Dunia Kerja

Informasi Lengkap Jenjang Karier Pegawai Bank dan Jabatannya

Ajaib.co.id – Bekerja di industri banking menjadi salah satu impian banyak orang, pasalnya jenjang karier dan gaji yang ditawarkan sebagai pegawai bank sangat menggiurkan.

Selain itu, bekerja di bank tidak mewajibkan kamu memiliki latar belakang khusus, kebanyakan bank-bank menawarkan posisi dan jabatan untuk profesional dari berbagai jenis disiplin ilmu. Berbekal kemampuan yang bisa dipelajari secara umum dan soft skill yang sesuai, kamu bisa bersaing untuk menjadi pegawai atau karyawan bank.

Jika kamu ingin mengejar jalur karier di bidang perbankan, perlu diketahui bahwa ada banyak jabatan, mulai dari entry-level seperti seperti customer service hingga ke level manajemen seperti manajer cabang.

Di bawah ini adalah daftar jabatan dan jenjang karier yang bisa kamu pelajari lebih lanjut, lengkap dengan tugas, persyaratan pendidikan, dan potensi pendapatan.

Teller

Teller adalah petugas bank yang bekerja di bagian counter. Tugas utama mereka adalah melayani nasabah dan calon nasabah yang ingin melakukan transaksi. Teller bertanggung jawab melakukan serangkaian transaksi, mulai dari menerima simpanan, tanda tangan pengesahan kasir, mencairkan cek, hingga menawarkan jasa perbankan lainnya.

Jika kamu tertarik dengan pekerjaan ini, kamu bisa menemukan lowongan teller bank di berbagai kota di Indonesia melalui situs pencarian pekerjaan, seperti Linkedin atau Jobstreet. Sebelum mengirim lamaran, pastikan untuk memperhatikan persyaratan yang diminta oleh perusahaan.

Sebagai pegawai bank yang bertemu langsung dengan nasabah, seorang teller diharuskan memiliki penampilan yang baik, serta kemampuan berkomunikasi yang cakap.

Customer Service

Selain teller, pegawai bank yang bertanggung jawab di bagian depan adalah customer service. Fungsi utama untuk posisi customer service adalah sebagai penerima tamu, deskman yang melayani aplikasi nasabah, sales untuk menjual produk bank, hingga customer relation yang bertugas menjaga hubungan baik antara bank dan nasabah.

Terkait menerima keluhan nasabah, customer service diharapkan mampu mendengarkan dan menemukan solusi dari masalah yang dihadapi nasabah. Dengan demikian, bank dinilai dapat memberikan layanan terbaik ke nasabah.

Mengingat beban tugas yang cukup penting, seorang customer service harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan pengetahuan mendalam mengenai produk perbankan. Selain itu, mereka juga diharapkan memiliki penampilan menarik.

Jika kamu memiliki dua keunggulan tersebut, tersebut, peluang untuk menjadi customer service di bank semakin besar.

Account Officer

Account officer adalah pegawai bank yang bertanggung jawab sebagai sales dan marketing. Sebagai orang yang menjalankan dwifungsi penjualan dan pemasaran, account officer bertugas harus mencari nasabah dan menawarkan produk perbankan yang tepat.

Selanjutnya, account officer juga harus menganalisa pemberian kredit bagi para calon debitur dan memantau kelancaran pembayaran debitur.

Investment Bankers dan Agen Penjualan

Mengejar karier sebagai investment bankers atau agen Penjualan investasi mungkin menarik jika kamu ingin bekerja dengan bisnis yang membutuhkan pendanaan atau investor swasta yang sering melakukan perdagangan di pasar saham.

Sebagai investment bankers, kamu dapat membantu perusahaan baru mendapatkan modal yang dibutuhkan untuk memulai, membantu merger atau menawarkan nasihat tentang obligasi dan saham.

Agen penjualan investasi fokus untuk mengawasi pasar saham dan memutuskan waktu terbaik untuk melakukan perdagangan. Kedua jenis jabatan ini dapat bekerja baik di bank komersial maupun bank investasi.

University of Kansas menyebutkan bahwa karier perbankan investasi umumnya membutuhkan gelar sarjana yang berkaitan dengan keuangan.

Kamu juga perlu mendapatkan lisensi yang diperlukan untuk membeli dan menjual investasi orang lain serta menyelesaikan program pelatihan di tempat kerja. Kamu dapat mempertimbangkan gelar master degree dan sertifikasi sebagai analis keuangan untuk membuktikan dirimu ke bank potensial.

Analis Kredit

Analis kredit adalah salah satu jabatan pendukung di industri perbankan. Seorang analis kredit bertugas dalam pengumpulan dan analisis data keuangan nasabah, mulai dari kebiasaan membayar, pendapatan, tabungan, dan aktivitas pembelian.

Setelah data dikumpulkan, analis akan melakukan evaluasi, lalu menentukan tindakan yang tepat untuk nasabah ke depannya.

Misalnya, seorang analis kredit sedang mengoleksi data pemegang kartu kredit, mereka akan melihat bagaimana kebiasaan belanja para pemegang kartu kredit, dan kemampuan membayar tagihan setiap bulan.

Jika pengguna kartu kredit pernah atau sering gagal membayar tagihan, maka analis bisa merekomendasikan pengurangan batas penggunaan atau bahkan penutupan kartu.

Manajemen

Setelah mendapatkan pengalaman keuangan dan perbankan untuk waktu yang cukup lama, kamu berpeluang mendapatkan posisi manajer cabang atau departemen bank, atau kamu bahkan bisa mengelola seluruh wilayah cabang atau menjabat sebagai eksekutif pengambil keputusan.

Jabatan manajemen memiliki tanggung jawab untuk mempekerjakan dan mengarahkan pegawai bank, menilai risiko, membuat anggaran dan prosedur, serta bernegosiasi dengan broker. Kamu juga dapat membuat keputusan akhir tentang aplikasi pinjaman nasabah dan membuat keputusan tentang produk, layanan, dan perluasan cabang.

Untuk mendapatkan posisi puncak di industri perbankan, tentu kamu membutuhkan gelar sarjana atau master yang relevan sesuai dengan pekerjaan, serta pengalaman beberapa puluh tahun dalam posisi terkait, misalnya loan officer atau financial advisor.

Bagi kamu yang memiliki impian menjadi manajemen di bank disarankan menyiapkan beberapa keterampilan untuk mendukung jabatan tersebut, seperti pemahaman hukum, keterampilan penjualan dan pemasaran, layanan pelanggan, latar belakang akuntansi, serta pemahaman manajemen bisnis.

Setelah memahami gambaran besar jenjang karir di industri perbankan, kini giliran kamu untuk menentukan ke mana karir kamu aja mengarah sebagai pegawai bank. Apa pun jalan yang kamu ambil, pastikan untuk melengkapi keterampilan dan soft skill yang dibutuhkan untuk perkembangan diri sendiri.

Artikel Terkait