Perencanaan Keuangan

Tips Bayar Lunas Tagihan Kartu Kredit yang Mudah

bayar lunas tagihan kartu kredit
Ilustrasi Kartu Kredit

Ajaib.co.id – Banyak orang mengatakan bahwa kartu kredit adalah sebuah awal dari bencana. Tentu pendapat ini benar, terlebih bagi orang-orang berjiwa impulsif. Pasti dengan hadirnya kartu kredit di hidup mereka akan menjadi sebuah ujian pula di kemudian hari.

Jika kamu terlanjur terlilit utang kartu kredit, lebih baik kamu bayar lunas tagihan kartu kredit agar permasalahan hidup kamu semakin ringan. Mungkin kamu berpikir bahwa dengan pembayaran minimum atau minimum payment maka lama kelamaan utang kamu akan terselesaikan.

Sayangnya kamu sebaiknya jangan terjebak dengan pola berpikir demikian. Nyatanya, dengan terus membayar tagihan minimum, konsekuensinya beban bunga yang ditanggung malah jadi membesar. Memang, membayar tagihan minimum sejumlah 10 persen dari total tagihan tidak masalah.

Namun, bagaimana jika kamu melunasinya? Pasti akan lebih baik. Kamu bisa mencoba beberapa cara berikut ini untuk bayar lunas tagihan kartu kredit kamu. Hal ini akan membuat hidup menjadi lebih tenang.

1.   Stop Pemakaian

Sebelum kamu menggunakan kartu kredit, ada baiknya kamu mengetahui berapa bunga dan berapa biaya tahunan dari masing-masing kartu kredit yang kamu miliki. Memang akan aman-aman saja jika kamu selalu membayar tepat waktu dan transaksi langsung dilunasi sebelum jatuh tempo. Namun, jika ada tagihan yang melewati tanggal jatuh tempo. Maka akan ada denda keterlambatan yang membahayakan.

Maka dari itu, menggunakan kartu kredit harus tahu batasnya. Jangan gunakan kartu kredit jika kamu masih memiliki tunggakan di dalamnya. Dengan begitu, kamu tidak akan terbebani untuk melunasi tagihan kartu kredit. Tak hanya melakukan pembayaran tagihan, kamu sebaiknya memahami penggunaan kartu kredit yang benar.

2.   Transfer Balance

Kamu seharusnya tahu bahwa setiap kartu kredit itu memiliki iuran tahunan yang harus kamu bayar, dan jumlahnya tidak kecil. Biasanya di awal tahun, ada sejumlah bank yang memberikan promo bagi para calon debitur kartu kreditnya, seperti misalnya bebas iuran tahunan.

Daripada kamu terjebak pada satu kartu kredit yang memiliki iuran tahunan, mungkin kamu bisa memanfaatkan promo tersebut. Salah satu caranya adalah dengan mengajukan kartu kredit baru yang memiliki promo tanpa iuran tahunan. Setelah itu, kamu bisa memindahkan saldo tagihan kartu kredit yang lama ke kartu kredit yang baru. Inilah yang disebut dengan transfer balance.

Perlu kamu ketahui bahwa biasanya sebuah bank memiliki kebijakan yang mengatur limit dari jumlah transfer balance dan ada biaya administrasi yang perlu kamu bayarkan. Jika memang memungkinkan, lakukan transfer balance sebesar yang dapat dilakukan. Setelahnya, kamu dapat melunasi tagihan kartu kredit sebelumnya dan menutup kartu kredit tersebut.

3.   Metode Debt Snowball

Apakah kamu pernah mendengar istilah snowball? Istilah ini untuk menggambarkan bola salju yang menggelinding dan lama-lama menjadi besar. Sesuai dengan namanya, istilah snowball juga bisa dilakukan untuk membayar tagihan kartu kredit agar lunas. Metode membayar utang ini cocok dilakukan untuk yang memiliki lebih dari dua kartu.

Caranya adalah dengan membayar lunas kartu kredit dengan tagihan terkecil, sedangkan yang besar bayar dengan tagihan minimum terlebih dahulu. Ulangi cara ini terus menerus hingga semua jumlah tagihan terlunasi. Secara psikologis, strategi ini cara ini akan membuat kamu lebih tenang karena satu per satu daftar utang terlunasi.

4.   Metode Debt Stacking

Metode lainnya yaitu debt stacking, yaitu metode dimana kamu memilih untuk melunasi kartu kredit dengan bunga yang lebih tinggi terlebih dahulu ketimbang yang memiliki tagihan lebih kecil. Metode yang satu ini memang kebalikan dari metode snowball.

Sebab, metode snowball memiliki kekurangan. Salah satunya yaitu bunga antara kartu kredit yang satu dengan yang lain harus sama atau setidaknya tidak terlalu jauh. Namun jika jumlah bunganya sangat berbeda, tentu kamu akan sangat merugi.

Jika hanya fokus melunasi utang dengan nominal kecil tanpa mempertimbangkan besar bunga dari kartu kredit yang lain, bisa jadi utang yang bunganya lebih besar jadi lebih lama dibayar lunas. Tagihan bulan berikutnya akan semakin besar karena bunga yang membengkak.

5.   Korbankan Tabungan dan Aset

Jika kamu terus memikirkan jumlah utang kamu hingga kamu sulit tidur, maka relakanlah tabungan beserta aset-aset yang kamu miliki. Jauh lebih baik kamu habiskan tabungan dan aset-aset kamu demi utang, bukan? Apalagi jika utang yang kamu miliki punya bunga yang sangat besar dan terus menggelembung. Tentu lebih baik segerakan pelunasan utang kartu kredit yang kamu miliki.

6.   Mencari Pemasukan Tambahan

Jika ternyata tabungan dan aset kamu belum mencukupi, mungkin kamu harus kerja lebih ekstra dengan cara mencari pemasukan tambahan agar utang kartu kredit kamu lebih cepat selesai. Kamu bisa melakukannya selepas pulang kerja atau kamu bisa membuka online shop dan menjadi dropshipper.

7.   Ajukan Restrukturisasi

Jika cara-cara di atas nyatanya tidak membuahkan hasil yang lebih signifikan, jalan terakhir yang bisa kamu tempuh adalah dengan mengajukan restrukturisasi hutang ke bank. Kamu bisa mengunjungi kantor cabang bank terdekat lalu ajukan restrukturisasi kredit bermasalah.

Namun, kamu harus memikirkannya terlebih dahulu sebelum mengajukan restrukturisasi. Namun jika kamu melakukan restrukturisasi, maka selamanya kamu akan tercatat di SLIK-OJK sebagai nasabah restrukturisasi. Kebanyakan bank menolak memberikan kredit atau pinjaman ke nasabah restrukturisasi karena dianggap berisiko tinggi akibat kredit macet.

Jika kamu mau mengajukan kredit ke bank, seperti KTA atau KPR, sebaiknya kamu jauhi strategi yang satu ini. Memang, bank akan memberikan potongan bunga atau pokok utang demi mempermudah nasabah untuk melunasi kredit macetnya. Namun cara ini membawa risiko bagi nasabah di kemudian hari.

Artikel Terkait