Saham

Cara Mengukur Volatilitas Dalam Saham

Fluktuasi Harga

Ajaib.co.id – Tentu kamu tahu bahwa instrumen investasi yang berbeda mengandung risiko yang beragam. Mulai dari pasar uang yang risikonya nyaris nol, pasar pendapatan tetap, komoditas, hingga pasar saham dan pasar valas yang paling berisiko. Risiko identik dengan volatilitas.

Volatilitas adalah lebar rentang pergerakan harga naik dan turun saham, kurs mata uang, komoditas dan aset lainnya dalam satu waktu. Perhatikan grafik di bawah ini;

Dalam grafik volatilitas di atas terdapat garis biru yang merefleksikan harga dan garis kuning yang menjadi indikator volatilitas. Volatilitas menandakan adanya pergerakan naik atau turun pada harga. Pada grafik di atas area hijau adalah area yang ditandai memiliki volatilitas tinggi. Di area tersebut kamu bisa lihat bahwa garis biru dan kuning terpaut jarak yang jauh.

Sedangkan area kuning menandai harga bergerak mendatar diiringi garis volatilitas yang berada di bawah yang mengidentifikasi tidak adanya pergerakan naik atau turun yang kentara. Volatilitas dipengaruhi perubahan pada permintaan dan penawaran. Volatilitas diukur dengan melihat fluktuasi harga di sekitar harga rata-ratanya.

Volatilitas bisa menjadi teman atau musuh bagimu. Di saham kita mengenal istilah Beta. Beta saham adalah suatu standar yang mengukur volatilitas saham dibandingkan dengan volatilitas indeks saham.

Mengapa harus dibandingkan?

Dengan mengetahui volatilitas saham di masa lalu kita bisa mengukur seberapa besar rentang pergerakan sebuah saham. Saham-saham bluechip tidak memiliki volatilitas yang besar, rentang pergerakan harganya biasanya tak terlalu lebar. Oleh karenanya membeli saham bluechip biasanya memiliki risiko yang lebih kecil daripada saham-saham lapis tiga.

Menurut teori portofolio modern yang diajarkan di sekolah-sekolah bisnis, Beta (β) adalah ukuran kerentanan sebuah saham terhadap risiko. Dengan melihat beta, kita bisa menghindari saham-saham yang lebih berisiko dengan menghindari beta yang bernilai lebih dari satu.

Sumber: Pinterest

Beta yang bernilai lebih dari satu maka dianggap lebih berisiko, hal yang sebaliknya yaitu jika bernilai kurang dari satu maka dianggap lebih rendah risikonya. Jika sama dengan satu maka saham yang kita sedang amati bergerak dengan volatilitas yang sama dengan IHSG. Pendeknya begitu.

Nilai indeks saham kita yaitu IHSG bergerak naik dan turun secara konstan. Di akhir perdagangan kita bisa menyimpulkan bahwa “pasar” naik atau turun dengan melihat IHSG. Ada saham-saham yang bergerak naik atau turun setara dengan pergerakan yang diperlihatkan IHSG. Ada pula yang lebih lincah atau lebih lambat dari indeks, untuk itulah beta saham ada.

Koefisien Beta dihitung menggunakan rumus di bawah ini;

Sumber: Slideplayer

Jika kamu tidak mau repot menghitung Beta secara manual, jangan khawatir karena kini informasi mengenai Beta setiap saham bisa didapat secara otomatis seperti di situs Yahoo Finance seperti ini.

Sumber: finance.yahoo

Kamu bisa lihat contohnya dalam kotak merah di gambar di atas. Koefisien beta selain bernilai positif, juga bisa bernilai negatif. Jika beta bernilai negatif maka artinya arahnya berlawanan. Kurang lebih beta dijelaskan dalam ringkasan seperti dalam gambar di bawah ini;

Nilai beta positif memiliki arti bahwa pergerakan saham yang diamati seiring dengan IHSG. Misalnya saja di hari saat kita sedang mengamati Multi Finance Tbk (MFIN) kita mendapati IHSG bergerak turun. Angka yang positif menandakan bahwa pada hari kita mengamati saham tertentu misalnya MFIN, hari itu MFIN bergerak turun juga. Sedangkan angka negatif artinya gerakan saham yang sedang diamati berlawanan dengan IHSG. Untuk lebih lengkapnya mari kita perhatikan ilustrasi di bawah ini.,

Misalnya begini;

  • Diketahui saham MFIN memiliki beta sebesar 1,65. Artinya saham MFIN lebih volatil daripada indeks IHSG dan searah dengan IHSG. Jika IHSG naik 3% di hari di mana beta saham MFIN dicari, maka MFIN diperkirakan bergerak naik juga dengan kenaikan sebesar 5% karena beta MFIN lebih dari 1.
  • Sedangkan saham CPIN memiliki beta sebesar -1, artinya saham CPIN memiliki volatilitas sama seperti IHSG. Misalnya IHSG naik sebesar 3%, karena nilai beta CPIN negatif maka artinya CPIN bergerak berlawanan dengan IHSG. Pada hari yang sedang diamati CPIN turun sebesar pergerakan IHSG yaitu 3% karena nilai beta-nya 1.

Kegunaan Mengetahui Volatilitas Bagi Investor

Beta seringkali diabaikan oleh investor dan trader individu dan lebih banyak dipertimbangkan oleh trader institusional. Namun jika kamu mengetahui beta sebuah saham maka kamu akan memiliki gambaran tentang bagaimana riwayat saham-saham diperdagangkan. Kebanyakan saham cenderung memiliki besaran beta yang sama dari waktu ke waktu. 

Jika kamu mengetahui beberapa saham memiliki beta saham sebesar satu maka artinya kamu telah menemukan saham-saham yang bergerak sebesar gerakan indeks. Beta sama dengan satu artinya saham tersebut memiliki volatilitas dan imbal hasil yang sama dengan IHSG yang bertumbuh rata-rata sekitar 13% per tahun. Saham-saham inilah yang akan memberikan kamu imbal hasil sebesar indeks. Beberapa saham yang pada hari-hari biasa cenderung bernilai satu adalah BBCA dan GGRM. Kamu akan jarang melihat kedua saham tersebut bernilai kurang dari satu atau lebih dari satu, hanya beberapa kali saat ada aksi korporat saja.

Jika kamu berniat untuk bisa memiliki investasi yang berisiko rendah kamu bisa pilih saham-saham dengan beta kurang dari satu.

Tapi lain jika kamu berniat mengalahkan IHSG, maka kamu bisa pilih saham-saham yang sehari-hari diperdagangkan secara likuid dan lebih volatil daripada IHSG. Kamu bisa cari saham-saham dengan beta yang bernilai lebih dari satu. Saham dengan beta lebih dari satu menandakan risiko yang lebih besar, namun kita mengenal bahwa saham yang lebih berisiko seringkali memberikan peluang cuan yang lebih besar bukan?

Tips Investasi Saham-saham Beta >1

Jika demikian kamu bisa cari saham-saham komoditas seperti CPO, batubara dan mineral, atau saham dari sektor industri dasar yang produknyamerupakan turunan komoditas minyak. Saham-saham penyusun sektor komoditas biasanya memiliki beta lebih dari satu. Kamu bisa pilih salah satunya yang terbaik dengan fundamental baik. Di saat beta-nya lebih dari satu dan bernilai positif kamu bisa pertimbangkan untuk masuk.

Misalnya saja saham AALI dan LSIP yang naik beberapa waktu lalu. Keduanya berasal dari industri sawit (CPO), yang naik saat minyak naik juga. Belakangan ini transaksi di kedua saham tersebut sedang tinggi sehingga beta-nya lebih dari satu.

Jika kamu

Kegunaan Mengetahui Volatilitas Bagi Trader

Jika kamu lebih menyukai trading daripada invest maka kamu bisa menggunakan indikator untuk mengukur volatilitas grafik saham untuk periode pendek saja misalnya volatilitas dalam satu atau beberapa jam saja. Volatilitas selalu menjadi teman bagi trader karena volatilitas yang tinggi sama dengan peluang keuntungan yang semakin besar.

Indikator teknikal untuk volatilitas

Kamu bisa gunakan Bollinger bands untuk itu. Bollinger Bands adalah sebuah indikator yang dikembangkan oleh John Bollinger untuk mengukur volatilitas. Bollinger bands akan membantumu  mengukur volatilitas pergerakan harga dan memperkirakan rentang pergerakan harga saham secara instan.

Bollinger Bands akan membantu kamu mengenali apakah saham tersebut sedang ramai ditransaksikan atau sebaliknya. Ramai transaksi bisa diistilahkan dengan sebutan volatil. Jika kamu tertarik dengan Bollinger bands, Ajaib sudah buatkan artikel khusus tentang itu di sini https://ajaib.co.id/kamu-perlu-bollinger-bands-jika-kamu-suka-trading-cepat/

Artikel Terkait