Investor Saham Pemula

Evaluasi Trading, Parameter Apa yang Dipakai untuk Mengukur?

Evaluasi Trading

Ajaib.co.id – Setiap investor atau trader tentu mengharapkan profit dalam kegiatan trading-nya. Namun, harapan tak selalu sesuai dengan realisasi. Bukannya profit, seorang trader bisa pula menanggung kerugian. Oleh sebab itu, penting untuk melakukan evaluasi trading. Tapi, bagaimana melakukannya?

Evaluasi trading dilakukan untuk mengukur seberapa sesuai strategi trading yang trader lakukan dengan kondisi pasar yang dinamis. Dengan mengevaluasi trading selama ini, seorang trader dapat mengetahui apa yang sudah baik dan masih kurang sehingga bisa diperbaiki serta ditingkatkan lagi performanya. Evaluasi trading juga bisa membuat trader menyusun strategi lebih objektif ke depannya.

Nah, bagaimana melakukan evaluasi trading yang terarah? Parameter apa saja yang bisa diterapkan? Sejumlah parameter dapat digunakan untuk mengevaluasi trading, seperti di bawah ini.

Annualized Return

Nilai profit yang dihasilkan dalam kurun waktu satu tahun. Merujuk Trade Your Edge, evaluasi trading dapat membuat seorang trader menuju ke arah yang lebih benar. Dengan memperbaiki kekurangan di tahun sebelumnya, maka ia bisa membuat peningkatan target di tahun berikutnya.

Namun, jika tidak melakukan perbaikan, maka ia dapat mengulangi kesalahan sama yang membuatnya kehilangan banyak profit.

Total Net Profit

Keseluruhan profit bersih setelah dikurangi loss dan komisi. Nilai ini bisa jadi evaluasi terhadap sistem trading pada kurun waktu spesifik.

Max Drawdown

Nilai kerugian terbesar dalam satu periode waktu tertentu. Max drawdown dihitung dari puncak modal tertinggi dengan kerugian terbesar.

Nilai max drawdown dapat membantu trader dalam mengevaluasi risiko maupun porsi risk reward dengan tepat.

Average Trade Net Profit

Nilai rata-rata profit maupun loss per transaksi. Average trade net profit didapat dari pembagian total transaksi profit dengan jumlah transaksi yang menghasilkan profit.

Percent Profitable

Probabilitas profit. Nilai percent profitable didapat dengan membagi jumlah transaksi profit dengan total transaksi yang dilakukan. Tidak ada standar ideal pada percent profitable.

Hal ini karena besaran profit atau loss pada tiap transaksi bisa berbeda. Jika seorang trader yang memiliki risk reward jauh lebih besar, maka persentase profitnya tidak perlu sampai 70% (misalnya cukup hingga 50%). Dengan begitu, ia bisa tetap withdraw secara konsisten.

Hal ini karena profitnya besar, sedangkan loss-nya jauh lebih kecil. Bila rasio risk reward-nya berdekatan, maka persentase profit harus besar (melebihi 70%).

Selain parameter, sejumlah komponen perlu diperhatikan dalam evaluasi trading antara lain:

Biaya Pengeluaran Selama Trading

Biaya selama trading bukan hanya loss. Biaya lainnya dalam trading juga perlu diperhatikan, misalnya pemotongan untuk komisi, pajak, dan selisih harga jual-beli (slippage). Sebagai ilustrasi, investor A membeli 10 lot saham B pada bulan Mei 2020 di harga Rp4.360/saham. Fee transaksi beli sebesar 0,15%.

Maka, perhitungannya adalah transaksi beli Rp4.360.000 (10 lot x 100 lembar x Rp4.360) + fee broker Rp3.488 (0,08% x Rp4.360.000) + levy Rp1.744 (0,04% x Rp4.360.000) + PPN Rp1.308 (0,03% x Rp4.796) = Rp4.366.540.

Pada bulan Juni 2020, investor A ingin menjual saham B miliknya pada harga Rp4.750/saham. Alasan ia menjualnya karena sudah merasa untung dari kenaikan saham B.

Saat menjualnya, investor A dikenakan fee jual sebesar 0,25%. Fee jual selalu lebih besar dibandingkan fee beli. Hal ini karena pada transaksi jual, dikenakan tambahan PPh final sebesar 0,1% dari nilai transaksi penjualan saham.

Frekuensi Evaluasi

Frekuensi evaluasi bervariasi tergantung dari gaya trading trader. Trader harian (day trader) tentu lebih sering melakukan transaksi dibandingkan swing trader (mengambil posisi hold dalam jangka waktu tertentu, yaitu harian, mingguan, atau bulanan).

Jika seorang trader bertransaksi kurang dari lima kali per bulan, maka disarankan melakukan evaluasi tiga bulan sekali. Namun, seorang day trader bisa melakukan evaluasi tiap minggu atau bulan.

Kenapa day trader tidak melakukan evaluasi tiap hari? Karena dampaknya tidak terlalu signifikan. Justru hal itu bisa membuat trader menjadi galau, tidak yakin dengan strategi yang dipilih, atau sering mengubah strateginya. Padahal, belum tentu strategi yang dilakukannya salah.

Kondisi Psikologis

Kondisi psikologis seorang trader juga merupakan komponen penting dalam mengevaluasi trading. Tidak sedikit trader yang melakukan evaluasi sangat subjektif karena dipengaruhi oleh kondisi psikologisnya, misalnya kecewa, sedih, atau bahkan gembira.

Psikologi seorang trader bisa dilihat dari jejak digital, misalnya membuka history pada aplikasi tertentu atau catatan aktivitas trading lainnya. Sebagai gambaran, seorang trader terlihat sering keluar-masuk market dalam waktu berdekatan dilihat dari history-nya.

Aktivitas keluar-masuk market yang dilakukan oleh trader tersebut menghasilkan kerugian yang cukup signifikan. Data ini bisa melukiskan bahwa trader tersebut belum mampu untuk mengendalikan tekanan psikologinya.

Perkembangan Teknik Analisis

Perkembangan teknik untuk melakukan analisis pergerakan harga bisa diukur dari persentase pertumbuhan nilai akun yang dimiliki oleh trader tersebut. Teknik analisis dikatakan lebih baik jika ada pertumbuhan dari nilai akun yang lebih konsisten dari beberapa waktu.

Jurnal Trading

Seorang trader yang ingin mendulang kesuksesan harus didukung oleh sistem yang membantunya dalam mengambil keputusan trading. Seorang trader dapat mengembangkan sistem trading melalui beberapa pengalaman trading.

Salah satu tool atau alat yang dapat membantu trader mengembangkan sistem sesuai dengan kebutuhannya adalah jurnal trading. Jurnal trading sangat berguna sebagai bagian observasi dan review kinerja trading.

Bagi trader pemula, evaluasi bisa menjadi cara untuk menambah pengalaman. Pada awalnya, evaluasi bagi sebagian trader agak ‘merepotkan’. Namun, seiring waktu evaluasi bisa menjadi aktivitas yang bisa dinikmati oleh trader karena manfaat besarnya.

Artikel Terkait