Investor Pemula

Diversifikasi Adalah Upaya Meminimalisir Risiko Investasi

diversifikasi adalah strategi mengelola risiko investasi

Ajaib.co.id – “Don’t put all your eggs in one basket” atau “jangan taruh telur-telur kamu dalam satu keranjang”. Ungkapan yang tak asing lagi terdengar, khususnya bagi investor yang berpengalaman. Cara ini dikenal sebagai diversifikasi adalah hindari berinvestasi di dalam satu instrumen saja.

Investor yang sudah kenyang pengalaman akan menghindari berinvestasi hanya pada satu instrumen. Mereka cenderung melakukan diversifikasi. Apa yang dimaksud dengan diversifikasi?

Dalam lingkup investasi, diversifikasi merupakan upaya menyebar investasi ke berbagai jenis instrumen investasi yang ada. Singkatnya, diversifikasi adalah strategi dalam menempatkan nilai investasi ke dalam instrumen investasi yang berbeda-beda. Yang dimaksud dengan instrumen di sini dilihat dari likuiditas, risiko, dan potensi return.

Likuiditas yang dimaksud di sini adalah kemudahan untuk menjual dan membeli sebuah instrumen untuk berinvestasi. Sebagai gambarannya, bila membuat iklan tentang properti yang kamu miliki, maka belum tentu properti tersebut akan langsung laku atau terjual. Bisa saja terjualnya besok, minggu, atau bulan depan. Sedikit berbeda dengan saham yang bisa saja diperdagangkan hari itu juga bila memang diinginkan dan bisa memperoleh keuntungan langsung di hari itu juga.

Lalu, potensi return investasi. Return adalah profit dari aset yang kamu investasikan. Ketika kamu melakukan diversifikasi investasi, return kamu tidak bergantung pada satu aset saja, melainkan pada berbagai aset. Jadi, ketika ada aset investasi yang tidak memberikan return pada sebuah periode, aset-aset lainnya bisa menjamin kamu untuk tetap bisa menikmati return dari aset yang diinvestasikan.

Potensi return dalam saham, misalnya, akan berbeda dengan obligasi. Pada dasarnya, nilai return saham lebih besar jika dibandingkan dengan obligasi. Tapi, selain itu, tetap risiko berinvestasi dalam saham juga jauh lebih besar dibandingkan dengan obligasi. Hal ini disebabkan karena fluktuasi dari harga saham lebih besar sehingga risiko lebih besar.

Lain ceritanya jika kamu meletakkan dana dalam bentuk investasi emas batangan ataupun reksadana pasar uang. Kerugian yang mungkin kamu terima tidak sebesar bila dibandingkan dengan meletakkan seluruh investasi di saham.

Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan atau merugikan atau membahayakan dari suatu perbuatan atau tindakan. Menurut Jorion (2000), menyatakan risiko sebagai volatility dari suatu hasil yang tidak diekspektasi, secara general nilai dari aset atau kewajiban dari bunga. Risiko dapat dialami oleh siapa saja dan di mana saja, termasuk ketika sedang melakukan investasi atau yang dikenal dengan risiko investasi.

Manfaat Diversifikasi

Diversifikasi berguna untuk mengelola investasi di lebih dari satu instrumen investasi. Jadi, investor tidak hanya berinvestasi di satu instrumen investasi. Mungkin menghilangkan risiko tidak mungkin, tapi kamu bisa mengelola risiko dengan memiliki berbagai produk investasi sehingga memiliki portofolio beraneka ragam.

Lantas, apa manfaat diversifikasi investasi? Pada dasarnya, kamu dapat memiliki portofolio yang beragam untuk meminimumkan potensi kerugian. Alasannya, di tiap pasar keuangan akan selalu ada ketidakpastian dengan tingkat yang beragam.

Diversifikasi portofolio merupakan tantangan dan sekaligus peluang. Kamu perlu memilih instrumen investasi tepat untuk mengelola uang ‘menganggur’ yang dapat dijadikan modal awal dalam berinvestasi.

Sebagai contoh, kamu memutuskan untuk berinvestasi dengan membeli saham perusahaan X. Jika nilai saham perusahaan X terus mengalami penurunan ataupun melemah, maka investasi kamu pun akan turut melorot. Nilai investasi kamu juga tidak akan berkembang.

Bandingkan, misalnya, kamu ‘menyebar’ investasi ke saham perusahaan X dan emas. Saat nilai saham perusahaan X ‘jatuh’, potensi kerugian kamu bisa diminimalisir jika di saat bersamaan harga emas naik. Ada peluang untuk dua instrumen investasi yang kamu miliki naik bersamaan, maka kamu berpotensi mendapat keuntungan berlipat. Asyik, kan!

Namun, sebagian orang menilai strategi diversifikasi adalah hal yang rumit. Padahal, penilaian tersebut keliru. Justru dengan adanya diversifikasi inilah kamu bisa memaksimalkan aset yang ada. Bahkan, saat aset yang lain sedang merosot.

Strategi Diversifikasi

Diversifikasi juga memerlukan strategi. Diversifikasi bisa diibaratkan memasak. Memasak memerlukan bahan-bahan makanan yang diukur dalam takaran tertentu sehingga nantinya akan menghasilkan sebuah masakan yang lezat. Sayangnya, tidak semua bahan makanan bisa dimasukkan karena nantinya akan menyebabkan rasa menjadi tidak enak.

Hal yang sama juga berlaku untuk diversifikasi. Apabila kamu terlalu banyak memecah dana investasi pada instrumen yang berbeda-beda, maka belum tentu hasilnya akan mengagumkan dan memuaskan.

Jadi, setelah memahami pentingnya diversifikasi dan juga langkah-langkah untuk melakukannya, iringi pula kegiatan investasi kamu dengan selalu cermat dalam mengelolanya. Artinya, kamu harus teliti sebelum dan saat berjalannya investasi yang kamu lakukan, baik untuk memantau perkembangan serta mendeteksi jika ada permasalahan yang muncul.

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memahami macam-macam aset investasi. Aset ini terdiri dari aset fisik, aset kertas, dan bisnis:

  • Aset fisik, misalnya emas, batu permata, tanah, ruko, dan apartemen.
  • Aset kertas, contohnya tabungan, deposito, saham, dan obligasi.
  • Bisnis, misalnya bisnis online dan waralaba.

Kamu bisa membandingkan keunggulan dan kekurangan masing-masing bentuk investasi. Kemudian, carilah investasi terbaik sesuai kebutuhanmu. Amati perkembangannya dan menganalisis bila muncul permasalahan.

Ketika ingin berinvestasi, tentu kamu memiliki tujuan. Kalau punya tujuan jangka pendek untuk mengamankan uang, pilihlah investasi berbentuk deposito dan obligasi. Kemudian, pilih investasi jangka panjang untuk warisan anak-anakmu, misalnya membeli beberapa bidang tanah.

Sumber :

Artikel Terkait