Strategi Menghadapi Saham IPO yang Sepi Peminat (Undersubscribed)
Sarifa•January 8, 2026

Tidak semua IPO selalu menjadi sorotan pasar atau diburu investor sejak hari pertama perdagangan. Di tengah euforia pasar modal, ada pula penawaran saham perdana yang berjalan relatif sepi peminat atau dikenal sebagai IPO undersubscribed, yakni ketika saham yang ditawarkan tidak seluruhnya terserap. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari situasi pasar, sentimen investor, hingga karakter bisnis emiten itu sendiri. Namun, IPO yang tidak ramai peminat tidak selalu identik dengan prospek yang buruk. Dengan pemahaman yang tepat, kondisi ini justru bisa menjadi peluang bagi investor yang jeli dalam membaca potensi jangka panjang.
Apa Itu IPO Undersubscribed?
IPO undersubscribed adalah kondisi ketika jumlah saham yang ditawarkan saat IPO tidak seluruhnya terserap oleh investor. Artinya, minat beli investor lebih rendah dibandingkan jumlah saham yang dilepas ke publik. Bagi investor pemula, kondisi ini sering dipersepsikan negatif, padahal belum tentu mencerminkan kualitas bisnis perusahaan.
Sebagai perbandingan, IPO oversubscribed terjadi ketika permintaan investor jauh lebih besar daripada jumlah saham yang ditawarkan, sehingga pemesanan harus dibagi. IPO fully subscribed berarti seluruh saham yang ditawarkan berhasil terjual sesuai target. Sementara itu, IPO undersubscribed menunjukkan bahwa permintaan investor belum mampu menyerap seluruh saham yang dilepas, yang dapat dipengaruhi oleh kondisi pasar, sentimen investor, maupun waktu pelaksanaan IPO.
IPO undersubscribed umumnya terjadi akibat kombinasi beberapa faktor. Salah satu penyebab utama adalah kondisi pasar yang sedang kurang kondusif, misalnya ketika indeks saham melemah atau investor cenderung bersikap wait and see. Dalam situasi seperti ini, minat terhadap saham baru biasanya menurun karena investor lebih berhati-hati dalam menempatkan dana.
Faktor lain adalah valuasi yang dianggap terlalu mahal oleh pasar. Jika harga penawaran dinilai tidak sebanding dengan kinerja dan prospek perusahaan, investor cenderung menahan diri. Sentimen terhadap sektor usaha emiten juga berpengaruh, terutama jika sektor tersebut sedang tidak populer atau menghadapi tekanan tertentu. Selain itu, kinerja fundamental perusahaan yang belum kuat, seperti pertumbuhan yang terbatas atau profitabilitas yang belum stabil, dapat mengurangi minat investor. Timing IPO yang kurang tepat, misalnya bertepatan dengan banyaknya IPO lain atau kondisi global yang tidak menentu, juga sering menjadi faktor yang membuat penawaran saham perdana kurang diminati.
IPO undersubscribed tidak selalu dapat langsung disimpulkan sebagai hal yang buruk. Kondisi ini memang mencerminkan minat pasar yang terbatas pada saat penawaran, tetapi hal tersebut tidak selalu berkaitan langsung dengan kualitas bisnis atau prospek jangka panjang perusahaan. Dalam beberapa kasus, IPO menjadi sepi peminat lebih karena faktor eksternal seperti kondisi pasar atau sentimen investor, bukan karena fundamental emiten yang lemah.
Dari sisi risiko, IPO undersubscribed berpotensi mengalami likuiditas yang lebih rendah atau pergerakan harga yang kurang agresif di awal perdagangan. Namun, di sisi lain, kondisi ini juga bisa membuka peluang bagi investor. Harga saham cenderung lebih stabil dan dalam beberapa kasus berada di level yang relatif undervalued, sehingga memberi ruang bagi potensi kenaikan di kemudian hari jika kinerja perusahaan membaik dan pasar mulai merespons secara positif.
IPO undersubscribed membawa sejumlah risiko, seperti likuiditas yang cenderung rendah, potensi tekanan harga setelah IPO, serta minimnya minat pasar di awal perdagangan. Kondisi ini juga dapat memicu volatilitas karena harga masih dalam tahap penyesuaian.
Namun, di balik risikonya, terdapat peluang bagi investor. Harga saham biasanya lebih rasional karena tidak didorong euforia, sehingga investor dapat masuk dengan lebih tenang. Jika perusahaan memiliki fundamental yang solid dan prospek jangka panjang yang jelas, IPO undersubscribed justru dapat menjadi peluang investasi yang menarik seiring meningkatnya kepercayaan pasar.
Strategi Menghadapi Saham IPO Undersubscribed
Menghadapi saham IPO undersubscribed, investor perlu bersikap lebih selektif dan tidak terburu-buru. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah menunggu hingga harga saham mengalami stabilisasi setelah beberapa waktu diperdagangkan, sehingga pergerakannya lebih mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya. Pendekatan ini membantu mengurangi risiko fluktuasi tajam di awal perdagangan.
Selain itu, analisis fundamental secara mendalam menjadi kunci, mencakup kinerja keuangan, model bisnis, prospek pertumbuhan, serta penggunaan dana hasil IPO. Investor juga dapat memperhatikan reputasi penjamin emisi, karena rekam jejak underwriter sering kali mencerminkan kualitas persiapan dan penawaran saham. Terakhir, keputusan investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor, baik yang berorientasi jangka pendek maupun jangka panjang, agar strategi yang diambil tetap sejalan dengan tujuan investasi.
Strategi untuk Investor Jangka Pendek
Bagi investor atau trader jangka pendek, saham IPO undersubscribed perlu disikapi dengan pendekatan yang lebih taktis. Volume transaksi menjadi indikator penting untuk melihat minat pasar dan likuiditas saham, karena pergerakan harga yang sehat umumnya didukung oleh volume yang memadai. Selain itu, momentum pasar perlu diperhatikan, termasuk respons harga setelah beberapa hari perdagangan untuk menangkap peluang pergerakan jangka pendek.
Manajemen risiko yang ketat juga menjadi faktor krusial. Penetapan batas kerugian dan target keuntungan sejak awal membantu mengendalikan risiko di tengah volatilitas saham IPO. Dengan disiplin pada strategi dan tidak terbawa emosi, investor jangka pendek dapat memanfaatkan peluang yang muncul tanpa terpapar risiko berlebihan.
Strategi untuk Investor Jangka Panjang
Bagi investor jangka panjang, saham IPO undersubscribed sebaiknya dinilai dari kekuatan fundamental perusahaan. Analisis terhadap model bisnis, posisi perusahaan di industrinya, serta prospek pertumbuhan menjadi aspek utama yang perlu diperhatikan. Laporan keuangan juga penting untuk menilai kesehatan bisnis, termasuk kemampuan menghasilkan laba, arus kas, dan tingkat utang.
Selain analisis, kesabaran menjadi kunci dalam strategi jangka panjang. Saham IPO yang kurang diminati di awal perdagangan membutuhkan waktu untuk membuktikan kinerjanya. Jika perusahaan mampu menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dan eksekusi bisnis yang baik pasca-IPO, kepercayaan pasar dapat meningkat seiring waktu dan mendorong potensi kenaikan nilai investasi.
Kesalahan Umum Investor Saat Hadapi IPO Sepi Peminat
Dalam menghadapi IPO yang sepi peminat, investor kerap melakukan beberapa kesalahan umum. Salah satunya adalah ikut-ikutan panik ketika melihat harga tidak bergerak atau justru melemah di awal perdagangan, tanpa mempertimbangkan kondisi fundamental perusahaan. Reaksi emosional seperti ini sering berujung pada keputusan jual atau beli yang tidak rasional.
Kesalahan lain adalah membeli saham hanya karena harganya terlihat murah, tanpa melakukan analisis yang memadai terhadap bisnis dan prospeknya. Selain itu, sebagian investor berharap terjadi rebound cepat semata-mata karena status IPO, padahal tidak ada katalis atau dasar kinerja yang mendukung. Tanpa pemahaman yang jelas, ekspektasi jangka pendek seperti ini justru berpotensi meningkatkan risiko kerugian.
Sebagai penutup, IPO undersubscribed bukanlah kondisi yang harus langsung dihindari, melainkan perlu dipahami dengan sudut pandang yang lebih seimbang. Minat pasar yang rendah saat IPO dapat dipengaruhi banyak faktor dan tidak selalu mencerminkan kualitas perusahaan. Dengan strategi yang tepat, analisis fundamental yang matang, serta pemahaman terhadap risiko dan peluang, saham IPO undersubscribed tetap dapat menjadi pilihan investasi yang relevan, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Kunci utamanya adalah menyesuaikan keputusan investasi dengan tujuan dan profil risiko masing-masing, serta selalu melakukan riset menyeluruh sebelum mengambil keputusan di pasar modal.
Sebagai aplikasi pilihan investor Indonesia, Ajaib terus menghadirkan pengalaman investasi yang lebih stabil, lengkap, dan mudah digunakan. Melalui Ajaib, Anda bisa mulai berinvestasi saham, reksa dana, hingga obligasi, sementara Ajaib Alpha membuka akses ke saham Amerika, aset kripto, dan perpetual futures.
Saatnya kelola investasi Anda dengan lebih fleksibel dan percaya diri, download aplikasi Ajaib dan Ajaib Alpha sekarang dan mulai perjalanan investasi Anda.
Mulai Investasi Saham di Ajaib!
Ajaib adalah aplikasi investasi all-in-one, mulai dari Saham Indonesia, reksadana, obligasi, kripto, hingga saham Amerika. Ajaib hadir untuk memberikan pengalaman investasi yang lebih cepat, aman, dan handal. Yuk mulai berinvestasi di beragam instrumen di Ajaib. Proses pendaftarannya mudah dan 100% online. Sudah berizin dan diawasi OJK & BAPPEBTI.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!