Investor Pemula

Contoh Analisis Keuangan yang Bisa Menguntungkan Investor

Ajaib.co.id – Sebagai calon investor, sebelum memutuskan memberikan modal pada sebuah perusahaan, banyak hal yang harus dipikirkan.

Tujuan memberikan modal suatu usaha adalah karena ingin mendapatkan keuntungan darinya. Keuntungan ini sudah menjadi tujuan yang mutlak, tidak ada yang lain.

Jadi, kamu harus bisa melakukan analisis keuangan perusahaan tersebut. Contoh analisis itu akan kamu ketahui di sini.

Melakukan Analisis Keuangan Adalah Hal yang Wajib

Sebelum mengeluarkan modal, kamu harus mengenal perusahaan yang ingin kamu modali dengan baik. Yang kamu titipkan adalah uang yang tentunya bukan perkara main-main.

Jadi, kamu tidak boleh asal-asalan dalam memilih perusahaan. Perusahaan tersebut haruslah bisa memberikan keuntungan padamu. Intinya kamu tidak ingin mengalami kerugian.

Memprediksi apakah perusahaan tersebut layak untuk dimodali dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah dengan melakukan analisis keuangan.

Di sini kamu harus bisa membaca dan mengerti dengan jelas bagaimana laporan keuangan karena sumber valid keuangan ada di sana. Pun jika ada yang kurang lengkap di laporan keuangan itu kamu harus tahu sehingga nanti bisa meminta perusahaan untuk melengkapinya.

Tidak perlu khawatir soal izin karena sifat laporan keuangan ini bisa dilihat oleh orang luar, termasuk kamu yang ingin memberikan modal pada perusahaan bersangkutan.

Manfaat menganalisis keuangan tidak hanya untuk investor, tapi juga ada manfaatnya bagi perusahaannya sendiri. Inilah manfaatnya:

1.    Mengetahui kinerja perusahaan dalam periode tertentu

Setiap perusahaan punya kebiasaan tersendiri dalam menyusun laporan keuangan. Ada yang menyusun laporan keuangan setahun sekali, dua kali dalam setahun, tiga kali dalam setahun, dan lainnya.

Membuatnya dalam periode tertentu ini membuat perusahaan akan mudah menentukan perbandingan kinerja perusahaan dengan periode sebelumnya. Dari sana dapat diketahui apakah perusahaan bertumbuh atau tidak.

2.    Menilai perusahaan sendiri

Perusahaan menilai dirinya sendiri dengan menyusun laporan keuangan yang jujur. Jika terjadi kerugian, maka perusahaan harus menyatakan bahwa di periode tertentu mereka mengalami kerugian.

Penyebabnya juga biasanya dapat disebutkan. Penilaian tidak hanya dari luar, dari dalam biasanya lebih efektif karena mereka yang paling tahu di dalam seperti apa.

3.     Mengetahui potensi perusahaan

Dari laporan keuangan kamu akan menemukan informasi perusahaan tersebut punya potensi atau tidak di masa depan. Jika ingin mendapatkan keuntungan di jangka panjang, dari laporan keuangan biasanya akan terlihat apakah perusahaan ini bisa bertahan lama atau tidak.

Untuk itulah kamu harus bisa menganalisis laporan keuangan dengan baik untuk mengetahuinya.

4.    Memperbaiki laporan keuangan yang keliru

Laporan keuangan disusun oleh orang yang bisa saja melakukan kesalahan. Memasukkan data yang sangat banyak dalam angka-angka bukanlah hal yang mudah. Kesalahan dalam laporan sebenarnya hal yang wajar, walaupun inginnya dihindari.

Untuk itulah ketika kesalahan ditemukan harus segera dibetulkan. Jika laporan keuangan tidak disusun, kesalahan pasti tidak akan diketahui.

Sekarang adalah tahapan melakukan analisis keuangan perusahaan. Tahapannya ada beberapa dan kamu lakukan dari yang paling dasar terlebih dahulu. Inilah tahapan contoh analisis keuangan yang dapat kamu praktikkan.

1.    Mengenali perusahaan dengan baik

Mengenali perusahaan dengan baik maksudnya, tidak hanya mengenali siapa pemilik dan alamat perusahaan. Kamu juga harus tahu bisnis apa yang perusahaan tersebut lakukan. Dengan begini kamu bisa terhindar dari penipuan.

Banyak orang yang diiming-imingi akan mendapatkan keuntungan sangat besar, padahal perusahaannya tidak jelas usahanya apa. Akhirnya uang yang mereka berikan pun dibawa kabur dan akhirnya malah mengalami kerugian.

Perusahaan yang bagus adalah perusahaan yang usahanya jelas. Lalu, kamu juga harus tahu bagaimana proses usaha itu berjalan. Sektor apa yang menaungi perusahaan itu, dan kelemahan dan kelebihan sektor tersebut. Masing-masing sektor punya kelemahan dan kelebihannya tersendiri.

2.    Mengetahui rencana masa depan perusahaan

Tidak ada salahnya menanyakan apa yang perusahaan lakukan di masa depan, terutama setelah mendapatkan modal darimu.

Hal ini harus kamu tanyakan karena biasanya perusahaan sudah membuat perencanaan ini dalam bentuk laporan. Jika ada yang perlu ditanyakan, tanyakan dengan jelas.

3.    Memeriksa laporan keuangan

Perusahaan biasanya mengizinkan calon investor memeriksa laporan keuangan. Bisa dikatakan ini adalah pemeriksaan final yang menentukan. Untuk itulah perusahaan diwajibkan memberikan laporan keuangan yang rapi dan sebenar-benarnya.

Banyak hal yang akan investor nilai dari laporan keuangan. Ini adalah contoh analisis keuangan yang sangat penting.

4.    Analisis rasio keuangan

Rasio keuangan adalah bagian yang akan sangat diperhatikan oleh investor. Keputusannya akan ditentukan setelah menilai rasio-rasio ini. Contoh analisis keuangan yang paling kuat ada di sini. Inilah macam-macam rasio keuangan yang akan diperiksa dengan jeli oleh investor.

–      Rasio Profitabilitas =Ini adalah bagian yang sangat penting karena berhubungan dengan tujuan yang kamu ingin ketika memutuskan menanamkan modal untuk perusahaan. Dengan melihat bagian ini, kamu akan tahu seberapa besar kemampuan perusahaan tersebut dalam menghasilkan keuntungan.

–      Rasio Likuiditas =Perusahaan memiliki kewajiban seperti membayar utang dan membayar pajak, dan perusahaan harus melunasi kewajibannya itu dengan baik. Bagian ini menunjukkan kemampuan sebuah perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya.

–      Rasio Solvabilitas =Merupakan kemampuan perusahaan menyelesaikan kewajiban jangka pendek dan jangka panjang ketika perusahaan mengalami likuidasi. Kewajibannya ini berupa utang perusahaan yang awalnya terjadi untuk modal jangka pendek dan jangka panjang.

–      Rasio Aktivitas = Dengan melihat bagian ini kamu akan mengetahui seberapa aktif perusahaan menggunakan aktiva-aktivanya dalam berbisnis. Jika aktivitasnya tampak banyak, itu berarti perusahaan menggunakan aktivanya dengan sangat baik.

Artikel Terkait