Cara Sederhana Cek Kesehatan Keuangan Pribadi

Perencanaan keuangan dapat diatur dari ponsel pintar
Perencanaan keuangan dapat diatur dari ponsel pintar

Lewat cek kesehatan keuangan pribadi, kamu bisa mengetahui apakah selama ini arus kas pribadimu sudah termasuk sehat. Apakah kamu tahu? Terkadang, besaran gaji seseorang tidak menentukan besaran nominal yang dapat ia tabung karena ternyata menabung dan berinvestasi berkaitan erat dengan kebiasaan pengeluaranmu.

Ryan (29) yang bekerja sebagai seorang kameramen junior di stasiun televisi swasta, mendapat pemasukan sebesar Rp5.000.000 setiap bulannya. Ia sanggup menabung sebesar Rp500.000 per bulan. Sedangkan Andika (28) yang sehari-hari bekerja sebagai Sales Area Manager di sebuah perusahaan distributor makanan, mengaku bahwa berapapun gaji yang ia terima selalu habis hampir tak bersisa. Bahkan, kenaikan gaji yang ia terima semenjak promosi pun tak cukup membantunya untuk dapat menabung. Sebagai informasi, upah take home pay atas pekerjaaan Andika adalah Rp10 juta setiap bulannya.

Apa beda Ryan dengan Andika? Mengapa Andika yang gajinya dua kali lipatnya Ryan merasa kesulitan dan tidak dapat menabung? Berikut sekilas kisah Andika.

Andika baru saja menikah dan belum memiliki momongan. Namun gajinya selalu dirasa kurang dan kurang. Rupanya, gaya hidup Andika yang menyebabkannya demikian, ia mengikuti gaya hidup “semakin besar pendapatan semakin besar pengeluaran” sehingga ia tak pernah bisa menabung apalagi berinvestasi.

Bahkan sampai urusan makan! Ketika awal berkarir, Andika tidak segan untuk makan di warteg. Rp7.000 sekali makan saja cukup untuk membuat Andika kenyang. Tapi itu kan dulu, ketika gaji Andika masih UMR. Masa gaji sudah tembus sepuluh juta masih makan di warteg. Gengsi, dong? Jadilah Andika makan di mall. Pakai aneka cashback pun, ia keluar minimal Rp50.000 sekali makan.

Andika tidak sendiri, rupanya ada banyak sekali kaum muda di luar sana yang mengaku kesulitan mengelola keuangannya. Setiap bulan ada saja pengeluaran di luar belanja rutin, seperti makan-makan di luar bersama teman kantor, menghadiri pesta pernikahan teman sekolah/kuliah, beli kado untuk ulang tahun teman, belanja promo flash sale di online marketplace, mengirim uang ke orang tua… Ah, banyak sekali hal-hal di luar rencana yang mengganggu rencana keuangan Andika!

Padahal Andika punya rencana untuk segera memiliki momongan. Andika menyadari bahwa ia sesungguhnya harus mulai mengelola keuangan pribadinya dengan lebih baik. Kendati demikian, ia tak tahu harus mulai dari mana.

Nah, untuk kamu yang merasa senasib dengan Andika kamu bisa mulai dengan mencatat pemasukan dan pengeluaranmu. Catat semuanya mulai dari pembayaran KPR, hingga yang remeh sekalipun seperti membeli gorengan. Mungkin kamu merasa geli kalau harus mencatat pengeluaran kecil. Tapi, hal-hal yang tidak kamu sadari yang biasanya kamu remehkan dan tidak pernah masuk ke dalam hitunganmu, merupakan hal yang sama dengan yang membuatmu terkejut dengan jumlahnya di akhir bulan.

Cara Cek Kesehatan Keuangan Pribadi yang Bebas Ribet

Saat mencatat pemasukan dan pengeluaranmu, kamu harus jujur melakukannya sehingga kesehatan keuanganmu benar-benar dapat terindikasi. Catatan pengeluaran adalah seperti di bawah ini:

  • Biaya sewa kamar/cicilan KPR : Rp………..
  • BPJS : Rp………..
  • Gas/listrik/ air PDAM : Rp……….
  • Biaya Telepon/SMS : Rp………..
  • Internet bulanan + TV berlangganan: Rp………..
  • Makanan : Rp………..
  • Pakaian : Rp………..
  • Ongkos perjalanan : Rp……….
  • Entertainment : Rp……….
  • Lain-lain
  • TOTAL PENGELUARAN: Rp……….

Setelah mengetahui total pengeluaran bulananmu, kamu bisa lakukan analisis pengecekan kesehatan keuangan pribadimu dengan kalkulator sederhana yang kami sediakan untuk kamu download di sini.

Cara mengisinya pun sederhana. Setelah kamu download, pertanyaan di kolom kuning isi dengan jawaban di kolom putih.

Setelah selesai mengisi, ada hasil rasio-rasio yang bisa langsung terlihat yang mengindikasikan kesehatan keuanganmu. Rasio-rasio tersebut adalah:

  1. Rasio Hutang Konsumtif yang diperoleh dengan membagi hutang kartu kredit dengan penghasilan tetap per bulan.
  2. Rasio cicilan yang diperoleh dengan membagi besaran cicilanmu dengan penghasilan tetap per bulan.
  3. Rasio dana darurat yang diperoleh dengan membagi total harta lancarmu dengan pengeluaran tetap bulanan.
  4. Rasio Biaya/Pendapatan yang diperoleh dengan membagi total pengeluaran+cicilan dengan total pendapatanmu.

Berikut contohnya:

Ini adalah kondisi keuangan Andika. Diketahui Andika sudah beristri dan memiliki penghasilan tetap bulanan sebesar Rp10.000.000 dan pendapatan bersih lainnya ia peroleh adalah bonus atas pencapaian target kerjanya yang jumlahnya tidak tetap, yaitu sekitar Rp300.000 saja per bulannya.

Harta lancar Andika termasuk mas kawin yang diberikan kepada istri dan tabungan hasil pembagian warisan ayahnya, total semuanya ada sekitar Rp50.000.000.

Setelah mencatat seluruh pengeluaran selama tiga bulan, ia mendapati bahwa ternyata rata-rata dalam sebulan ia menghabiskan gajinya sebesar Rp8.000.000. Padahal, di samping itu ia memiliki hutang kartu kredit dan cicilan mobil juga.

Setelah memasukkan semuanya, Andika mendapat gambaran bahwa keuangannya lebih besar pasak daripada tiang; rasio biaya terhadap pendapatannya sudah termasuk dalam kategori berbahaya yaitu 1.46, benar-benar tidak sehat sama sekali. Skor sebesar 1.46 artinya ia memiliki beban sebesar 46% lebih banyak dari yang pendapatan yang ia peroleh saat ini atau senilai Rp14.600.000.

Pantas saja selama ini tabungannya sedikit demi sedikit ia ambil untuk menutupi kekurangan setiap bulan. Ternyata selama ini, total pengeluaranya adalah Rp14.600.000 sedangkan total pemasukannya hanya sebesar Rp10.300.000 saja.

Rasio hutang kosumtifnya pun berada dalam kondisi yang berbahaya, benar-benar tidak sehat, sedangkan rasio cicilannya masih dalam jangkauan. Hanya rasio dana daruratnya saja yang berada dalam kategori sehat. Namun karena Andika sudah menikah, semestinya rasio dana daruratnya adalah 12, bukan 6 seperti sekarang.

Setelah mengetahui kesehatan keuangannya, kini Andika berusaha untuk tidak tergoda ajakan teman-temannya untuk ikut mencicil handphone keluaran terbaru yang kameranya canggih sekali. Ia kini juga sedang berpikir untuk membatasi pengeluaran tak terduga. Ia juga sedang berpikir untuk menghentikan cicilan mobilnya yang jarang ia gunakan karena sehari-hari lebih banyak menggunakan motor untuk ke kantor, dan mulai berpikir untuk memasak di rumah.

Pengelolaan keuangan pribadi yang baik artinya kamu memiliki kebiasaan pengeluaran yang baik dan mengerti keputusan pembelian yang dibuat. Ketika kamu memahami kemana uangmu pergi, kamu tahu batasan-batasanmu sehingga kamu bisa membuat pilihan yang lebih bijak. Berada dalam kondisi keuangan yang sehat artinya memiliki lebih sedikit tekanan dalam kehidupan sehari-hari, secara mental lebih tidak stres.

Sebelum bisa menabung dan berinvestasi, kamu harus memiliki pengelolaan keuangan yang baik dan menyelesaikan hutang-hutangmu. Jika kamu memiliki pengelolaan keuangan yang sehat maka pilihan-pilihan yang kamu ambil juga akan lebih baik. Demikianlah cara agar kamu bisa meraih tujuan finansial seperti upgrade mobilmu, menabung untuk pendidikan kuliah anak, atau menabung untuk pensiun. 

Cara Menabung Dengan Membatasi Pengeluaranmu yang Tak Direncanakan

Kalau kamu bingung ke mana selama ini pendapatanmu bocor, mungkin selama ini kamu meremehkan pengeluaran tak terduga seperti membeli gorengan, atau minum boba favoritmu. Apa lagi, ya? Ini dia ide-ide untuk berhemat yang bisa kamu praktikkan:

  • Batasi pengeluaran rokok. Kalau kamu biasa merokok, coba batasi atau bahkan hentikan sama sekali kebiasaanmu. Perokok aktif seperti Andika dapat menghabiskan satu bungkus rokok senilai Rp20.000 setiap harinya atau Rp600.000 per bulan untuk merokok. Kalau kamu bisa mengurangi frekuensi merokokmu hingga setengahnya setiap hari dan menabung sisanya, maka dalam sebulan kamu bisa menabung Rp300.000 (Rp10.000×30 hari).
  • Hentikan pembelian paket internet bundling yang tidak terpakai. Jika rumah atau kontrakanmu dipasangi paket internet bulanan yang sudah menyatu dengan TV kabel, padahal kamu jarang di rumah dan jarang menonton TV, mungkin kamu harus mempertimbangkan untuk membeli mobile wifi (mifi) saja. Membeli mifi berarti kamu hanya perlu mengisi paket internet bulanan untuk disambungkan ke semua perangkatmu di mana saja, dan tidak perlu mengeluarkan dana yang tidak perlu seperti paket TV kabel yang nyaris tidak pernah kamu tonton. Harga bundling bulanan paket internet+TV kabel pada umumnya sekitar Rp350.000 dan paket internet HP mu sendiri Rp50.000 (Total Rp400.000 untuk kebutuhan internet). Sedangkan paket internet unlimited untuk mifi adalah sekitar Rp100.000 per bulan untuk disambungkan ke handphone-mu, smart TV, laptop dan tabletmu di mana pun. Dengan begitu kamu bisa menghemat Rp300.000 per bulan (Rp400.000-Rp100.000)
  • Atur anggaran untuk cemilan bulananmu. Pengeluaran untuk cemilan memang tidak terasa, gorengan yang kamu makan di kantin mungkin nilainya hanya Rp5000, keripik pedas yang kamu sukai atau bakso cuanki abang-abang yang lewat depan rumah mungkin hanya Rp7.000 saja. Namun, dalam sehari tak terasa kita enteng saja untuk menghabiskan sekitar Rp10.000 untuk cemilan, tak terasa Rp300.000 atau lebih dalam sebulan kita habiskan hanya untuk membeli cemilan. Pembelian cemilan tak perlu dihentikan, namun ada baiknya untuk diatur dan dibatasi. Kalau selama ini kamu tak pernah terpikir untuk mengatur anggaran cemilanmu, kini saatnya kamu sediakan anggaran untuk cemilanmu misalnya Rp200.000 sebulan. Kamu bisa menghemat dan menabung sisanya sebanyak Rp100.000. 
  • Batasi konsumsi teh susu boba atau kopi favoritmu. Andika sesekali mengonsumsi minuman kekinian seperti teh susu dengan boba ala Taiwan, atau kopi yang bikin selalu teringat kenangan bersama mantan, harganya pun hanya Rp20.000. Tapi ternyata dalam sebulan, Andika dapat menghabiskan sekitar 15 gelas teh susu boba dan kopi kekinian dengan total pengeluaran sebesar Rp300.000. Padahal dengan membuat anggaran khusus untuk itu, Andika bisa saja membatasi konsumsinya dan menyisakan sepertiganya yaitu Rp100.000 untuk menambah tabungan.

Lewat cara menabung di atas, kamu tidak perlu banyak berkorban dengan menghentikan total kebiasaanmu, melainkan hanya membatasinya. Jika kamu mau menyisihkan hasil yang bisa kamu hemat seperti di atas, kamu bisa menyisihkan Rp800.000 per bulan tanpa kamu sadari. Menabung Rp800.000 per bulan artinya Rp9,6 juta setahun. Kamu akan berterima kasih pada dirimu sendiri di akhir tahun.

Kalau kamu bisa menyisihkan Rp9,6 juta rutin per tahun dan kamu memutuskan untuk menginvestasikannya misalnya di investasi beresiko rendah dengan bunga 5% saja maka yang kamu dapatkan adalah seperti di bawah ini;:

Tahun Tabungan+bunga 5% p.a.
ke-1 9.600.000
ke-2 19.680.000
ke-3 30.264.000
ke-4 41.377.200
ke-5 53.046.060
ke-6 65.298.363
ke-7 78.163.281
ke-8 91.671.445
ke-9 105.855.017
ke-10 120.747.768

Melalui tabel di atas, diasumsikan kamu menabung semua peghematanmu sebesar Rp9,6 juta per tahun, lalu berinvestasi dengan bunga 5% saja. Maka, perhitungan compounding interestnya  dilakukan dengan formula =9.600.000+(9.600.000+(9.600.000*0.05)). Melalui cara ini, di tahun ke 10 kamu bisa mendapat Rp120,7 juta. Sedangkan bila kamu menabung biasa, semestinya di tahun ke-sepuluh kamu hanya akan mendapat Rp96 juta saja. Artinya, berinvestasi lowrisk masih lebih baik daripada tidak sama sekali. 

Apakah kamu sudah mengikuti langkah-langkah untuk cek kesehatan keuangan pribadi di atas?

Mari ketahui kesehatan keuanganmu sekarang dan mulailah perbaiki gaya hidup agar kamu bisa memulai menabung dan berinvestasi. Jika kamu pemula di dunia investasi, sebaiknya kamu mencoba investasi reksa dana.

Ada banyak tipe reksa dana yang dapat dipilih untuk investasi pertamamu bersama Ajaib. Risikonya bervariasi, mulai dari yang risikonya rendah seperti reksa dana pasar uang, risikonya menengah seperti reksa dana campuran, dan risiko tinggi seperti reksa dana saham. Pengembaliannya juga bervariasi tergantung dengan reksa dana pilihanmu.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.   

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait