Ajaib
Menu

Saham

ADRO vs PTBA: Dua Saham Batu Bara Besar di Indonesia

SarifaJanuary 12, 2026

Perppu Cipta Kerja Jadi Angin Segar Perusahaan Batu Bara dengan Insentif Batu Bara

ADRO dan PTBA adalah dua emiten raksasa batu bara Indonesia yang berbeda karakter, di mana ADRO adalah perusahaan swasta yang lebih agresif berekspansi, sementara PTBA sebagai BUMN fokus pada stabilitas dan kontribusi domestik. Pilihan terbaik di antara keduanya bergantung pada tujuan investasi kamu. Artikel ini akan membandingkan kedua saham ini dari berbagai sisi untuk membantumu menentukan pilihan.

Sektor batu bara masih memainkan peran vital dalam perekonomian Indonesia, baik sebagai sumber devisa ekspor maupun penopang pasokan energi dalam negeri. Bagi investor, saham-saham batu bara seperti ADRO dan PTBA sering menjadi pilihan untuk portofolio. Namun, keduanya memiliki model bisnis, profil risiko, dan potensi return yang berbeda.

Mengenal Kedua Saham

Sebelum membandingkan, mari kenali profil singkat keduanya.

Mengenal Saham ADRO

PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) adalah perusahaan energi terintegrasi yang dimiliki swasta. Didirikan pada tahun 2004, ADRO telah berkembang pesat dari sebuah perusahaan tambang menjadi grup bisnis yang menjangkau logistik, ketenagalistrikan, dan bahkan energi baru terbarukan. Bisnis utamanya adalah penambangan dan perdagangan batu bara termal berkualitas tinggi dengan merek dagang Envirocoal. Yang menarik, ADRO secara aktif melakukan transformasi bisnis dengan mendiversifikasi portofolionya, salah satunya dengan fokus ke pengembangan industri aluminium dan smelter yang lebih rendah emisi.

Mengenal Saham PTBA

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) adalah BUMN tambang batu bara yang memiliki sejarah panjang, bahkan telah berdiri sejak era kolonial Belanda pada tahun 1919. Sebagai BUMN, saham PTBA memiliki peran strategis nasional, terutama dalam memastikan pasokan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) dengan harga yang terjangkau bagi PLN dan industri domestik. Model bisnisnya berfokus pada operasi pertambangan yang terintegrasi, mulai dari eksplorasi hingga pengangkutan melalui jalur kereta api khusus dan pelabuhan.

Perbandingan Model Bisnis ADRO vs PTBA

Inti perbedaan mereka terletak pada orientasi pasar dan struktur bisnis.

AspekADRO (Swasta, Terintegrasi & Bertumbuh)PTBA (BUMN, Strategis & Stabil)
Sumber PendapatanBertumpu pada ekspor batu bara global dan diversifikasi ke logistik, listrik, & aluminium.Kombinasi penjualan domestik (untuk PLN/industri) dan ekspor, dengan kewajiban DMO yang besar.
Fokus PasarPasar internasional. Lebih terekspos pada fluktuasi harga batu bara acuan global.Pasar domestik lebih kuat. Laba lebih dipengaruhi kebijakan harga pemerintah untuk pasokan dalam negeri.
DiversifikasiAgresif melakukan diversifikasi ke sektor hilir dan energi baru, mengurangi ketergantungan hanya pada batu bara.Diversifikasi lebih terbatas, masih berfokus pada bisnis inti batu bara dan pembangkit listrik terkait.
Strategi Jangka PanjangTransformasi menjadi platform industri hijau terintegrasi, dengan fokus pada pertumbuhan bisnis baru seperti smelter aluminium.Menjadi penopang energi nasional yang andal, dengan menjaga operasi yang efisien dan kontribusi optimal kepada negara.

Kinerja Keuangan ADRO vs PTBA

Dalam beberapa tahun terakhir, skala keuangan ADRO tampak lebih besar. Berdasarkan laporan keuangan, aset ADRO secara konsisten sekitar 3.5 kali lebih besar dari aset PTBA. Dari sisi profitabilitas, laba bersih ADRO juga lebih tinggi. Pada tahun 2024, laba bersih ADRO tercatat 448% lebih tinggi dibandingkan PTBA.

Namun, penting dicatat bahwa kinerja kedua saham ini sangat dipengaruhi oleh siklus harga komoditas. Ketika harga batu bara global tinggi, ADRO yang berorientasi ekspor cenderung mendapat keuntungan lebih besar. Sebaliknya, di saat harga turun, PTBA memiliki “bantalan” dari penjualan domestik yang volumenya lebih terjamin meski harganya diatur.

Valuasi Saham ADRO vs PTBA

Untuk menilai apakah sebuah saham “murah” atau “mahal”, investor sering melihat rasio seperti Price to Book Value (PBV) dan Price to Earnings Ratio (PER).

  • ADRO sering kali memiliki PBV yang lebih rendah. Di suatu periode, PBV ADRO tercatat sekitar 0.68x. PBV di bawah 1 bisa mengindikasikan saham tersebut diperdagangkan di bawah nilai bukunya, yang menarik bagi investor yang mencari value. Namun, ini juga perlu dilihat bersama prospek pertumbuhannya di masa depan.
  • PTBA sebagai BUMN yang stabil, valuasinya cenderung mencerminkan statusnya sebagai value stock dengan pertumbuhan yang lebih sedang.

Dividen ADRO vs PTBA

Kedua perusahaan dikenal memiliki kebijakan dividen yang menarik, tetapi dengan karakter berbeda.

  • PTBA secara tradisional dianggap sebagai saham dividen yang stabil. Sebagai BUMN, kebijakan pembagian dividennya sering kali memiliki kepastian yang baik bagi investor yang mengutamakan pendapatan rutin.
  • ADRO menawarkan kombinasi dividen plus pertumbuhan (dividend + growth). Meski labanya bisa lebih fluktuatif, di saat kinerjanya bagus, ADRO sanggup membagikan dividen yang signifikan. Pada awal 2026, misalnya, ADRO menyiapkan pembagian dividen interim yang besar meski di tengah tekanan laba. Sebuah analisis pernah memproyeksikan ADRO dapat memberikan dividend yield menarik sekitar 6.6%.

Faktor Makro yang Mempengaruhi ADRO dan PTBA

Kinerja kedua saham ini sangat terpengaruh kondisi eksternal:

  • Harga Batu Bara Global: Naik-turun harga komoditas ini adalah faktor utama, terutama untuk ADRO yang berorientasi ekspor.
  • Kebijakan Pemerintah: Regulasi seperti kewajiban DMO, pajak/royalti, dan rencana bea keluar batu bara berdampak langsung, terutama pada PTBA. Kebijakan pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) batu bara yang menyamakan harga domestik dan ekspor juga dapat mempengaruhi pendapatan mereka.
  • Transisi Energi: Tekanan global terkait ESG (Environmental, Social, and Governance) dan peralihan ke energi bersih adalah tantangan sekaligus peluang. ADRO aktif merespons dengan transformasi ke bisnis rendah emisi.

Risiko Investasi Saham ADRO & PTBA

  • Risiko Utama ADRO: Fluktuasi harga batu bara global, ketergantungan pada pasar ekspor, serta risiko transisi energi yang dapat mengubah sentiment investor terhadap sektor batu bara secara keseluruhan.
  • Risiko Utama PTBAIntervensi dan regulasi pemerintah (seperti perubahan aturan DMO atau pungutan baru), keterbatasan fleksibilitas operasional sebagai BUMN, dan margin yang lebih tertekan akibat kewajiban pasok domestik dengan harga terkendali.

ADRO vs PTBA: Cocok untuk Investor Seperti Apa?

  • Untuk Investor Pertumbuhan Jangka PanjangADRO mungkin lebih cocok. Diversifikasi bisnis dan transformasi menuju industri hijau terintegrasi memberikan cerita pertumbuhan yang lebih kuat di masa depan.
  • Untuk Investor Pencari Dividen & StabilitasPTBA bisa menjadi pilihan. Karakternya sebagai BUMN dan pembayaran dividen yang relatif stabil cocok untuk portofolio yang mengutamakan pendapatan.
  • Untuk Trader Jangka Pendek: Keduanya dapat menjadi alat trading, biasanya merespons sentimen harga batu bara global dan pengumuman kebijakan pemerintah. Pergerakan harga ADRO cenderung lebih volatil mengikuti komoditas.

Mana yang memiliki potensi pertumbuhan lebih besar, ADRO atau PTBA?

Berdasarkan strategi ekspansi dan diversifikasinya, ADRO dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih besar. Upayanya membangun bisnis baru seperti smelter aluminium dan fokus pada industri rendah emisi membuka cerita pertumbuhan jangka panjang di luar siklus batu bara. Sementara itu, PTBA lebih berfokus pada pertumbuhan yang stabil dan kontribusi berkelanjutan kepada negara.

Kesimpulan: Pilih ADRO atau PTBA?

Tidak ada jawaban mutlak. Pilihan terbaik sangat tergantung pada profil risiko, horizon investasi, dan tujuan finansial kamu.

  • Pilih ADRO jika kamu seorang investor dengan toleransi risiko lebih tinggi, percaya pada strategi diversifikasi dan transformasi perusahaannya, dan mengincar kombinasi pertumbuhan (capital gain) dan dividen dalam jangka menengah-panjang.
  • Pilih PTBA jika kamu mengutamakan stabilitas dan kepastian, menginginkan eksposur ke sektor batu bara dengan risiko yang relatif lebih terkelola (berkat status BUMN), dan menyukai aliran dividen yang konsisten.

Sebagai langkah awal, kamu bisa mempertimbangkan untuk memiliki keduanya dalam porsi berbeda untuk menyeimbangkan portofolio. Yang paling penting, lakukan analisis lebih mendalam atau konsultasi dengan profesional keuangan sebelum memutuskan.

Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Membeli dan Menjual Saham di Ajaib

Mulai Investasi Saham di Ajaib!

Ajaib adalah aplikasi investasi all-in-one, mulai dari Saham Indonesia, reksadana, obligasi, kripto, hingga saham Amerika. Ajaib hadir untuk memberikan pengalaman investasi yang lebih cepat, aman, dan handal. Yuk mulai berinvestasi di beragam instrumen di Ajaib. Proses pendaftarannya mudah dan 100% online. Sudah berizin dan diawasi OJK & BAPPEBTI.

Google Play StoreApple App Store

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

ADRO vs PTBA: Dua Saham Batu Bara Besar di Indonesia - Ajaib