Bisnis & Kerja Sampingan

Cari Investor untuk Bisnis Kecil Tidak Mustahil, Ini Caranya

cari investor

Ajaib.co.id – Siapa pun bisa cari investor untuk menjalankan bisnisnya, bahkan bisnis kecil sekali pun. Namun kita sering kali terjebak arti investor yang kurang tepat. Mendengar kata investor, seolah itu adalah ‘mainan’ bisnis yang sudah besar, mapan, dan maju.

Seolah-olah, investor hanya bisa diperoleh oleh perusahaan-perusahaan besar yang melantai di pasar modal. Tentu saja tidak demikian. Sederhana saja, investor adalah pihak yang menanamkan modal, baik individu maupun organisasi, kelompok, atau perusahaan.

Misalnya, Pak Anto, pedagang soto, berinisiatif membangun kerja sama dengan temannya, Pak Budi. Pak Budi hanya perlu memberikan dana sebesar Rp1 juta yang dijadikan tambahan modal untuk bisnis soto Pak Anto. Nantinya, Pak Budi berhak atas bagian laba bisnis soto sesuai modal yang diberikannya. Pak Budi dapat disebut sebagai investor.

Jika kamu punya bisnis dan ingin tambahan modal untuk mengembangkan usaha, cari investor adalah salah satu solusi. Kamu bisa cari investor dari orang-orang terdekat, atau sesama pebisnis. Lalu bagaimana cara sukses cari investor untuk bisnismu?

Pilihan Calon Investor

Di luar sana, banyak pihak yang memiliki kelebihan dana dan siap membantumu mengembangkan bisnis. Kamu tinggal memilih jenis investor yang sesuai untuk memenuhi kebutuhanmu. Selanjutnya, kamu perlu berupaya meyakinkan calon investor untuk bersedia bekerja sama denganmu. Berikut jenis-jenis investor yang dapat kamu pertimbangkan untuk pengajuan proposal bisnis:

Investor Pribadi

Untuk mereka yang baru saja memulai bisnis, mungkin mendapatkan modal adalah hal yang tidak mudah. Pebisnis pemula harus mampu meyakinkan pemberi pinjaman akan prospek bisnisnya. Selain itu, jika mengajukan pinjaman ke bank, cicilannya akan terasa berat karena bank akan mengenakan bunga pinjaman yang tinggi.

Dengan memilih investor pribadi, pebisnis pemula bisa mendapatkan fleksibilitas dalam hal pengaturan cicilan dan pinjaman. Pebisnis juga dapat memilih investor yang memiliki minat di bisnis yang sama. Sistem kerja sama yang dilakukan dapat berupa bagi hasil, kongsi, atau kerja sama dalam bentuk lainnya.

Modal Ventura

Pendanaan dari modal ventura juga sesuai untuk pebisnis kecil yang baru saja memulai usahanya. Biasanya investor modal ventura akan mencari bisnis kecil tetapi memiliki prospek keuntungan besar dalam jangka pendek.

Modal ventura biasanya memberikan modal dalam bentuk ekuitas sehingga pemilik bisnis akan kehilangan sebagian kepemilikan atas usahanya. Namun, sisi untungnya, pemilik bisnis tidak perlu mengembalikan dana modal yang telah diberikan.

Investor Malaikat (Angel Investor)

Istilah angel investor kini kerap muncul seiring bertumbuhnya perusahaan-perusahaan rintisan baru. Selain memberikan modal dana, investor jenis ini juga memberikan panduan dan bimbingan hingga suatu bisnis meraih sukses.

Karena itulah, angel investor biasanya mendekati perusahaan-perusahaan yang masih berkembang tetapi menunjukkan tren positif bahkan memiliki prospek keuntungan besar.

Equity Crowdfunding

Investor jenis ini akan mempunyai kepemilikan perusahaan, biasanya salam bentuk saham. Karena jumlah investornya bisa sangat banyak, masing-masing investor tidak harus memberikan modal dalam jumlah besar. Perusahaan juga tidak harus mengembalikan modal kepada investor tetapi memberikan pembagian laba atau dividen.

Peer-to-Peer Lending (P2P)

Pilihan lainnya untuk mendapatkan pendanaan adalah dari peer-to-peer lending atau P2P. Di P2P, kamu bisa menemukan banyak investor yang siap memberikan pinjaman modal dengan ketentuan yang telah disepakati. Kelebihan mencari modal di P2P adalah kamu bisa menyesuaikan besaran pinjaman dan jangka waktu pelunasan sesuai kemampuan. Bunga pinjaman pun disesuaikan dengan skor kreditmu.

Meyakinkan Calon Investor

Beberapa investor akan mensyaratkanmu untuk memberikan rincian rencana atau proposal bisnis. Para calon investor tentunya perlu tahu bisnis yang kamu rencanakan, bukan? Berikut tips untuk dapat meyakinkan calon investor untuk menggelontorkan dananya untukmu.

Buat Proposal Bisnis yang Ringkas

Tidak perlu membuat proposal sampai berlembar-lembar tebalnya demi meyakinkan calon investor. Bisa jadi calon investor justru kebingungan dengan proposal yang tebal dan penjelasan yang berbelit-belit. Buat proposal seringkas mungkin yang langsung menjelaskan deskripsi bisnismu dan modal yang dibutuhkan secara rinci.

Proposal perlu dibuat ringkas karena bisa jadi calon investor tidak memiliki banyak waktu untuk mempelajari proposal bisnismu. Selain itu, kemungkinan mereka pun telah banyak menerima proposal bisnis lainnya. Jadi, manfaatkan kesempitan waktu mereka sebaik mungkin dengan deskripsi yang langsung menuju ke inti tujuan proposal itu sendiri.

Presentasi dengan Meyakinkan

Proposal bisnis boleh selesai dan sudah diserahkan kepada calon investor. Namun jangan sampai berhenti di situ. Buat mereka semakin yakin dengan presentasi bisnismu yang disampaikan secara meyakinkan.

Bisa jadi masih ada yang belum jelas dari proposal bisnismu atau memang calon investor ingin mengetahui beberapa hal lebih lanjut. Karena itulah presentasi yang jelas dan menarik penting dilakukan. Tunjukkan bahwa kamu serius dengan bisnismu dan akan memberikan keuntungan dan manfaat bagi calon investor.

Laporan Keuangan yang Jujur

Bila bisnismu sudah terlebih dahulu berjalan, informasi kondisi keuangan usahamu adalah salah satu hal yang akan dicari oleh calon investor. Dari laporan keuangan, mereka bisa mengetahui dinamika keuangan usaha dan pertumbuhan laba yang diperoleh.

Mereka tentunya juga membutuhkan penjelasan jika dalam beberapa waktu tertentu usahamu mengalami kerugian. Calon investor sudah pasti tidak mau salah pilih bisnis yang justru memberi kerugian. Sampaikan laporan keuangan secara jujur dan apa adanya. Jangan sampai kehilangan kepercayaan.

Lalu, bagaimana jika bisnismu baru akan dijalankan? Setidaknya sampaikan modal awal yang kamu punya dan kondisi keuangan pribadimu dengan menunjukkan tabungan atau simpanan, serta aset-aset lainnya yang diatasnamakan dengan namamu.

Dengan demikian calon investor tidak akan menganggap kamu sebagai penipu atau sekadar ingin mendapatkan uang dengan mudah. Jangan menyerah, ya. Selalu ada jalan untuk memulai atau mengembangkan bisnismu.

Artikel Terkait