Banking

Cara Menghitung Rumus Angsuran Berdasarkan Jenis Bunganya

rumus angsuran

Ajaib.co.id – Ketika melakukan pinjaman di perbankan atau lembaga keuangan mana pun, mungkin kamu penasaran bagaimana cara menghitung cicilannya. Yang perlu kamu ketahui, rumus angsuran berbeda-beda berdasarkan jenis bunganya.

Jadi, sebelum menghitung rumus cicilan, ada baiknya kamu ketahui dulu pinjaman yang kamu lakukan menggunakan jenis bunga yang mana.

Beberapa jenis bunga di bawah ini, yang paling sering digunakan di lembaga keuangan mana pun. Ketika mengajukan pinjaman tidak ada salahnya bertanya jenis bunga seperti apa yang diambil. Berikut ini adalah cara perhitungannya.

Bunga Tetap

Bunga tetap adalah bunga yang tidak akan berubah sampai waktu jatuh tempo habis. Jadi, dari awal tagihan sampai pembayaran cicilan yang terakhir, persentase bunga-nya tetap sama. Misalnya jika penetapan bunga di awal 5%, maka akan seperti itu seterusnya. Ini adalah jenis bunga yang paling sering digunakan di mana pun.

Persentase bunga tetap akan berjumlah sama walaupun ada kebijakan perubahan tingkat suku bunga oleh pemerintah karena sudah disepakati dari awal. Keuntungannya, apabila persentase suku bunga di pasaran naik, bunga tetap ini tidak akan ikut naik.

Ada dua jenis bunga yang termasuk ke dalam bunga tetap, yaitu bunga flat, bunga efektif. Jadi, perhitungan rumus angsuran dari bunga tetap adalah sebagai berikut:

 Bunga Flat

Perhitungan bunga ini yang paling sederhana dibandingkan bunga lainnya. Bunga flat biasanya diberlakukan pada angsuran untuk cicilan berbagai macam barang elektronik, cicilan kendaraan bermotor, dan cicilan lainnya yang termasuk ke dalam Kredit Tanpa Agunan.

Ciri khas dari bunga ini adalah persentase bunga-nya tidak akan berubah dari awal hingga akhir. Jumlah tagihannya pun akan sama, jadi kamu akan lebih mudah mengingatnya.

Bunga ini biasanya diberlakukan pada angsuran dengan tenor yang tidak terlalu lama. Perhitungannya pun lebih sederhana dibandingkan bunga lainnya.

Kamu pasti akan langsung memahaminya di perhitungan yang pertama. Jika kamu ingin menghitungnya seorang diri pun tidak masalah karena prosesnya cepat. Coba kamu perhatikan rumus angsuran bunga flat di bawah ini.

Misalnya kamu mengajukan kredit tanpa agunan sebanyak Rp120.000.000 yang memiliki masa tenor 12 bulan. Lalu, bunga yang diberlakukan adalah 10%. Maka perhitungannya sebagai berikut:

  • Pinjaman Pokok = Rp120.000.000
  • Bunga per tahun = 10%
  • Tenor pinjaman = 12 bulan

Perhitungan angsuran tanpa bunga:

120.000.000 : 12 = Rp10.000.000

Perhitungan bunga:

(120.000.000 x 10%) : 12 = Rp1.000.000

Jadi, angsuran per bulannya:

10.000.000 + 1.000.000 = Rp11.000.000

 Bunga Efektif

Bunga efektif biasanya akan diberlakukan pada perhitungan cicilan yang memiliki tenor cukup panjang. Contoh mudah yang paling sering kita lihat dari jenis bunga ada di angsuran membeli rumah. Dengan waktu tenor yang cukup panjang itu, membuat suku bunga yang ditetapkan jauh lebih kecil dibandingkan bunga flat.

Ciri khas yang paling mencolok dari perhitungan angsuran menggunakan bunga efektif adalah jumlah pinjaman pokok akan berkurang setiap kali kamu membayar tagihan. Untuk itulah sebaiknya kamu membayar tagihan secara teratur agar tidak terkena denda. Kalau terkena denda, jumlah tagihan bukannya berkurang, tapi malah bertambah.

Untuk lebih jelasnya, inilah cara untuk menghitung angsuran bunga efektif:

Misalnya kamu mengajukan pinjaman KPR rumah dengan harga Rp120.000.000. Bunga yang berlaku adalah 10%. Lalu, waktu tenornya adalah 12 bulan. Seperti inilah perhitungan angsurannya:

  • Pinjaman pokok = 120.000.000
  • Bunga = 10%
  • Waktu tenor = 12 bulan

Perhitungan cicilan utama:

120.000.000 : 12 = Rp10.000.000

Perhitungan cicilan bulan pertama:

((Rp120.000.000 – ((1-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 12 = Rp 1.000.000

Angsuran bulan 1 = Rp10.000.000 + Rp1.000.000 = Rp11.000.00

Perhitungan cicilan bulan kedua:

((Rp120.000.000 – ((2-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 12 = Rp916.667

Angsuran bulan 2 = Rp10.000.000 + Rp916.667 = Rp10.916.66

Perhitungan cicilan bulan ketiga:

((Rp120.000.000 – ((3-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 12 = Rp833.333

Angsuran bulan 3 = Rp10.000.000 + Rp833.333 = Rp10.833.333

Coba kamu perhatikan jumlah angsurannya per tiap bulan mengalami penurunan. Seperti inilah cara kerja bunga efektif yang sering digunakan di dalam perhitungan angsuran KPR. Kamu juga bisa melakukan perhitungan simulasi seorang diri untuk mengetahui berapa tagihan KPR-mu per bulannya.

Bunga Mengambang

Bunga mengambang biasanya digunakan pada angsuran yang berlaku peraturan sebagai berikut: jika suku bunga naik, bunga angsuran akan ikut naik. Jika suku bunga turun, bunga angsuran juga ikut turun. Jenis bunga ini diberlakukan oleh beberapa bank dalam pembayaran KPR. Biasanya pihak bank mencampurkan perhitungannya menggunakan bunga tetap dan bunga mengambang.

Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah contoh kasus sederhananya. Misalnya kamu ingin membeli rumah dengan harga Rp360.000.000 yang punya tenor selama 15 tahun. Bunga tetapnya sebanyak 10%, dan diterapkan hanya selama 3 tahun.

Setelah itu bunga floating yang diterapkan, persentase bunganya ini bermacam-macam, sesuai dengan suku bunga yang dianjurkan oleh pemerintah. Misalnya saja suku bunganya sebanyak 12%.

Jadi, selama tiga tahun kamu membayar angsuran per bulannya rata-rata Rp3.000.000. Jumlah angsurannya akan berubah karena menggunakan perhitungan bunga efektif. Lalu di dua belas tahun yang tersisa, bunga yang diterapkan adalah bunga mengambang atau floating. Jumlah angsurannya bisa naik misalnya menjadi Rp4.000.000 per bulan.

 Mungkin awalnya kamu akan merasa itu terlalu berat, tapi aturannya memang seperti itu. Untuk itu kamu perlu mengetahui rumus angsuran agar tidak terkejut dari awal. Jangan ragu bertanya pada pihak bank terkait hal ini. 

Artikel Terkait