Perencanaan Keuangan

Bosan Hidup Jadi Sobat Misqueen? Simak 5 Cara Ini

Bosan hidup misqueen? Kelola keuangan yang baik dapat membebaskan dari ke-misqueen-an

Ajaib.co.id – Mengelola keuangan memang tidak diajarkan di bangku sekolah. Namun jika tak mempelajarinya, kamu akan merasa bosan hidup jadi sobat misqueen.

Tanpa disadari cara seseorang mengelola keuangan akan berdampak pada masa depan. Hal itu bisa dilihat ketika ia memenuhi kebutuhan harian, mengonsumsi produk atau layanan hiburan, penggunaan dan status kredit, hingga isi tabungannya. Jika tak mampu mengelola hal tersebut, ia akan kesulitan memiliki keamanan finansial.

Jika ia berasal dari keluarga yang kaya atau sudah terbiasa hidup serba berkecukupan, memiliki investasi di mana-mana, tak masalah jika ingin sedikit hura-hura. Namun jika kondisi keuangan kamu jauh dari si kaya dan tak bisa mengelola uang, bukan tak mungkin malah jadi sobat misqueen.

Uang yang didapat digunakan untuk membeli barang karena terpengaruh media sosial. Begitu sadar uang sudah habis padahal belum penghujung bulan. Semakin tak bisa mengelola, label sobat misqueen akan melekat pada dirimu. Nggak bosan hidup serba kekurangan?

Kalau rasa bosan, kamu harus berubah. Bukan untuk menjadi Bill Gates. Realistis saja, kamu berubah agar dapat memiliki perilaku keuangan sehat dan masa depan tercukupi. Oleh karena itu, lakukan lima kiat dalam mengelola keuangan berikut ini.

1.   Mengontrol Pengeluaran

Jika kamu tak mengontrol keuangan, orang lain yang akan melakukannya untukmu. Seperti perencana keuangan atau temanmu. Kalau saran mereka sesuai, kondisi keuanganmu berjalan lancar. Kalau mereka hanya mengincar komisi, keuanganmu malah berantakan.

Cara mudah untuk mengontrol pengeluaranmu dengan memiliki alokasi dana. Ketika menerima gaji bulanan, setidaknya membagi uang untuk alokasi kebutuhan pribadi atau rumah, uang makan, uang transportasi, membayar utang (kalau ada), dana hiburan (nongkrong, nonton, atau jalan-jalan), dan untuk tabungan.

Namun kamu harus disiplin dengan pembagian alokasi tersebut untuk mencapai tujuan finansial. Tak masalah keras pada diri sendiri, meski terkadang bosan hidup harus disiplin soal uang. Tetapi kalau dengan hal itu kamu punya keuangan sehat, mengapa tidak?

2.   Hidup Sesuai Kemampuan

Hidup sesuai kemampuan adalah salah satu kebiasaan finansial terbaik. Warren Buffett, contohnya. Meski ia memiliki kekayaan USD70,8 juta (sekitar Rp1 triliun, Juli 2020), CEO Berkshire Hathaway ini tetap tinggal di rumah yang sama di Omaha, Nebraska (CNBC.com, 2018).

Ia membeli rumah pada 1958 dengan harga USD31,500. Gaya hidupnya pun sederhana. Seperti harga sarapannya tak lebih dari USD3,17 dan kerap menggunakan kupon jika belanja. Begitu pula Jeff Bezos, pendiri Amazon dengan kekayaan 166,3 miliar (setara Rp2,399 triliun) tetap mengendarai Honda seri Accord.

Hidup sederhana atau sesuai kemampuan akan membantu kamu menghindari utang. Kamu bisa memenuhi kebutuhan sesuai alokasi dana dan berinvestasi meski dengan nilai kecil. Jika rajin berinvestasi setiap bulan, nilai kecil tersebut akan mendapatkan keuntungan.

3.   Melunasi Utang

Utang tak selamanya jelek. Tak masalah jika dengan berutang bisa membantumu dalam mewujudkan rencana atau memenuhi kebutuhan. Misalnya kamu sedang memulai bisnis kedai kopi, lalu memerlukan chiller.

Jika membeli secara tunai, uangmu kurang. Sehingga alternatifnya adalah membeli dengan kartu kredit. Namun jika tagihan kartu kredit telah keluar, harap segera melunasi utangmu. Jangan tunda, apalagi sampai telah membayar dan dikenakan denda.

Cara lain mengelola uang buat yang susah menahan keinginan belanja adalah membatasi nilai kartu kredit. Jika batas kartu kreditmu Rp10 juta, turunkan batasnya menjadi Rp7 juta atau Rp5 juta. Hal ini membantumu menghabiskan uang yang melebihi kemampuanmu.

4.   Menyediakan Dana Darurat

Apakah kamu sudah mempunyai dana darurat? Jika belum, siapkan mulai sekarang. Idealnya, dana darurat tersedia tiga hingga enam bulan dari kebutuhan harian. Jika lebih dari itu akan semakin bagus.

Salah satu manfaat dana darurat adalah membantumu melalui masa-masa sulit. Misalnya tiba-tiba kamu terkena PHK, perusahaan mengurangi gaji karyawan karena pandemi, atau istri harus melahirkan secara caesar.

5.   Menabung dengan Berinvestasi

Bosan hidup? Jangan cuma menabung. Berbicara soal menabung, tak melulu menyimpan uang di rekening tabungan. Karena menyimpan uang bisa melalui instrumen investasi. Seperti reksa dana, saham, obligasi, deposito, investasi emas, dan lainnya.

Kevin O’Leary, pebisnis dan investor pada reality show Shark Tank, mengatakan bahwa ia memulai investasi saham pada 1982 dan saat itu ia belum kaya. Namun di situlah ia memperoleh keuntungan.

“Ketika kamu berusia 21 atau 20 tahun, mulai sisihkan 10% dari penghasilanmu. Kamu akan memperoleh USD1 juta pada umur 65 tahun,” kata O’Leary kepada CNBC.

Kamu tak harus seperti O’Leary yang berinvestasi saham. Jika kamu tak paham, pelajari saja dulu sembari mencari produk investasi yang sesuai profil risiko.

Misal, jika kamu tipe investor konservatif. Yang tak ingin menerima risiko tinggi dalam menanamkan modal, pilih deposito. Modal untuk deposito, biasanya minimal Rp10 juta dengan sistem Automatic Roll Over (ARO) dan bunga. Jadi setiap bulan kamu akan memperoleh bunga dan bunga tersebut akan ditambahkan pada nilai pokok.

Kalau tak memiliki Rp10 juta, kamu bisa memilih reksa dana. Investasi ini bisa untuk investor tipe konservatif, moderat, hingga agresif. Buat konservatif dapat memilih reksa dana pasar uang.

Tipe moderat yang mau menerima risiko dapat memilih reksa dana pendapatan tetap atau campuran. Investasi tersebut memberikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dibanding pasar uang dan nilainya stabil.

Tipe agresif yang ingin imbal hasil besar, pilihannya reksa dana saham. Meski risikonya juga besar, tetapi pengembalian hasilnya bisa lebih dari 20 persen. Namun reksa dana saham sebaiknya untuk rencana jangka panjang, karena pergerakannya sangat fluktuatif. Begitu pula dengan investasi saham.

Perbedaannya, investasi reksa dana dapat dimulai dengan nilai yang lebih rendah. Jika setiap bulan, kamu berinvestasi di sini bukan tak mungkin hasilnya akan tinggi.

Sedangkan investasi saham membutuhkan dana mulai Rp1 juta hingga Rp10 juta. Dana tersebut untuk pembukaan rekening efek. Di Ajaib, pembukaan rekening saham tidak ada minimal setoran atau deposit awal, loh. Pilihan ini cocok untuk kamu yang baru ingin memulai investasi. Cek Ajaib untuk syarat, ketentuan, sampai belajar reksa dana serta saham agar kamu tak bosan hidup jadi sobat misqueen.

Artikel Terkait