Kisah Sukses Anthony Salim, Konglomerat Indonesia Ternama!
Sarifa•January 5, 2026

Mungkin kamu setiap hari sarapan dengan Sari Roti, makan siang dengan Indomie, atau berbelanja di Indomaret. Di balik merek-merek yang sangat akrab dengan kehidupan kita ini, ada satu nama besar: Anthony Salim. Sosok ini adalah penerus dan arsitek di balik kejayaan Salim Group, salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia. Perjalanannya bukanlah sekadar menerima warisan bisnis, melainkan sebuah kisah tentang ketahanan, strategi brilian, dan kerja keras untuk bangkit dari keterpurukan. Mari kita telusuri pelajaran berharga dari perjalanannya yang bisa menginspirasi kita, termasuk dalam membangun portofolio investasi.
Latar Belakang dan Ujian Besar 1998
Anthony Salim adalah putra dari Sudono Salim (Liem Sioe Liong), sang pendiri Salim Group yang legendaris. Sejak muda, ia sudah terlibat dalam bisnis keluarga. Namun, ujian terbesarnya datang saat krisis moneter 1998 melanda Asia. Saat itu, Salim Group nyaris bangkrut dengan beban utang yang sangat besar, mencapai triliunan rupiah. Banyak yang meragukan kelompok usaha ini bisa selamat.
Di bawah tekanan yang luar biasa, Anthony Salim mengambil langkah-langkah berani dan menyakitkan. Untuk menyelamatkan inti bisnis, ia harus melepas beberapa aset berharga, seperti Bank Central Asia (BCA) dan Indocement. Keputusan kunci yang diambilnya adalah tidak menjual Indofood dan Bogasari, dua pilar utama yang menghasilkan produk seperti Indomie dan tepung terigu. Keputusan strategis inilah yang kelak menjadi fondasi kebangkitannya.
Strategi Bangkit dan Membangun “Super Konglomerat”
Pasca krisis, Anthony Salim tidak hanya bertahan, tetapi membangun kembali kerajaan bisnis dengan strategi yang matang. Prinsip utamanya adalah diversifikasi dan integrasi bisnis. Ia mengembangkan Salim Group menjadi “gurita bisnis” yang menjangkau berbagai sektor penting ekonomi, mulai dari hulu ke hilir.
Diversifikasi ini membuat bisnisnya lebih tahan guncangan ekonomi. Jika satu sektor lesu, sektor lain dapat menopang. Selain itu, dengan menguasai rantai pasok dari bahan baku, produksi, hingga distribusi ritel (seperti Indomaret), Salim Group mampu mengontrol biaya dan efisiensi dengan sangat baik. Strategi ini terbukti sukses membawa kelompok usahanya kembali ke puncak.
Portofolio Bisnis yang Menyentuh Segala Aspek Kehidupan
Di bawah kepemimpinan Anthony Salim, Salim Group berkembang pesat dengan portofolio yang sangat luas. Untuk memberimu gambaran, berikut beberapa sektor kunci dan contoh perusahaannya yang tercatat di bursa efek:
Portofolio yang luas ini menunjukkan bahwa bisnis Anthony Salim telah beradaptasi dengan zaman, tidak hanya mengandalkan bisnis konvensional tetapi juga merambah era digital.
Pelajaran dan Relevansi bagi Generasi Muda
Kisah Anthony Salim sangat relevan bagi generasi muda dan investor pemula. Berikut beberapa pelajaran utama:
- Ketahanan dalam Krisis: Kesuksesan sejati diuji saat menghadapi kesulitan. Keteguhan hati dan kemampuan mengambil keputusan sulit adalah kunci.
- Fokus pada Fundamental Bisnis: Di tengah badai, Anthony berpegang pada bisnis inti yang memenuhi kebutuhan pokok (seperti makanan). Prinsip ini juga baik dalam berinvestasi: pilihlah perusahaan dengan bisnis fundamental yang kuat dan dibutuhkan masyarakat.
- Diversifikasi yang Cerdas: Strategi diversifikasi Salim Group mengajarkan pentingnya tidak “menaruh semua telur dalam satu keranjang”, baik dalam membangun bisnis maupun portofolio investasi.
- Visi Jangka Panjang: Restrukturisasi dan pembangunan kembali membutuhkan waktu puluhan tahun. Ini mengingatkan kita bahwa membangun kekayaan atau portofolio investasi yang solid adalah sebuah maraton, bukan sprint.
Melihat Lebih Dekat: Peluang Melalui Investasi
Bagi kamu yang tertarik untuk belajar lebih jauh dan memiliki kepemilikan dalam perusahaan-perusahaan berkualitas, salah satu caranya adalah dengan berinvestasi di pasar saham. Banyak dari perusahaan di bawah Salim Group yang telah menjadi saham blue chip di Bursa Efek Indonesia, seperti INDF, ICBP, dan ROTI. Memiliki saham perusahaan-perusahaan ini berarti kamu turut memiliki sebagian kecil dari bisnis yang produknya mungkin kamu gunakan sehari-hari.
Sebelum memutuskan untuk beli saham, penting untuk melakukan riset, memahami profil risikomu, dan mempelajari fundamental perusahaan. Investasi yang cerdas selalu dimulai dengan pengetahuan.
Kesimpulan
Kisah Anthony Salim membuktikan bahwa warisan terbesar bukanlah kekayaan, tetapi mentalitas, strategi, dan ketahanan dalam menghadapi tantangan. Dari keterpurukan akibat krisis 1998, ia berhasil membangun kembali dan mendiversifikasi bisnis Anthony Salim menjadi kekuatan ekonomi yang mendalam dan luas. Bagi kita sebagai generasi muda dan calon investor, kisah ini menawarkan pelajaran berharga tentang ketekunan, fokus pada fundamental, dan pentingnya membangun portofolio yang tangguh untuk masa depan.
Mulai Investasi Saham di Ajaib!
Ajaib adalah aplikasi investasi all-in-one, mulai dari Saham Indonesia, reksadana, obligasi, kripto, hingga saham Amerika. Ajaib hadir untuk memberikan pengalaman investasi yang lebih cepat, aman, dan handal. Yuk mulai berinvestasi di beragam instrumen di Ajaib. Proses pendaftarannya mudah dan 100% online. Sudah berizin dan diawasi OJK & BAPPEBTI.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!