Ajaib
Menu

Saham

4 Sektor Saham yang Disebut Presiden Prabowo di Pidato Kenegaraan 14 Agustus 2026

MikirduitAugust 19, 2026

Presiden Indonesia Prabowo Subianto memberikan beberapa sinyal terkait potensi fokus penggunaan anggaran negara hingga kebijakan pemerintah ke sektor bisnis tertentu pada 2027 dalam Pidato Nota Keuangan pada 14 Agustus 2026. Berikut ini, 4 sektor saham yang berpotensi mendapatkan keuntungan jika program pemerintah bisa berjalan sesuai rencana pada 2027.

Saham Sektor Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 100 Gigawatt (GW). Tujuannya, untuk bisa menghemat anggaran negara hingga Rp73,9 triliun per tahun.

Dari target 100 GW, Pemerintah Indonesia menargetkan pembangunan PLTS dengan kapasitas 30 GW sebagai tahap awal pada 2027. Nantinya, kapasitas 30 GW itu akan digunakan untuk menghentikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dengan kapasitas 13 GW.

Rencana tersebut berpotensi memberikan angin segar untuk beberapa saham pembangkit listrik energi baru terbarukan seperti, PT Kencana Energi Lestari Tbk. (KEEN), PT Alam Tri Resources Indonesia Tbk. (ADRO), PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), PT TBS Energy Utama Tbk. (TOBA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Futura Energi Global Tbk. (FUTR) dan juga PT Bukit Asam Tbk. (PTBA).

Khusus untuk DSSA, kapasitas 1 GW per tahun itu bukan memiliki kapasitas PLTS sebesar itu, tapi Solar PV manufacturing-nya memiliki kapasitas produksi hingga 1 GW per tahun. Jadi, konsep DSSA adalah pihak yang membangun dan menyediakan solar cell untuk PLTS. Konsep bisnisnya berbeda dengan KEEN, MEDC, ADRO, PTBA, FUTR, dan TOBA yang membangun aset PLTS miliknya dan mendapatkan pendapatan dari jual-beli listrik. 

Saham Sektor Motor Listrik

Presiden Prabowo juga menyebutkan akan mempercepat elektrifikasi mobilitas rakyat dengan memberikan insentif untuk 1 juta motor listrik yang diproduksi dalam negeri. Harapannya, kebijakan itu bisa menurunkan biaya kendaraan bagi masyarakat, mengurangi impor bahan bakar, dan membesarkan industri motor listrik nasional.

Dalam peluncuran motor listrik nasional milik ALVA, anak usaha PT Indika Energy Tbk. (INDY), Prabowo juga mengungkapkan rencana insentif uang muka 0 persen hingga bunga kredit yang lebih ringan untuk pembiayaan motor listrik.

Adapun, deretan saham motor listrik yang ada di Indonesia antara lain, INDY, PT Terang Dunia Internusa Tbk. (UNTD), PT gaya Abadi Sempurna Tbk. (SLIS), PT NFC Indonesia Tbk. (NFCX), TOBA, dan PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk. (KRYA).

Saham Pertambangan dan Pengolahan Mineral

Presiden Prabowo juga menyebutkan keuntungan dari BUMN digunakan untuk mempercepat hilirisasi dari pertambangan. 

Proyek hilirisasi yang dimaksud antara lain, pengolahan batu bara menjadi Dimetil Eter (DME) untuk menggantikan Liquified Petroleum Gas (LPG), Hilirisasi tembaga dan emas, Pengolahan garam Industri, pembangunan smelter alumina menjadi aluminium. 

Jika merujuk ke saham BUMN yang terkait dengan proyek hilirisasi tersebut antara lain, PTBA dan PT  Aneka Tambang Tbk. (ANTM).

PTBA menargetkan proyek gasifikasi batu bara menjadi DME di Tanjung Enim, Sumatera Selatan bisa beroperasional pada 2030. Perseroan telah melakukan groundbreaking pada 29 April 2026.

Nantinya, proyek itu akan menggandeng mitra yang berpengalaman dari segi teknologinya. Namun, sampai saat ini, belum diketahui siapa calon investornya karena masih dalam tahap penjajakan.

Sementara itu, ANTM akan terlibat dalam pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Dalam proyek ini, tahap pengolahan baru sampai bauksit menjadi alumina.

ANTM juga sudah menyelesaikan SGAR di Mempawah untuk fase 1 di 2025. Kini, pengembangan SGAR itu masuk tahap dua yang sudah mulai groundbreaking pada Februari 2026 dan target operasional pada 2026 hingga 2028. Jika fase dua selesai, ANTM bisa memproduksi 2 juta ton alumina per tahun.

Hasil produksi alumina dari ANTM itu akan digunakan untuk smelter aluminium di tempat yang sama sebagai fasilitas terintegrasi. Smelter aluminium itu diperkirakan rampung pada 2029 dengan kapasitas sekitar 600.000 ton per tahun.

Dalam proyek ini, PTBA juga terlibat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk aktivitas smelter aluminium tersebut. Pembangunan PLTU akan dilakukan pada 2027 setelah menentukan mitra dan detail investasi pada 2026. 

Reaktivasi 104 Pesawat Garuda Indonesia

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) mendapatkan sorotan khusus dalam Pidato Presiden Prabowo pada 14 Agustus 2026. Prabowo mengatakan pemerintah telah berhasil reaktivasi 104 pesawat GIAA yang sebelumnya tidak beroperasi.

Jika 104 pesawat GIAA yang kembali aktif tersebut bisa mencatatkan utilisasi yang optimal, hal itu bisa menjadi sentimen positif untuk kinerja maskapai andalan Indonesia tersebut. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti, efisiensi biaya, serta kemampuan perseroan menghasilkan arus kas positif.

Salah satu tantangan GIAA yang utama adalah kembali mencatatkan keuntungan secara bisnis. Kinerja keuangan GIAA belum pulih sejak pandemi Covid-19. Adapun, pencatatan laba bersih di 2021-2022 karena ada faktor restrukturisasi utang.

Hingga kuartal I/2026, GIAA sudah mencatatkan kinerja yang lebih baik dengan pertumbuhan laba usaha naik 880 persen menjadi 49 juta dolar AS.

Namun, bottom line GIAA masih mencatatkan kerugian 46,48 juta dolar AS. Hal itu disebabkan oleh tingkat beban keuangan yang masih tinggi mencapai 104 juta dolar AS hingga kerugian selisih kurs 1,39 juta dolar AS dibandingkan dengan keuntungan selisih kurs 12,83 juta dolar AS pada periode sama tahun sebelumnya.

Kesimpulan

Meski, saham-saham sektor tersebut disebut dalam Pidato Presiden pada 14 Agustus 2026, tapi bukan berarti langsung bisa dibeli tanpa melihat detailnya lagi.

Hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan membeli sebuah saham bukan sekadar narasi yang tersedia, tetapi juga perlu membuat rencananya.

Misalnya, jika menilai saham PTBA punya banyak rencana besar dalam jangka panjang dari PLTS, DME, hingga PLTU untuk smelter aluminium Inalum di Kalimantan Barat. Catatannya, rencana PTBA itu cenderung jangka panjang atau tidak terjadi dalam jangka dekat.

Dari rencana tersebut, ada beberapa momentum yang bisa jadi sentimen saham PTBA ke depannya, yakni mitra dalam pengembangan DME dan pembangunan PLTU. Keduanya berpotensi terjadi di akhir 2026 atau awal 2027. 

Dengan kondisi begitu, ada dua strategi yang bisa dilakukan, yakni strategi pertama dengan cara trading jangka pendek jika ada konfirmasi kenaikan volume dan harga yang menandakan kenaikan demand  buy yang cukup signifikan.

Dalam kondisi teknikal PTBA per 19 Agustus 2026 pada pukul 10:00 WIB menunjukkan belum ada demand yang cukup kuat, terlihat dari volume yang belum naik meski harga saham sempat mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Artinya, belum ada konfirmasi kuat untuk melakukan trading jangka pendek di saham PTBA.

Strategi kedua, investasi jangka menengah jika valuasi masih murah dengan target hold dalam 2-3 tahun ke depan. Syaratnya harus membeli di harga yang diasumsikan murah. 

Dalam tampilan di Ajaib Terminal ini, terlihat price to book value (PBV) PTBA masih berada di bawah PBV mean. Artinya, secara PBV band harga saham PTBA masih cukup terdiskon. 

Investor tetap perlu membuat strategi money management dengan masuk secara bertahap, meski sudah memiliki uang untuk diinvestasikan.

Tujuannya untuk bisa mendapatkan posisi harga rata-rata yang lebih baik jika ada risiko penurunan lebih lanjut. Dengan begitu, potensi keuntungan dari capital gain hingga dividend yield bisa lebih optimal serta manajemen risiko untuk menghadapi volatilitas harga saham.

Pantau Saham yang Berpotensi Diuntungkan Kebijakan Pemerintah di Ajaib

Rencana pemerintah untuk mempercepat pembangunan energi terbarukan, elektrifikasi kendaraan, hilirisasi mineral, hingga reaktivasi armada Garuda Indonesia dapat menjadi sentimen bagi sejumlah saham terkait. Namun, narasi kebijakan saja belum cukup untuk menjadi dasar mengambil keputusan.

Sebelum mengambil posisi, kamu tetap perlu melihat valuasi, pergerakan harga, volume transaksi, serta potensi katalis yang bisa memengaruhi saham dalam jangka pendek maupun menengah. Dengan begitu, strategi trading atau investasi dapat disesuaikan dengan profil risiko dan target yang kamu miliki.

Pantau saham yang berpotensi diuntungkan kebijakan pemerintah dan mulai trading saham di Ajaib untuk membantu kamu melihat pergerakan pasar dan menyesuaikan strategi dengan kondisi saham. Download aplikasi Ajaib di Play Store & App Store sekarang!

Profil Penulis

Mikirduit
Mikirduit

Writer

-

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!