hal itu terjadi karena kelangkaan stok emas di dunia. Terlebih, pada zaman milenial seperti ini, permintaan emas semakin meningkat yang membuat penambang harus menggali secara dalam.

Faktor Lain yang Memengaruhi Harga Emas Naik

Faktor lain yang memengaruhi harga emas adalah permintaan industri perhiasan di dunia. Misalnya, 54% permintaan emas berasal dari industri perhiasan di dunia, seperti yang terdapat di India, China, dan Amerika Serikat. Sementara itu, 12% lainnya berasal dari industri peralatan medis dan elektronik. Fakta ini dilansir oleh World Gold Council dan The London Bullion Market Association. Tidak heran bila harga emas naik.

Bahkan, hal-hal lain seperti isu politik di dunia juga bisa mempengaruhi harga emas, salah satunya adalah isu Brexit (keluarnya Inggris Raya dari Uni Eropa akibat hasil jajak pendapat terakhir yang terkait dengan Uni Eropa pada Juni 2016). Akibatnya, para investor diserang panik dan mulai memborong emas dalam jumlah besar.

Bila diperhatikan, investasi emas memang terlihat gampang-gampang susah namun menjadi salah satu investasi favprit di Indonesia. Namun, ketika kamu ingin menjadikan emas sebagai investasi, pastikan kamu mengetahui seluk beluk investasi emas sebelum benar-benar terjun melakukannya.

Selain emas 23 karat, kamu juga bisa membeli emas 24 karat sebagai emas murni yang memiliki tingkat kemurnian hingga 99 persen, jauh lebih tinggi dibanding emas putih ataupun emas 23 karat. Hingga hari ini, tanggal 18 Januari 2020, harga emas 24 karat dengan jenis emas kuning sudah mencapai angka Rp738.720. Jadi, tertarik untuk memulai investasi emas? Atau ingin mencoba investasi lainnya?

Alternatif Investasi Selain Emas

Selain emas, kamu juga bisa memulai investasi lainnya seperti reksa dana, deposito berjangka, tabungan Dollar, saham, obligasi, dan sebagainya. Mana yang paling oke untuk berinvestasi? Temukan penjelasannya di bawah ini.

#1 Deposito berjangka

Ini merupakan investasi dengan tingkat bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa. Di mana, dengan tabungan ini, kamu hanya boleh mencairkan dana pada tabungan sesuai dengan tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan di awal. Semakin lama tanggal jatuh temp, semakin besar juga keuntungan yang bisa kamu dapatkan. Untuk risiko investasi ini pun cukup rendah, bahkan bisa tanpa risiko.

#2 Properti

Jenis investasi ini memiliki nilai yang cukup besar dan menjadi salah satu pilihan dari berbagai jenis investasi lainnya. Namun, investasi ini memerlukan perawatan yang maksimal agar tetap memiliki nilai jual yang tinggi pada jangka waktu beberapa tahun kedepan.

Jika kamu ingin berinvestasi ini, ada 2 cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapat keuntungan maksimal, yaitu menjualnya setelah nilai properti naik beberapa tahun kemudian, dan menyewakan properti tersebut untuk mendapatkan passive income.

#3 Saham

Investasi saham menjadi investasi populer berupa bentuk kepemilikan sebuah perusahaan. Ketika kamu memmiliki saham di perusahaan, artinya kamu berhak mendapatkan bagian dari keuntungan yang didapatkan. Investasi saham juga cenderung menawarkan hasil yang lebih tinggi jika dibandingkan jenis investasi lainnya. Namun, saham bersifat high risk, high return.

Investasi jenis ini berisiko tinggi untuk dijalankan, di mana harga saham dapat naik dan turun sangat drastis dalam jangka waktu yang cepat. Investasi saham dikategorikan dalam dua macam, yaitu saham dividen dan saham pertumbuhan.

#4 Obligasi

Obligasi merupakan surat utang jangka menengah maupun jangka panjang yang dapat diperjualbelikan. Obligasi ini berisi perjanjian dari pihak yang menerbitkan Efek untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada akhir waktu yang telah ditentukan, kepada pihak pembeli obligasi. Ini merupakan salah sati investasi berpendapatan tetap yang bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang relatif stabil dengan risiko yang lebih stabil juga, dibanding saham.

Setidaknya terdapat 3 jenis obligasu yaitu obligasi pemerintah, obligasi korporasi, dan obligasi retail. Apa perbedaan ketiganya?

a. Obligasi Pemerintah, berisi Surat Utang Negara yang diterbitkan Pemerintah RI dengan kupon tetap (seri FR- Fixed Rate), obligasi dengan kupon variable (seri VR –Variable Rate) dan obligasi dengan prinsip syariah/ Sukuk Negara.

b.Obligasi Korporasi, berupa surat utang yang diterbitkan Korporasi Indonesia baik BUMN maupun korporasi lainnya. Obligasi ini terbagi atas obligasi dengan kupon tetap, obligasi dengan kupon variabel dan obligasi dengan prinsip syariah.

c. Obligasi Ritel, diterbitkan Pemerintah yang dijual kepada individu atau perseorangan melalui agen yang ditunjuk oleh Pemerintah. Biasanya ada beberapa jenis yaitu ORI atau Sukuk Ritel.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait