Investasi

Cara Menghadapi Perusahaan yang Melakukan Window Dressing

window dressing

Ajaib.co.id – Fenomena window dressing di pasar modal ada di depan mata investor. Apa itu window dressing? Bagaimana menghadapi perusahaan yang melakukan hal tersebut?

Window dressing merupakan keadaan pasar modal yang dipenuhi saham-saham dengan harga yang cenderung naik jelang akhir tahun, CNBCIndonesia.com (10/12/2019). Biasanya, praktik ini dilakukan oleh para pengelola dana pada akhir tahun bersamaan dengan laporan tahunan. Window dressing disebut pula dengan rekayasa akuntasi.

Praktik window dressing, menurut Susanto Chandra, Chief Investment Officer KISI Asset Management, tak sedikit dilakukan oleh manajer investasi (MI) pada saham emiten dengan kapitalisasi pasar besar di bursa. Meski demikian tak semua saham yang mengalaminya.

Berdasarkan riset CNBC Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 171 poin atau 2,86 persen dalam 10 hari sejak awal Desember 2019. Tiga penguatan terbesar dipimpin oleh sektor properti dan konstruksi yang naik 6,9 persen, sektor pertambangan naik 6,63 persen, serta industri dasar dan kimia naik 5,13 persen.

Fenomena Window Dressing

Hari Prabowo, pengamat pasar modal, berpendapat bahwa ada pihak-pihak berkepentingan dalam window dressing. Tak hanya MI, tetapi juga pihak emiten, asuransi, dana pensiun, BPJS, Taspen, hingga pemerintah senang jika IHSG meroket dari periode sebelumnya, Investor.id (17/12/2019).

MI, sebagai pengelola reksa dana, berkepentingan mempercantik kinerja portofolionya melalui nilai aktiva bersih (NAB). emiten, secara tak langsung, diuntungkan karena performa meningkat dan mendukung aksi korporasi mendatang. Sedangkan pemerintah akan mengukur IHSG naik sebagai salah satu indikator pertumbuhan ekonomi.

Pada April 2019, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) diduga telah melakukan window dressing pada laporan keuangan 2018. Perusahaan memasukkan kontrak kerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi (yang berlangsung pada Oktober 2018) sebesar USD239,94 juta pada laporan keuangan tahunan 2018.

Padahal kontrak berlaku untuk 15 tahun ke depan. Jadi seharusnya, nilai kontrak itu dibagi rata selama 15 tahun. Bukan dicatatkan pada tahun pertama.

Bagaimana dengan investor? Apakah mereka bisa mengambil keuntungan dari momen ini?

Cara Investor Menghadapi Window Dressing

Bagi Hari Prabowo, investor dapat memanfaatkan momen window dressing untuk meraup keuntungan. Namun pilih saham-saham yang memiliki fundamental baik dan prospek bisnis memungkinkan perusahaan akan berkembang pada masa mendatang.

Meski demikian rekayasa nilai ini berlangsung hanya beberapa pekan, paling tidak bertahan hingga akhir tahun atau awal tahun selanjutnya. Agar memperoleh cuan, investor bisa membeli saham pada akhir November atau awal Desember. Simpan selama dua hingga tiga pekan. Kemudian jual minggu terakhir Desember atau beberapa jam jelang penutupan bursa pada hari terakhir pada tahun itu.

Investasi Pertengahan Tahun

2020 adalah tahun yang tak begitu menggembirakan buat dunia investasi. Hal ini disebabkan oleh pandemi virus corona (Covid-19) yang melanda seluruh negara termasuk Indonesia. Ekonomi bergerak lamban dan nilai produk investasi terjun bebas.

Di sisi lain, kondisi ini justru dimanfaatkan oleh investor karena nilai investasi rendah. Ketika ekonomi pulih, nilai tersebut akan beranjak naik dan keuntungan pun ada di depan mata. Investasi apa yang cocok untuk pertengahan tahun?

Apapun produknya, berinvestasi adalah langkah tepat. Pasalnya, berinvestasi merupakan upaya menyimpan sekaligus menambah nilai danamu. Jika dana bertambah (dari imbal hasil), bisa kamu gunakan untuk hal lain.

Ketika investasi tengah melemah, ada baiknya kamu menanamkan modal pada produk saham atau reksa dana.

Investasi saham

Ini adalah jenis investasi yang menanamkan modal pada saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam pemilihan saham, kamu bisa mengacu pada indeks LQ45, IDX30, atau Jakarta Islamic Index (JII). Lalu pilih saham yang berfundamental bagus dengan cara mempelajari laporan keuangan emiten.

Saat ini, hampir semua saham mengalami penurunan. Bagi investor pemula, kondisi ini adalah momen tepat untuk mendapatkan saham berharga murah. Perlu diingat, saham adalah investasi jangka panjang.

Jika dalam satu atau dua tahun lagi, kamu berencana ibadah atau menikah, investasi saham kurang bisa diandalkan. Apalagi pada 2020, bursa saham melemah dan kemungkinan akan menguat pada 2021 hingga 2022. Hal ini terlalu dini untuk mencairkannya.

Investasi Reksa Dana

Ibarat supermarket, reksa dana adalah jenis investasi yang serba ada. Reksa dana memiliki empat jenis produk yang memiliki fungsi berbeda.

  1. Reksa dana pasar uang berfungsi untuk investasi jangka pendek (kurang atau sekitar satu tahun), risiko rendah, keuntungan pun demikian, dan sangat likuid. Sehingga dalam beberapa bulan, jika kamu membutuhkan dana mendesak, bisa dicairkan dengan imbal hasil sedikit lebih tinggi dibanding deposito.
  2. Reksa dana pendapatan tetap berfungsi sebagai investasi jangka menengah, sekitar tiga tahun. Risiko dan keuntungan lebih tinggi dibanding jenis pasar uang (moderat), serta performa reksa dana ini cukup menjanjikan selama 2019-2020. Penyebabnya adalah reksa dana pendapatan tetap mengalokasikan 80 persen dana ke obligasi dan sukuk pemerintah maupun korporasi yang memberikan imbal hasil stabil.
  3. Reksa dana saham berfungsi untuk investasi jangka panjang, lebih dari lima tahun, dan memberikan imbal hasil serta risiko tinggi (agresif). Kinerja reksa dana saham sama seperti saham. Karena saham-saham unggulan (yang biasanya diracik oleh MI) penyusun portofolio produk reksa dana pun anjlok. Hal ini bisa kamu manfaatkan mumpung harga saham sedang terdiskon.
  4. Reksa dana campuran berfungsi sebagai penengah antara pendapatan tetap dan saham. Karakteristik jenis ini untuk investasi sekitar tiga-lima tahun, risiko dan keuntungan moderat-agresif.

Hal yang perlu diperhatikan, pastikan MI dan agen penjual produk reksa dana telah mempunyai izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dan pastikan mereka adalah perusahaan dengan reputasi mumpuni dan tak pernah melakukan window dressing, seperti Ajaib.

Artikel Terkait