Pajak

Cara Menghitung dan Membayar Pajak Motor

pajak motor

Sebagian besar orang belum mengetahui soal pajak motor. Pajak motor sebenarnya termasuk ke dalam pajak progresif.

Pajak progresif merupakan pajak yang biaya pemungutannya sesuai dengan persentase yang meningkat, lalu juga sesuai dengan nilai objek atau jumlah dari objek pajak. Dalam hal ini, motor adalah objek pajak.

Jenis Pajak Progresif

Ada dua jenis pajak progresif, yakni Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Pajak motor termasuk ke dalam Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Berikut ini adalah persentase tarif pajak progresif yang sesuai dengan urutan kepemilikan kendaraanmu:

No. Urutan Kepemilikan Kendaraan Persentase Tarif Pajak
1. Motor Pertama 1,5%
2. Motor Kedua 2%
3. Motor Ketiga 2,5%
4. Motor Keempat dan seterusnya 4%

Untuk menghitungnya, kamu harus mengetahui dasar pengenaan pajaknya terlebih dahulu. Terdapat dua poin yang menjadi dasar dari pengenaan pajak, yakni:

  • Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB). Nilai jual bukanlah harga jual umum dari suatu kendaraan, tetapi nilai yang sudah ditetapkan oleh Dispenda dari Agen Pemegang Merek (APM).
  • Bobot ataupun efek negatif dapat merefleksikan tingkat kerusakan jalan yang disebabkan oleh kendaraan tersebut, dan dinyatakan dalam koefisien yang nilainya satu atau lebih.

Cara Menghitung Pajak Progresif Motor

Cara menghitung pajak progresif cukup mudah. Sebelumnya, kamu harus mengetahui Nilai Jual Kendaraan (NJK) motormu. Berikut ini adalah ilustrasinya:

Kamu memiliki lima motor dengan tipe dan tahun yang sama. Maka, pajak dari masing-masing motornya juga sama (hal ini agar memudahkan kamu untuk melihat kenaikan pajak), yakni:

PKB: Rp 500.00

SWDKLLJ: Rp50.000

Perhitungan dari NJK nya adalah sebagai berikut:

NJK: (PKB x 2/3 x 100)

= Rp500.000 x 2/3 x 100 = Rp33.335.000

Berarti, pajak dari masing-masing motor kamu adalah:

Motor Pertama

PKB: Rp33.335.000 x 1,5% = Rp500.025

Motor Kedua

PKB: Rp33.335.000 x 2% = Rp666.700 (terjadi kenaikan)

Motor Ketiga

PKB: Rp33.335.000 x 2,5% = Rp833.375 (terjadi kenaikan)

Motor Keempat

PKB: Rp33.335.000 x 4% = Rp1.333.400 (terjadi kenaikan)

Cara dan Syarat Membayar Pajak Motor

Setelah mengetahui soal pajak motor, hal lain yang wajib kamu ketahui adalah bagaimana cara membayar pajak motor dan syarat yang harus dipenuhi ketika ingin membayarnya.

Sebagian besar orang mungkin berpikir, bahwa membayar pajak kendaraan terkesan sulit. Sebenarnya, membayarnya cukup mudah dilakukan.

Kamu tidak perlu lagi merogoh kocek untuk menggunakan jasa calo jika mempelajari hal-hal ini.

Cara dan Syarat Membayar

  • Mempersiapkan dokumen yang harus dibawa ke SAMSAT. Berbagai dokumen yang harus dibawa adalah KTP asli dan fotokopi, STNK asli dan fotokopi, serta fotokopi lembar utama BPKB.
  • Kalau kamu ingin membayar pajak lima tahunan, dokumen yang dibawa sama seperti di atas. Namun, kamu diharuskan untuk mengecek kendaraan bermotor di SAMSAT.
  • Mengambil formulir di loket khusus. Jika data STNK dengan KTP kamu berbeda, bisa meminta formulir lain.
  • Kemudian, isilah formulir tersebut. Kamu hanya perlu mengisi nomor pelat kendaraan, nama pemilik kendaraan, alamat pemilik kendaraan, tujuan pengurusan, dan data kendaraan.
  • Setelah itu, serahkan formulirnya beserta dokumen-dokumen yang sudah dijelaskan di atas. Nantinya, kamu akan diberikan nomor antrean.
  • Selanjutnya, kamu akan dipanggil oleh petugas dan diberikan slip pembayaran beserta besaran pajak yang harus dibayar. Jika ada perbedaan di dalam slip tersebut, kamu bisa mengurusnya kembali di loket.
  • Setelah melakukan pembayaran, kamu akan diberikan tanda bukti pelunasan dari petugas. Kemudian, lepaslah lembar terakhir dari bukti pelunasan tersebut (warna merah dengan tulisan Jasa Raharja). Serahkan bukti pelunasan pembayaran pajak motor ke loket pengambilan STNK. Tunggulah panggilan dari petugas.

Untuk pembayaran lima tahunan, kamu hanya perlu melakukan pembayaran STNK. Kemudian, bawalah bukti pembayarannya ke loket pengambilan Tanda Nomor Kendaraan Baru (TNKB) untuk mengambil plat nomor kendaraan.

Bacaan menarik lainnya:

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 107/PMK.011/2013 Tentang Tata Cara Perhitungan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait