Saham

Berkat Red Velvet, Saham SM Entertainment Melonjak

saham sm entertainment

Ajaib.co.id. Saham SM Entertainment merupakan salah satu emiten industri hiburan di pasar saham Korea yang paling populer. Tingginya minat investor pada saham ini tidak lain karena status perusahaan agensi ini sebagai salah satu perusahaan industri terbesar di Korea Selatan. Namun status tersebut nyatanya tidak membuat sahamnya bebas dari fluktuasi pasar.

Indutri hiburan Korea Selatan alias K-pop harus diakui memiliki nilai valuasi yang sangat besar. Keuntungannya yang dihasilkan sangat besar apalagi dengan popularitas sejumlah artis K-pop yang semakin meluas. Bukan hanya di dalam negeri, popularitasnya juga berkembang di Asia, Eropa dan Amerika.

Valuasi yang ditopang dengan kapitalisasi besar ini membuat sejumlah perusahaan agensi kemudian terjun ke bursa saham untuk melakukan Initial Public Offering (IPO). Saham SM Entertainment menjadi yang pertama kali ditawarkan pada 27 April 2000 silam. Kemudian disusul oleh raksasa agensi lainnya yaitu YG Entertainment dan JYP Entertainment.

Perusahaan yang menaungi sejumlah artis K-pop ternama seperti Super Junior dan EXO itu langsung laris diburu investor. Dilansir dari CNBC Indonesia, pemegang saham terbanyak di perusahaan ini masih dikuasai oleh Lee So Man 19,07% selaku pendirinya, lalu Badan Pensiun Nasional 8,79%, Mirae Asset 5,15%, Alibaba 3,78%, dan lainnya 63,2%.

Red Velvet, Idola Baru K-pop yang Jadi Pendongkrak Kinerja Saham SM Entertainment

SM Entertainment tercatat sebagai agensi hiburan Korea Selatan dengan pendapatan terbesar. SM mampu merajai pendapatan terbesar agensi hiburan selama 2018. Pada 2018, SM Entertainment mendapatkan nilai keuntungan sebanyak 605 miliar won.

Keuntungan yang didapatkan oleh SM Entertainment merupakan jumlah dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Padahal, rumah entertainment ini sudah kehilangan tiga member Girls Generation, yaitu Tiffany, Sooyoung, dan Seohyun. Ketiganya memutuskan untuk keluar dari perusahaan pada Oktober 2017 lalu.

EXO juga menjadi artis dengan kontributor pendapatan utama SM Entertainment pada 2018. Selain itu, kembalinya TVXQ ke dunia hiburan Korea Selatan, membawa agensi ini menduduki peringkat kedua kontributor pendapatan utama. Kemudian, ada Red Velvet dan SHINee diurutan ketiga dan keempat kontributor pendapatan utama agensi tersebut.

Selama perjalanannya, saham perusahaan ini tak lepas dari naik turun akibat sentimen yang muncul dari pasar. Bahkan sejumlah skandal maupun berita artis yang berada di bawah manajemen kerap menjadi bertanggung jawab ketika harga saham perusahaan turun atau naik. Ambil contoh gugatan Luhan eks EXO yang dalam waktu 15 menit saja sudah membuat saham SM Entertainment mengalami penurunan.

Pada hari perdagangan itu, harga saham SM Entertainment mencapai 3.100 Won (USD 2,59),turun drastis dari sebelumnya 36.150 Won (USD 30). Harganya mengalami penurunan paling parah dengan mencatat harga tersebut. Namun tak selalu sentimen negatif yang dihasilkan oleh para artis besutannya.

Ada kalanya artis SM Entertainment yang menaunginya memberikan dampak baik bagi harga saham ini di pasar modal. Misalnya ketika perilisan grup idol baru, Super M, yang sempat menghadirkan angin segara bagi kinerja perusahaan ini di bursa saham. SuperM merupakan grup boyband yang baru saja dibesut oleh SM Entertainment. Anggota SuperM terdiri dari Taemin SHINee, Baekhyun dan Kai EXO, Taeyong dan Mark NCT, serta Lucas dan TEN WayV.

Terakhir adalah kehadiran Red Velvet, girl group idola baru, yang menjadi pendorong bagi pergerakan saham SM Entertainment pada pertengahan 2019 lalu. Selama periode Agustus, nilai saham ini melonjak dan berada di zona hijau selama tiga hari berturut-turut. Hal itu disebabkan oleh koreografi SuperM dan rilisan video musik terbaru Red Velvet yang berjudul Umpah Umpah.

Pada perdagangan Rabu (21/08/2019), harga SM Entertainment berada di zona merah di posisi KRW29.000 per saham. Kendati begitu, jika dihitung dalam sepekan, saham SM Entertainment tercatat berhasil menguat sebesar 2,65%.

Pada awal pekan lalu, salah satu girlband besutan SM Entertainment, yaitu Red Velvet telah resmi merilis video lagu yang berjudul Umpah Umpah di channel YouTube SMTOWN. Video tersebut menjadi trending topic di YouTube dan ditonton oleh lebih dari 9 juta kali. Lagu tersebut merupakan salah satu lagu yang ada di mini album terbaru Red Velvet yang berjudul The ReVe Festival Day 2.

Kehadiran Red Velvet memang menjadi sumber energi baru untuk mendongkrak popularitas sekaligus kinerja perusahaan di pasar saham. Sayangnya, popularitas girlband ini tak sanggup menghempaskan sentimen negatif yang terjadi akibat dampak penyebaran virus Corona.

Dilansir dari lokadata.id, Pada Senin (9/3/2020) harga saham SM Entertainment ditutup pada angka 26.400 won per saham. Jika dibandingkan dengan penutupan Jumat (6/3/2020) harga saham SM Entertainment anjlok 6,71 persen dari 28.300 won. Bukan hanya SM, pesaingnya yakni emiten YG dan JYP juga mengalami tren serupa.

Harga saham SM, JYP, dan YG Entertainment terus menurun sejak wabah virus korona melanda Tiongkok pada 20 Januari 2020. Penurunannya tercatat berturut-turut sebesar 43,5 persen, 37,2 persen, dan 35,01 persen. Rasanya kehadiran idola baru pun belum cukup memukau untuk menghilangkan kekhawatiran investor saham di sektor hiburan ini.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait